Sorothari – 13 September 2026 | Dominasi Nvidia di pasar akselerator kecerdasan buatan (AI) kian mengukuhkan posisinya di puncak industri teknologi global setelah Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) secara resmi mengumumkan keputusan untuk membangun seluruh infrastruktur komputasinya secara eksklusif menggunakan chip besutan Nvidia. Langkah strategis ini mempertegas keunggulan arsitektur komputasi perusahaan di tengah persaingan ketat perangkat keras semikonduktor.
Chief Executive Officer SpaceX, Elon Musk, menegaskan keputusan tersebut dalam panggilan pendapatan kuartal kedua SpaceX. Di hadapan para investor, Musk menyampaikan bahwa perusahaan antariksa tersebut telah memutuskan untuk bermitra penuh tanpa membagi alokasi chip ke produsen lain, didorong oleh kemampuan arsitektur generasi terbaru.
Baca juga:“Ke depan, kami telah memutuskan untuk membangun secara eksklusif di atas platform Nvidia karena kami memandang arsitektur Vera Rubin merupakan arsitektur terbaik. Kami menilai ini adalah komputer AI terbaik, dan kami sangat menghargai kerja sama erat serta kemitraan jangka panjang di berbagai lini dengan Nvidia,” ujar Musk.
Strategi Komputasi dan Dukungan Arsitektur Terbaru Nvidia
Pernyataan eksklusivitas tersebut memperpanjang kolaborasi yang telah lama terjalin di antara entitas bisnis Musk. Tesla sebelumnya telah memanfaatkan klaster perangkat keras komputasi guna melatih sistem otonom kendaraannya, sembari merancang chip inferensi internal untuk proyek robotaxi dan humanoid Optimus. Namun, bagi SpaceX, komputasi skala masif tetap bertumpu pada lini akselerator generasi penerus, termasuk arsitektur Blackwell dan Vera Rubin.
Pemanfaatan unit pemrosesan grafis (GPU) oleh SpaceX tidak hanya difokuskan pada operasi di bumi. Klaster akselerator digunakan untuk merancang pusat data orbital, integrasi jaringan satelit Starlink, hingga pemodelan dan simulasi misi Starship. Di samping itu, proyek muatan satelit Starmind dilaporkan mengandalkan sistem teroptimasi Vera Rubin NVL72 guna mengolah data secara terdesentralisasi di luar angkasa.
Baca juga:SpaceX kini juga mengubah infrastruktur komputasinya menjadi lini bisnis penyedia kapasitas AI yang berkembang pesat. Dokumen pengajuan operasional menunjukkan SpaceX menyewakan daya komputasi besar alih-alih mendiamkan infrastruktur hanya untuk pelatihan model generatif Grok. Salah satu klien utamanya, perusahaan rintisan AI Anthropic, telah menyepakati kontrak layanan komputasi awan bernilai 1,25 miliar dolar AS per bulan hingga 2029. Kontrak ini memberikan Anthropic akses ke superkomputer Colossus dan Colossus II milik SpaceX yang menampung sekitar 325.000 GPU.
Wacana Investasi Jumbo di Tengah Rencana IPO Anthropic
Keterikatan antara produsen semikonduktor dan pengembang kecerdasan buatan kian diperkuat oleh kabar penjajakan pendanaan langsung. Menurut laporan yang beredar, Nvidia tengah mempertimbangkan investasi bernilai hingga 10 miliar dolar AS dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) saham Anthropic.
Anthropic dikabarkan membidik penghimpunan dana segar hingga 100 miliar dolar AS dengan valuasi korporasi mendekati 2 trilion dolar AS. Masuknya pemodal strategis berkantong tebal dinilai mampu memperkuat kepercayaan pasar modal menjelang pencatatan saham perdana, sekaligus mempererat rantai pasok antara pembuat chip dan salah satu konsumen komputasi terbesarnya.
Baca juga:Meski prospek pasar modal di sektor AI terus meningkat, industri teknologi di Silicon Valley tetap dibayangi dinamika perdebatan seputar etika dan keselamatan pengembangan model cerdas generasi berikutnya. Perdebatan internal mengenai risiko eksistensial AI hingga dampaknya terhadap tenaga kerja kerah putih terus menjadi sorotan para pelaku pasar modal global, seiring percepatan pembangunan pusat data skala masif di seluruh dunia.







