Sorothari – 08 September 2026 | Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan seluruh kader partai berlambang bintang mercy tersebut untuk mulai mematangkan persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 sedini mungkin. Arahan strategis ini ditegaskan AHY saat membuka agenda Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Partai Demokrat se-Indonesia di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa, 8 September 2026.
Dalam pidatonya di hadapan para wakil rakyat tingkat daerah, AHY mengingatkan agar jajaran pengurus maupun anggota legislatif tidak bersikap santai. Ia menekankan bahwa perputaran waktu menuju pesta demokrasi lima tahunan berlangsung sangat cepat, sehingga konsolidasi internal harus digencarkan tanpa menunggu mendekati tahun politik.
Baca juga:“Mari kita siapkan diri kita. Waktu bergerak begitu cepat. Tidak lama tahun berganti. Ini sudah September. Enggak lama Oktober, November, Desember, tahun berganti 2027. Jangan menunggu, masih lama, masih dua tahun lagi, jangan. Nanti begitu masuk 2027 akan merasa cepat sekali karena Pemilu itu awal 2029,” ujar AHY menegaskan urgensi percepatan kesiapan mesin partai.
AHY juga menggarisbawahi bahwa kesiapan kader harus bersifat menyeluruh dan adaptif terhadap berbagai skenario dinamika regulasi politik nasional. Partai Demokrat dituntut tetap solid dan siap berkompetisi secara optimal, terlepas dari format sistem pemilihan yang nantinya diterapkan oleh penyelenggara pemilu dan pembuat undang-undang.
“Apa pun sistem politik yang nanti akan kita hadapi, apa pun nanti yang diputuskan, kita siapkan diri kita masing-masing. Siap semuanya?” seru AHY kepada para peserta bimbingan teknis yang hadir dari berbagai penjuru tanah air.
Baca juga:Strategi Kader Menjangkau Pemilih Milenial dan Gen Z
Selain kesiapan teknis kepartaian, AHY menaruh perhatian besar pada perubahan lanskap demografi pemilih pada kontestasi 2029 mendatang. Peta elektoral diproyeksikan akan didominasi secara signifikan oleh generasi milenial dan Generasi Z (Gen Z), yang memiliki karakteristik serta preferensi komunikasi yang berbeda dibandingkan kelompok pemilih generasi sebelumnya.
Guna merespons pergeseran demografi tersebut, AHY mengimbau para legislator daerah untuk mengikis kecanggungan dalam berinteraksi dengan kelompok anak muda. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap aspirasi, keresahan, serta gaya komunikasi generasi baru menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan yang relevan dan menyerap aspirasi konstituen secara efektif.
“Jadi yang merasa canggung berbicara dengan anak muda, ayo belajar berkomunikasi dengan anak-anak muda. Ayo kita lebih mengenal karakteristik mereka,” ungkap AHY menutup arahannya.
Baca juga:Langkah pembekalan melalui Bimteknas ini dirancang sebagai fondasi awal Partai Demokrat untuk memperkuat kapasitas para wakil rakyat di daerah, sekaligus menyelaraskan agenda kerja partai dalam menjawab tantangan sosial-politik menjelang Pemilu 2029.







