Sorothari – 21 Oktober 2026 | Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan sejumlah film bioskop terbaru yang siap meramaikan layar lebar dalam beberapa bulan mendatang. Mulai dari film biografi tokoh nasional, komedi lokal, horor psikologis dari DC Studios, hingga aksi Hollywood garapan sutradara Indonesia, semuanya menawarkan cerita dan genre yang beragam. Jadwal tayang pun telah diumumkan, meski sebagian masih menunggu konfirmasi dari jaringan bioskop Tanah Air.
Salah satu yang paling dinantikan adalah “Hamka Awal Mula Vol. 3” arahan sutradara Fajar Bustomi. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 19 November 2026. Rumah produksi Falcon Pictures telah merilis poster dan trailer film tersebut sebagai lanjutan dari “Hamka & Siti Raham Vol. 2”. Film ini akan mengajak penonton kembali ke Maninjau, Sumatera Barat, untuk menyaksikan kehidupan masa muda Hamka, yang bernama asli Abdul Malik Karim Amrullah. Kisahnya mencakup masa kecil, konflik dengan sang ayah, hingga pengalaman merantau di Makkah, Arab Saudi.
Baca juga:Fajar Bustomi menyatakan bahwa film ini menampilkan babak awal kehidupan Hamka, ulama, penulis, dan sastrawan yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. “Bagi saya, kisah Hamka bukan hanya tentang seorang tokoh besar yang akhirnya dikenal dan dihormati banyak orang. Yang menarik justru perjalanan di baliknya,” kata Fajar sebagaimana dikutip dalam siaran pers rumah produksi. Ia menambahkan, “Bagaimana seorang anak muda mencari ilmu, menghadapi persoalan dalam hidupnya, dan perlahan menemukan tujuan yang lebih besar daripada dirinya sendiri.”
Aktor Vino G. Bastian kembali dipercaya memerankan Hamka. Menurut Vino, ada proses belajar dan pergulatan yang membentuk karakter Hamka. “Lewat film ini, saya berharap penonton bisa mengambil pelajaran bahwa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain membutuhkan perjalanan panjang, kesungguhan, dan keberanian untuk terus belajar,” ujarnya.
Pada tanggal yang sama, 19 November 2026, Miracle Pictures juga akan merilis film drama komedi berjudul “Piye To Kih?”. Film ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Ito Mavin dan mengangkat kisah asmara tak biasa ketika sepasang kekasih harus menghadapi perbedaan alam. Cerita berpusat pada Mukidi, seorang pria yang bekerja keras memperbaiki kondisi ekonominya demi menikahi perempuan pujaan hati. Namun, keputusannya membeli rumah murah justru mempertemukannya dengan sosok perempuan misterius bernama Sukma. Kehadiran Sukma membawa Mukidi ke dalam petualangan penuh kejadian ganjil yang semakin kocak setelah dua sahabatnya, Gendut dan Penyok, ikut terlibat.
Di balik balutan komedi absurd, Ito Mavin menyelipkan pesan tentang pentingnya menghargai potensi diri sendiri. Sineas asal Kediri itu ingin mengajak generasi muda menyadari nilai yang mereka miliki tanpa harus berusaha menjadi orang lain demi mendapatkan sesuatu. “Biasanya di zaman sekarang kita sering kali melupakan value yang kita punya, kemudian kita berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal, satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah memantaskan diri,” ujar Ito Mavin di Thamrin City, Jakarta Pusat, pada Senin (19/10/2026).
Ito menjelaskan bahwa “Piye To Kih?” tidak hanya ditujukan bagi penggemar Woko Channel, tetapi juga untuk masyarakat luas. Menurutnya, kedekatan cerita dengan kehidupan sehari-hari menjadi salah satu kekuatan Woko Channel dalam menjangkau penonton dari berbagai kalangan. Ia juga menyoroti perkembangan media sosial yang membuka peluang bagi kreator daerah, termasuk Woko Channel dan Dara Sarasvati, untuk dikenal secara nasional. “Di era internet ini semua orang punya kesempatan yang sama,” ungkapnya.
Baca juga:Sementara itu, penggemar film horor dan semesta DC patut bersiap menyambut “Clayface” yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 21 Oktober 2026. Film yang disutradarai James Watkins ini mengusung genre horor psikologis dengan sentuhan body horror yang mengeksplorasi perubahan tubuh manusia secara mengerikan. Berbeda dari film superhero yang identik dengan aksi spektakuler, “Clayface” menawarkan sudut pandang berbeda terhadap salah satu karakter antagonis dari dunia Batman.
Cerita “Clayface” berpusat pada Matt Hagen, seorang aktor Hollywood yang kariernya sedang menanjak dan berpeluang menjadi bintang besar. Kehidupannya berubah drastis setelah seorang bos kriminal merusak wajahnya. Peristiwa tersebut bukan hanya menghancurkan penampilannya, tetapi juga mengancam identitas dan masa depannya sebagai aktor. Merasa kehilangan segalanya, Matt mencari cara untuk memulihkan wajahnya dengan meminta bantuan seorang ilmuwan yang melakukan eksperimen terhadap kulit manusia. Perawatan mutakhir tersebut awalnya tampak menjanjikan karena mampu mengembalikan penampilan Matt. Namun, keberhasilan itu ternyata datang dengan konsekuensi mengerikan: tubuh Matt mulai berubah menjadi material menyerupai tanah liat hidup, dan kondisi mentalnya semakin terguncang.
Film berdurasi sekitar 108 menit ini dibintangi Tom Rhys Harries sebagai Matt Hagen atau Clayface, Naomi Ackie sebagai Caitlyn Corr, David Dencik, Max Minghella sebagai John Borrelli, Eddie Marsan, Nancy Carroll, Joshua James, Ruby Sear sebagai Theresa, Francesca Corney sebagai Rosie, Wil Coban sebagai Bones, Jake Curran sebagai Patches, Sonita Henry sebagai Clara Finch, Tanya Moodie sebagai Holly, dan Olivia-Mai Barrett. Naskah film ditulis oleh Mike Flanagan dan Hossein Amini berdasarkan karakter dari DC, dengan Matt Reeves, Lynn Harris, James Gunn, dan Peter Safran terlibat sebagai produser.
Di sisi lain, sutradara asal Indonesia Timo Tjahjanto dipercaya menyutradarai film aksi Hollywood “The Beekeeper 2” yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 15 Januari 2027 melalui Amazon MGM Studios. Sekuel ini kembali mengikuti Adam Clay (Jason Statham), mantan agen rahasia sekaligus anggota organisasi Beekeepers. Kali ini, organisasi Beekeepers yang sebelumnya menjadi tempat Clay menjalankan misi ternyata telah menyimpang. Kelompok rahasia tersebut menjadi korup dan memiliki ambisi mengambil alih pemerintahan Amerika Serikat. Status Clay pun berubah menjadi buronan. Namun, alih-alih bersembunyi, ia justru kembali menghadapi organisasi yang dahulu menciptakan dan melatihnya.
Dalam misinya, Clay harus melindungi Presiden Amerika Serikat Jessica Danforth (Jemma Redgrave) sekaligus menghentikan rencana pengambilalihan kekuasaan secara paksa. Trailer perdana yang dirilis Amazon MGM Studio pada Kamis (15/10/2026) memperlihatkan aksi brutal khas Beekeeper sekaligus ancaman yang lebih besar dibanding film pertamanya. Trailer juga memberikan gambaran bahwa Clay mengalami luka serius dan menggunakan lebah sebagai bagian dari proses penyembuhan sebelum kembali menghajar para musuhnya. Selain kembali sebagai Adam Clay, Jason Statham juga terlibat sebagai produser. Kurt Wimmer kembali dipercaya sebagai penulis skenario, dan Callan Green sebagai sinematografer. Timo Tjahjanto sebelumnya dikenal lewat film-film bergenre aksi dan horor, serta baru saja menyutradarai “Nobody 2” (2025) yang mempertemukannya dengan aktor Bob Odenkirk.
Baca juga:Bagi penonton di Surabaya, sejumlah film bioskop terbaru juga telah tayang di jaringan bioskop lokal. Berdasarkan jadwal bioskop Surabaya hari ini, Selasa 20 Oktober 2026, CGV Marvell City Surabaya menayangkan beberapa film seperti “Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki” (Rp 26.000, pukul 16.00, 18.10, dan 20.20 WIB), “Avengers Endgame: Encore” (Rp 26.000, pukul 15.30 dan 19.00 WIB), “Chiikawa the Movie: The Secret of the Mermaid Island” (Rp 25.000, pukul 18.30 WIB), “Bapak Paling Jujur” (Rp 26.000, pukul 20.35 WIB), dan “Whalefall” (Rp 26.000, pukul 16.15 WIB). Informasi jam tayang dan harga tiket ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat yang ingin menonton film di bioskop.
Dengan beragam pilihan film bioskop terbaru yang akan datang, penonton Indonesia memiliki banyak alternatif tontonan sesuai selera. Mulai dari kisah inspiratif Hamka, komedi ringan “Piye To Kih?”, horor psikologis “Clayface”, hingga aksi “The Beekeeper 2”, semuanya menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Jadwal tayang dapat berubah, sehingga disarankan untuk memantau informasi resmi dari rumah produksi dan jaringan bioskop setempat.












