Hasil Bhayangkara FC vs Persebaya: Debut Gol Yann Mabella hingga Drama Kepulangan Jalur Laut

Bhayangkara FC vs Persebaya
Bhayangkara FC vs Persebaya

Sorothari – 09 September 2026 | Pertandingan sengit antara bhayangkara fc vs persebaya pada pekan pembuka Super League 2026/2027 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026), berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Skuad Green Force sempat memimpin jalannya laga pada paruh pertama sebelum tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC menyamakan kedudukan di babak kedua. Selain persaingan ketat di atas lapangan, lawatan Persebaya ke Sumatra kali ini turut diwarnai kendala transportasi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang melumpuhkan sejumlah jadwal penerbangan nasional.

Persebaya Surabaya membuka keunggulan melalui rekrutan anyar mereka, Yann Mabella. Penyerang berusia 30 tahun berkebangsaan Republik Kongo tersebut berhasil mencatatkan namanya di papan skor lewat skema serangan terencana. Gol pembuka itu bermula dari kecermatan gelandang tim nasional Rachmat Irianto yang melihat pergerakan Mabella di celah pertahanan Bhayangkara. Umpan terukur dari Irianto diselesaikan dengan tenang oleh Mabella untuk menaklukkan penjaga gawang lawan.

Baca juga:
Harry Kane Masuk dari Bangku Cadangan, Bayern Muenchen Ditahan Imbang Schalke 0-0

Debut Manis Yann Mabella dan Evaluasi Laga Bhayangkara FC vs Persebaya

Gol perdana dalam laga resmi Super League 2026/2027 tersebut memiliki arti emosional bagi Yann Mabella. Tampil sebagai tumpuan lini serang di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, Mabella menunjukkan ketajaman insting mencetak gol sejak awal musim. Kendati demikian, keunggulan satu gol Persebaya gagal dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi. Tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC meningkatkan intensitas tekanan setelah jeda turun minum dan sukses mencetak gol balasan yang memaksa laga berakhir imbang.

Pemain serbabisa Persebaya, Rachmat Irianto, menyatakan bahwa raihan satu poin dari markas lawan tetap patut disyukuri meski target awal adalah mengamankan poin penuh. Pemain berusia 27 tahun itu mengakui intensitas pertandingan berjalan sangat ketat sejak menit awal hingga masa tambahan waktu.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan satu poin, meskipun tentu ada rasa kecewa karena sempat mencetak gol lebih dulu dan sebenarnya berharap bisa membawa pulang kemenangan,” ujar Rachmat Irianto dalam sesi konferensi pers usai laga.

Rian menambahkan bahwa Bhayangkara bermain solid dan memanfaatkan dukungan publik tuan rumah dengan baik untuk menekan pertahanan Bajul Ijo sepanjang babak kedua.

Baca juga:
Menembus Peringkat 18 Dunia, Alex Eala Siap Awali Langkah di US Open 2026

Dampak Erupsi Anak Krakatau dan Pengalaman Menyeberang Laut

Tantangan bagi Persebaya Surabaya tidak berhenti saat pertandingan usai. Rencana kepulangan rombongan tim menuju Surabaya melalui jalur udara pada Minggu (6/9/2026) pagi terpaksa dibatalkan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam. Sebaran abu vulkanik di ruang udara Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung berdampak langsung pada operasional penerbangan komersial.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, penutupan sementara diberlakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma menyusul terbitnya NOTAM Nomor A3341/26. Penutupan yang awalnya berlaku pukul 01.30 hingga 05.30 WIB tersebut diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan. Sebanyak 33 jadwal penerbangan dari dan menuju berbagai wilayah, termasuk Lampung dan Surabaya, terdampak langsung oleh situasi tersebut.

Kondisi kahar itu memaksa manajemen Persebaya mengubah rute kepulangan dengan menempuh kombinasi jalur darat dan laut. Rombongan tim bertolak dari hotel di Bandar Lampung pada Minggu sekitar pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Bakauheni. Dari sana, seluruh pemain dan ofisial menaiki kapal feri menyeberangi Selat Sunda menuju Pelabuhan Merak, Banten, sebelum menyambung perjalanan darat melintasi Pulau Jawa.

Pengalaman menempuh perjalanan laut antar-pulau ini menjadi hal baru bagi kapten Persebaya, Francisco Rivera. Pemain tengah asal Meksiko tersebut mengungkapkan bahwa situasi tak terduga ini memberinya perspektif baru mengenai perjuangan para pendukung setia Bonek yang kerap melakukan perjalanan estafet demi mendukung tim bertanding di luar kandang.

Baca juga:
FIFA Usul Jual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta, Kecaman Mengalir dari UEFA

“Ya, ini adalah pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para penggemar yang melakukan perjalanan serupa untuk mendukung kami,” kata Francisco Rivera.

Fokus Pemulihan Menatap Pekan Kedua Super League

Perjalanan panjang lintas moda transportasi darat dan laut tersebut dipastikan memangkas waktu istirahat para pemain Green Force. Tim pelatih kini memprioritaskan program pemulihan fisik bagi seluruh skuad agar kebugaran mereka kembali optimal menjelang jadwal pertandingan berikutnya.

Pada pekan kedua Super League 2026/2027, Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Minggu (13/9/2026). Tambahan satu poin dari lawatan bhayangkara fc vs persebaya menjadi modal evaluasi berharga bagi pelatih Bernardo Tavares dalam membenahi konsistensi permainan sebelum tampil di hadapan puluhan ribu suporter sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *