Berita  

Update Korban Banjir Bandang Nepal dan Perbatasan China Tembus Nyaris 1.300 Jiwa

Update Korban Banjir Bandang Nepal dan Perbatasan China Tembus Nyaris 1.300 Jiwa
Update Korban Banjir Bandang Nepal dan Perbatasan China Tembus Nyaris 1.300 Jiwa

Sorothari – 06 September 2026 | Jumlah korban banjir bandang nepal dan kawasan perbatasan China terus mengalami peningkatan signifikan hingga menembus nyaris 1.300 korban jiwa. Bencana hidrometeorologi dahsyat yang dipicu luapan Sungai Bhotekoshi dan Sungai Trishuli tersebut melanda 62 distrik di Nepal serta kawasan otonomi Tibet di China, berdampak langsung pada hampir 1,6 juta warga.

Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMA) Kementerian Dalam Negeri Nepal mengonfirmasi bahwa korban jiwa di wilayahnya telah mencapai 1.259 orang. Sementara itu, otoritas pemerintah China melaporkan 31 orang meninggal dunia di wilayah perbatasan Gyirong, Tibet, sehingga total korban tewas terkonfirmasi lintas negara mencapai setidaknya 1.290 jiwa.

Baca juga:
Retak di Tengah Krisis Iran: Israel Tolak Tambahan Pesawat Tanker AS di Ben Gurion

Selain korban meninggal dunia, operasi pencarian dan pertolongan yang kini telah memasuki pekan kedua masih berupaya keras melacak keberadaan 5.614 hingga 5.620 orang yang dinyatakan hilang. Di Nepal saja, sebanyak 5.083 orang masih belum ditemukan, di mana 583 orang di antaranya merupakan warga negara asing. Sementara dari sisi wilayah China, laporan media pemerintah Xinhua menyebutkan terdapat 531 hingga 541 orang yang belum diketahui nasibnya, termasuk ratusan warga asing yang berada di sekitar pos perbatasan.

Distribusi Wilayah Terdampak dan Penemuan Jenazah

Distrik Rasuwa dan Nuwakot tercatat sebagai kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat terjangan banjir bandang dan aliran material lumpur serta bebatuan. Kendati demikian, titik penemuan jenazah terbanyak justru terkonsentrasi di wilayah hilir, mengingat arus deras sungai menghanyutkan korban hingga ratusan kilometer.

Berikut rincian data sebaran penemuan jenazah korban banjir bandang di berbagai distrik Nepal:

Distrik Kategori Dampak Jumlah Jenazah Ditemukan
Chitwan Sedang 321
Nawalparasi Timur Terdampak Hilir 216
Nawalparasi Barat Terdampak Hilir 170
Nuwakot Sangat Parah 142
Gorkha Sedang 65
Dhading Sedang 57
Rasuwa Sangat Parah 41
Tanahun Terdampak Hilir 38

Berdasarkan analisis demografi awal NDRRMA, sekitar 62 persen korban hilang merupakan warga lokal Nepal yang sedang melakukan perjalanan secara berkelompok atau berwisata domestik. Pegawai dari berbagai institusi pemerintah menyumbang 17 persen dari daftar orang hilang, sedangkan 15 persen sisanya merupakan pelancong mancanegara.

Baca juga:
Kuasa Hukum Jokowi Tantang Dokter Tifa Buktikan Tudingan Ijazah Palsu di Persidangan

Operasi Penyelamatan dan Penanganan Medis

Pemerintah Nepal memobilisasi lebih dari 21.400 personel gabungan guna menyisir area bencana. Pasukan tersebut terdiri dari 8.896 personel Angkatan Darat Nepal, 7.912 personel Kepolisian Nepal, dan 4.203 personel Angkatan Kepolisian Bersenjata. Tim penyelamat internasional dari India, China, dan Korea Selatan turut diterjunkan langsung ke lereng pegunungan untuk membantu evakuasi darurat.

Hingga saat ini, sebanyak 11.814 orang berhasil dievakuasi ke tempat aman, termasuk 253 warga negara asing. Armada udara militer mencatatkan 573 penerbangan helikopter yang sukses menyelamatkan 3.702 orang dari titik-titik terisolasi, termasuk evakuasi 15 warga China dan tujuh warga India di proyek pembangkit listrik tenaga air.

Sektor kesehatan setempat turut menghadapi beban besar akibat tingginya jumlah warga terluka. Sebanyak 292 pasien luka berat dan sedang telah menerima tindakan medis di rumah sakit, dengan 210 pasien dinyatakan pulih dan diizinkan pulang. Angkatan Darat Nepal secara paralel memberikan layanan medis darurat mandiri kepada 2.740 warga yang berada di pengungsian sementara.

Ritual Pemakaman Simbolis bagi Korban Hilang

Menipisnya harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat membuat sejumlah keluarga mulai menggelar upacara pelepasan secara simbolis. Di Distrik Rasuwa, warga membuat patung pemakaman dari rumput suci atau kaas-kush guna merepresentasikan raga keluarga mereka yang hanyut tersapu banjir.

Baca juga:
Pramono Anung Gratiskan Retribusi Enam Bulan dan Terapkan Relokasi Humanis Pedagang Kramat Jati

Puluhan patung rumput suci tersebut kemudian dikremasi secara massal dalam upacara peribadatan di Kuil Pashupati Aryaghat yang terletak di bantaran Sungai Bagmati, Kathmandu. Ritual keagamaan ini dilakukan agar keluarga korban memperoleh ketenangan batin dalam menghadapi kenyataan duka tersebut.

Sementara di Distrik Chitwan, otoritas medis dan kepolisian memutuskan untuk melakukan kremasi terhadap jenazah yang sulit dikenali setelah mengambil sampel DNA secara menyeluruh. Langkah ini ditempuh karena daya tampung 21 kamar jenazah rumah sakit rujukan telah melampaui kapasitas maksimal. Kepolisian Nepal dan NDRRMA terus memperbarui data identifikasi digital melalui saluran resmi agar keluarga korban banjir bandang nepal dapat melakukan verifikasi dan pencocokan data secara berkala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *