Sorothari – 18 Juli 2026 | Momen Gibran dicegat mahasiswa, tagih janji selamatkan Candi Muaro Jambi imbas stockpile batu bara menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Jambi, Kamis (16/7/2026). Seorang warga bernama Adji Permana mendatangi Gibran sambil membawa selembar kertas yang berisi permintaan agar pemerintah segera menyelesaikan konflik di kawasan cagar budaya nasional (KCBN) Muaro Jambi. Selama lebih dari satu dekade, kompleks candi yang seharusnya menjadi warisan dunia UNESCO justru dikepung oleh stockpile batu bara dan kawasan industri.
Menanggapi hal tersebut, Gibran mengatakan bahwa aktivitas pertambangan di sekitar candi seharusnya tidak diizinkan dan akan ditindaklanjuti. Pernyataan itu terekam dalam video yang beredar. Namun, warga dan pegiat komunitas menagih janji tersebut lantaran persoalan serupa sudah berlarut-larut sejak era Presiden Joko Widodo. Mukhtar Hadi dari Rumah Menapo, yang akrab disapa Borju, mengingatkan bahwa ia telah menyampaikan langsung ke Presiden Jokowi pada April 2022, namun hingga kini belum ada solusi nyata. “Kita berharap Gibran tidak mengulangi kegagalan bapaknya,” ujar Borju.
Baca juga:Konflik di Candi Muaro Jambi bukanlah isu baru. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun pernah berjanji menyelesaikan masalah ini, tetapi realisasi tak kunjung tiba. Ketiadaan status warisan dunia UNESCO menjadi kerugian besar bagi sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia.
Aksi Nasional Mahasiswa Terus Berlanjut
Di sisi lain, gelombang protes mahasiswa terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terus bergulir. Pada Jumat (17/7/2026), Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat menggelar aksi di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Sekitar 150 mahasiswa sempat tertahan blokade polisi di Jalan Merdeka Selatan, namun akhirnya diizinkan berorasi di Patung Kuda. Koordinator lapangan, Annur dari Universitas Negeri Jakarta, menegaskan bahwa aksi ini merupakan awal dari rangkaian protes besar. “Aksi ini terus akan berjilid-jilid dan akan terus mendobrakkan kabinet Prabowo-Gibran,” tegas Annur. Tiga tuntutan utama mereka meliputi pembenahan sistem negara, pendidikan, dan kedaulatan masyarakat sipil.
Baca juga:Momen Gibran dicegat mahasiswa, tagih janji selamatkan Candi Muaro Jambi imbas stockpile batu bara menjadi salah satu isu yang diangkat dalam aksi tersebut. Para mahasiswa menilai kegagalan pemerintah melindungi situs cagar budaya sebagai bukti lemahnya komitmen terhadap kelestarian warisan bangsa. Mereka mendesak agar janji Gibran segera diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai langkah konkret pemerintah untuk memindahkan stockpile batu bara dari sekitar Candi Muaro Jambi. Masyarakat berharap tekanan dari mahasiswa dan publik dapat mendorong percepatan penyelesaian konflik yang sudah berlangsung belasan tahun ini.
Baca juga:












