DPRD Gowa Kirim Usulan Bupati Definitif Senin, Plt Fokus Benahi Pemerintahan

DPRD Gowa Kirim Usulan Bupati Definitif Senin, Plt Fokus Benahi Pemerintahan
DPRD Gowa Kirim Usulan Bupati Definitif Senin, Plt Fokus Benahi Pemerintahan

Sorothari – 19 Oktober 2026 | DPRD Kabupaten Gowa dijadwalkan mengirimkan surat usulan pengesahan jabatan definitif Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa Darmawangsyah Muin kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Senin (19/10/2026). Usulan itu merupakan tindak lanjut rapat paripurna DPRD Gowa yang digelar Jumat malam (16/10/2026). Sementara itu, Plt Bupati Gowa menegaskan tidak ingin berpolemik dan memilih fokus bekerja membenahi tata pemerintahan yang dinilai sempat terbengkalai beberapa bulan terakhir.

Wakil Ketua I DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab mengatakan, paripurna pengusulan jabatan definitif telah disepakati seluruh anggota dewan. “Ini baru pengusulan jabatan definitif sebagai Bupati Gowa. Kita belum masuk pada siapa bakal calon wakil bupati yang akan dipilih. Kita belum bicarakan itu,” kata Hasrul di Gowa, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, fokus DPRD saat ini adalah memastikan Darmawangsyah segera dilantik sebagai bupati definitif. Setelah pelantikan, barulah agenda lain, termasuk pembahasan calon wakil bupati, akan dibicarakan.

Baca juga:
Tito Karnavian: Gaji Kepala Daerah Tak Sebanding Biaya Pilkada, Bisa Picu Korupsi

Darmawangsyah, yang akrab disapa DM, menyatakan siap menjalankan amanah sebagai Plt Bupati Gowa. Ia menyebut penugasan tersebut sebagai konsekuensi jabatan politik dan amanah dari negara serta daerah. “Saya bekerja dulu ya, masih banyak PR menunggu untuk diselesaikan. Saya janji akan memperbaiki kembali tatanan pemerintahan yang sempat terbengkalai beberapa bulan ini. Saya tidak ingin berkomentar banyak, saya fokus bekerja saja dulu ya,” ujarnya usai menghadiri paripurna di DPRD Gowa.

Mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan itu mengakui kondisi pemerintahan saat ini menghadapi sejumlah persoalan, terutama serapan anggaran yang baru mencapai 19,5 persen. Angka itu, menurut dia, membuat Kabupaten Gowa menjadi salah satu daerah yang disorot secara nasional. “Memang penilaian secara nasional kita minus hari ini, karena memang penyerapan anggaran masih 19,5 persen. Ini menjadi perhatian nasional, tapi Insyaallah dengan komitmen kita bersama, dengan kolaborasi antara eksekutif, legislatif, saya yakin di akhir tahun kita akan plus kembali,” kata Darmawangsyah.

Ia menilai polemik yang terjadi selama beberapa bulan terakhir turut menghambat perekonomian dan penyerapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena itu, ia berencana mempercepat program yang telah direncanakan serta berkoordinasi dengan DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengembalikan roda pemerintahan ke posisi normal. “Insyaallah, saya sudah membangun komunikasi dengan pihak DPRD, pihak Forkopimda, dan saya yakin Insyaallah dengan kolaborasi kita bersama di akhir tahun yang dari minus itu akan menjadi plus,” tuturnya optimistis.

Meski demikian, Darmawangsyah menegaskan program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tetap berjalan. Menurut dia, RPJMD merupakan bagian dari janji kampanye dan komitmen kepada masyarakat yang tidak akan diubah. “Itu tidak ada perubahan lagi, karena itu sudah bagian dari RPJMD kami. Walaupun masalahnya RPJMD masih bisa dikoreksi, tapi itu adalah kesepakatan kami dari awal dan menurut kami RPJMD itu adalah sesuatu yang sudah kami tawarkan ke masyarakat,” paparnya. Ia menambahkan, yang dibutuhkan saat ini adalah menuntaskan dan menyelesaikan program tersebut, bukan mengubahnya.

Baca juga:
KPK Ungkap Mahalnya Ongkos Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah

Terkait anggaran tahun 2027, Darmawangsyah memastikan tetap menggelontorkan semua anggaran yang telah diprogramkan sebelumnya kepada masyarakat dan menyelesaikan RPJMD selama lima tahun. Ia juga menyebut hasil telaah terhadap sejumlah kepala dinas yang dicopot oleh Bupati sebelumnya, Sitti Husniah Talenrang, tidak menemukan kesalahan atau pelanggaran. Para kepala dinas itu, menurut rencana, akan segera diaktifkan kembali untuk membantu membenahi pemerintahan Gowa.

Di sisi lain, Darmawangsyah menunjukkan perhatian terhadap penguatan ekonomi daerah. Saat menghadiri pembukaan Sulsel Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Jumat (16/10/2026), ia mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Menurutnya, produk unggulan daerah harus mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“Kita ingin agar produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan ekosistem ekonomi haji dan umrah,” ungkap Darmawangsyah. Expo yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 itu menghadirkan sekitar 200 stan UMKM dari berbagai sektor usaha. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan jemaah haji dan umrah, dunia usaha, serta lembaga keuangan, dengan harapan terbangun kemitraan berkelanjutan.

Darmawangsyah menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, membuka lapangan kerja, menopang ekonomi keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan. Ia juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Gowa sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, kami mengucapkan selamat datang di Kabupaten Gowa. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami karena Kabupaten Gowa dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan ini, sekaligus membawa manfaat, mempererat silaturahmi, dan menghasilkan kerja sama yang produktif bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:
Husniah Talenrang Buka Suara Usai Dipecat Mendagri: SK Belum Diterima, Singgung Ketua DPRD Gowa

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Prof. Jaenal Effendi, menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat peran UMKM dalam memenuhi kebutuhan jemaah. Ia menilai belanja oleh-oleh jemaah haji Indonesia memiliki nilai ekonomi yang besar dan perlu dimanfaatkan agar produk dalam negeri, termasuk dari Sulawesi Selatan, memperoleh kesempatan lebih luas di pasar kebutuhan jemaah.

Dengan agenda pengiriman surat usulan ke Mendagri pada Senin (19/10/2026), DPRD Gowa berharap proses pelantikan bupati definitif dapat segera berjalan. Setelah itu, pembahasan mengenai calon wakil bupati akan menjadi langkah berikutnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai siapa figur yang akan diusulkan untuk mendampingi Darmawangsyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *