Kiandra Ramadhipa Tutup Musim Moto3 Junior 2026 dengan Podium Kedua di Misano

Kiandra Ramadhipa Tutup Musim Moto3 Junior 2026 dengan Podium Kedua di Misano
Kiandra Ramadhipa Tutup Musim Moto3 Junior 2026 dengan Podium Kedua di Misano

Sorothari – 21 Oktober 2026 | Pembalap muda Indonesia M. Kiandra Ramadhipa menutup musim FIM Moto3 Junior World Championship 2026 dengan hasil membanggakan. Pada race 2 seri terakhir di Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu (18/10/2026), pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu finis di posisi kedua, hanya terpaut 0,006 detik dari pemenang. Hasil tersebut mengantarkan Kiandra Ramadhipa mengakhiri musim di peringkat kelima klasemen akhir dengan koleksi 146 poin.

Meski gagal meraih kemenangan, podium kedua di Misano menjadi penutup yang manis setelah pada race 1 ia sempat kehilangan peluang podium akibat penalti. Kiandra yang memulai balapan dari pole position harus puas finis di posisi keempat setelah Race Direction merevisi hasil balapan karena adanya kesalahan sensor lintasan. Revisi itu memberinya tambahan 13 poin.

Baca juga:
Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia Moto3 2026 di Mandalika, Veda Ega Tampil Gemilang

Sepanjang musim 2026, pebalap berusia 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta, ini menorehkan sejumlah catatan penting. Pada sesi kualifikasi Sabtu (17/10/2026), ia mencatat waktu tercepat 1 menit 41,370 detik dan merebut pole position. Prestasi itu menjadikannya sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih posisi start terdepan di Sirkuit Misano. Kiandra juga tercatat sebagai pebalap Honda dengan raihan poin tertinggi dan jumlah trofi terbanyak di ajang ini.

Pada race 1, Kiandra tampil kompetitif dan sempat bersaing di barisan depan. Ia bahkan berhasil naik ke posisi kedua pada lap ke-14. Namun, ia kemudian mendapat Long Lap Penalty (LLP) karena dinilai berulang kali melanggar batas lintasan. Hukuman tersebut tidak dituntaskan hingga balapan berakhir, sehingga waktunya sempat ditambah enam detik dan membuatnya turun ke posisi ke-10. Setelah dilakukan evaluasi terhadap sistem live tracking, Race Direction merevisi hasil dan menempatkannya di posisi keempat.

Pada race 2, Kiandra kembali menunjukkan kecepatannya. Mengawali balapan dari baris terdepan, ia sempat memimpin sebelum persaingan ketat menggeser posisinya ke urutan keenam. Namun, ia terus berjuang memangkas jarak dengan grup terdepan. Pada lap keenam, ia mencatat fastest lap 1 menit 41,511 detik. Memasuki lima lap terakhir, persaingan semakin sengit. Di tikungan terakhir lap penutup, pebalap bernomor motor #32 ini memanfaatkan kecepatan NSF250RW di trek lurus untuk menyalip rival di depannya. Meski harus puas finis kedua dengan selisih tipis 0,006 detik, hasil ini tetap menjadi pencapaian positif.

Baca juga:
Jadwal Moto3 Mandalika 2026: Veda Ega Berjuang di Kandang Sendiri

“Saya senang bisa menutup musim dengan hasil positif, finis keempat di race 1 dan meraih podium kedua di race 2. Saya belajar banyak dari kedua balapan dan bangga dengan perkembangan kami sepanjang musim ini. Terima kasih kepada tim atas kerja keras dan dukungannya. Kami akan terus berkembang dan kembali lebih kuat tahun depan,” ujar Ramadhipa dalam keterangan resmi.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi perjuangan Kiandra. Menurutnya, podium di Misano menjadi penutup musim yang positif dan diharapkan semakin menguatkan langkahnya untuk menembus level balap yang lebih tinggi. “Semoga hasil ini semakin menguatkan langkahnya untuk menembus level balap yang lebih tinggi, sekaligus memantik semangat pebalap muda Indonesia lainnya untuk berani mengukir prestasi di kancah dunia,” ujar Andy.

Senada dengan itu, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, Gunarko Hartoyo, menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, prestasi Kiandra di Misano menjadi motivasi bagi generasi muda, termasuk di Sumatera Utara, untuk terus mengembangkan potensi dan berani menghadapi tantangan hingga tingkat internasional. “Kami dengan semangat Satu Hati berharap pencapaian ini dapat menginspirasi semakin banyak anak muda untuk menyalurkan semangat kompetitif secara positif, disiplin dalam berlatih, dan terus berusaha mewujudkan cita-cita,” ucap Gunarko.

Baca juga:
Evaluasi Davide Tardozzi Soal Pemulihan Marc Marquez dan Mentalitas Pecco Bagnaia

Dengan hasil ini, Kiandra Ramadhipa menutup musim 2026 dengan performa impresif. Ia tidak hanya meraih podium di seri penutup, tetapi juga mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di Misano. Ke depan, ia diharapkan dapat terus berkembang dan bersaing di level yang lebih tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *