Sorothari – 21 Oktober 2026 | Nama Lionel Messi kembali menjadi sorotan menjelang malam puncak Ballon d’Or 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober. Legenda sepak bola Kamerun, Patrick Mboma, menempatkan penyerang Argentina itu di posisi teratas dari lima nama pilihannya untuk meraih trofi bergengsi tersebut. Pilihan Mboma ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat, mengingat persaingan tahun ini diwarnai sejumlah nama besar dengan performa impresif bersama klub masing-masing.
Mboma, yang kini berusia 55 tahun, bukan sosok sembarangan dalam dunia sepak bola Afrika. Ia mencatat 55 penampilan dan 33 gol untuk tim nasional Kamerun, serta turut mengantarkan negaranya menjuarai Piala Afrika pada 2000 dan 2002. Prestasi individunya juga gemilang, termasuk meraih medali emas Olimpiade 2000 dan gelar Pemain Terbaik Afrika pada tahun yang sama. Di level klub, ia sempat merasakan trofi Coupe de France bersama Paris Saint-Germain pada 1995.
Baca juga:Dalam daftar yang disusunnya, Mboma menilai Messi masih menjadi referensi utama di sepak bola dunia. Ia menyoroti dampak besar yang diberikan pemain berusia 39 tahun itu terhadap performa Inter Miami, klub yang kini dibelanya di Major League Soccer (MLS). Selain itu, kontribusi Messi bagi perjalanan tim nasional Argentina di ajang Piala Dunia disebutnya sebagai faktor penentu yang membuatnya layak berada di posisi teratas.
Menariknya, Messi sendiri masih masuk dalam 30 nominasi Ballon d’Or 2026. Sepanjang karier internasionalnya, ia telah mengenakan seragam Albiceleste dalam 208 pertandingan dan mencetak 126 gol. Puncak prestasinya adalah membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 di Qatar, setelah sebelumnya meraih Copa América pada 2021 dan 2024. Hingga kini, Messi telah mengoleksi delapan trofi Ballon d’Or, sebuah rekor yang sulit ditandingi pemain mana pun.
Di bawah Messi, Mboma menempatkan Kylian Mbappe di posisi kedua. Meski kapten timnas Prancis itu belum meraih trofi kolektif bersama Real Madrid maupun negaranya, penampilan individualnya dinilai tetap layak mendapat pengakuan. Posisi ketiga diisi oleh Lamine Yamal, winger muda Spanyol yang terus menunjukkan perkembangan pesat, konsistensi, dan kemampuan teknis mumpuni bersama Barcelona.
Nama Harry Kane menempati urutan keempat dalam daftar Mboma. Penyerang Inggris itu dipuji karena fleksibilitas dan efisiensi serangannya, terlebih lagi statistik impresifnya bersama Bayern Munich yang turut mengantarkan klub tersebut meraih kesuksesan. Sementara itu, posisi kelima diisi Khvicha Kvaratskhelia. Winger Georgia tersebut dinilai Mboma sebagai sosok kunci dalam musim gemilang Paris Saint-Germain.
Baca juga:Jejak Messi di Luar Lapangan
Selain urusan Ballon d’Or, nama Lionel Messi juga mencuat berkat pencapaian unik di dunia sains. Sebuah spesies tanaman sage yang ditemukan di pegunungan Andes, Peru, resmi diberi nama Salvia messii. Tanaman dengan bunga berwarna biru pucat dan putih—mirip warna bendera Argentina—ini menjadi spesies keenam yang dinamai sesuai nama Messi. Sebelumnya, Guinness World Records pada Mei 2024 mencatat Messi sebagai pesepakbola dengan jumlah spesies paling banyak yang dinamai menurut namanya, yakni lima spesies. Kini jumlahnya bertambah menjadi enam setelah Salvia messii dideskripsikan oleh peneliti Paul Gonzales dari Museum Sejarah Alam Universitas Nasional San Marcos, bersama biolog Jean Capcha-Ramos dan peneliti Argentina Rolando Uria, dalam jurnal Phytotaxa edisi Oktober.
Meski demikian, status tanaman tersebut sebagai spesies terancam punah menjadi catatan tersendiri. Salvia messii hanya tumbuh di lereng berbatu kering pada ketinggian 2.000–2.400 meter di atas permukaan laut, sehingga kelestariannya sangat bergantung pada upaya konservasi habitat alpine di sekitarnya. Selain tanaman, lima spesies lain yang lebih dulu dinamai Messi meliputi seekor kadal, laba-laba, brakiopoda prasejarah, burung condor, dan sejenis jamur.
Di sisi lain, pesona Messi juga dirasakan langsung oleh pesepakbola muda Marcel Olivares. Penyerang berusia 15 tahun yang memperkuat tim U-15 Inter Miami itu mengaku sempat berbincang singkat dengan idolanya. Ayah Marcel, Marcelo, menuturkan bahwa Messi lebih dulu menyapa anaknya. “Lionel bertanya, ‘Apakah kamu Marcel?’ dan anak saya menjawab ‘ya’. Messi lalu berkata, ‘Bagus, saya sudah mendengar tentangmu. Mau foto bersama?'” ujar Marcelo seperti dikutip dari AS Chile. Momen itu terjadi karena Marcel bermain bersama Thiago Messi, putra sang bintang, di akademi Inter Miami.
Sementara itu, gaya hidup Messi turut menginspirasi pesepakbola lain. Erling Haaland, striker Manchester City, baru-baru ini membagikan foto dirinya sedang menikmati mate, minuman khas Amerika Selatan yang menjadi favorit Messi. Haaland bahkan berterima kasih kepada para pemain Argentina di klubnya, seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Geronimo Rulli, yang memperkenalkannya pada minuman tersebut. Mate terbuat dari daun dan batang kering tanaman yerba mate, diseduh dengan air panas dalam wadah labu kecil, lalu diseruput melalui sedotan logam bernama bombilla. Minuman ini dikenal mengandung antioksidan serta kafein yang dapat membantu menjaga kewaspadaan.
Baca juga:Dengan malam puncak Ballon d’Or 2026 yang semakin dekat, perdebatan soal siapa yang paling layak meraih trofi masih akan terus bergulir. Pilihan Patrick Mboma yang menempatkan Lionel Messi di posisi teratas menambah warna dalam diskusi tersebut, sekaligus menegaskan bahwa pengaruh sang bintang Argentina belum pudar meski usianya tak lagi muda.












