AC Milan vs Atalanta: Amorim Cetak Sejarah, Rossoneri Menang Dramatis 3-2

AC Milan vs Atalanta: Amorim Cetak Sejarah, Rossoneri Menang Dramatis 3-2
AC Milan vs Atalanta: Amorim Cetak Sejarah, Rossoneri Menang Dramatis 3-2

Sorothari – 22 Oktober 2026 | Laga AC Milan vs Atalanta pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027 di Stadion San Siro, Minggu (18/10/2026), berakhir dramatis untuk tuan rumah. AC Milan menang 3-2 atas Atalanta, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di bawah asuhan Ruben Amorim. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga mencatatkan nama Amorim dalam sejarah klub.

Gol-gol kemenangan Milan dicetak oleh Goncalo Ramos melalui titik penalti pada menit ke-25, Adrien Rabiot menjelang akhir babak pertama, dan Mario Gila pada menit ke-57. Atalanta sempat memberikan perlawanan sengit lewat gol Gianluca Gaetano pada menit ke-66 dan Nikola Krstovic pada menit ke-81. Milan harus bertahan mati-matian di menit-menit akhir untuk mengamankan kemenangan.

Baca juga:
Alasan Ruben Amorim Masukkan Kembali Fikayo Tomori ke Skuad AC Milan

Bagi Amorim, hasil ini memperpanjang catatan impresifnya. Pelatih asal Portugal tersebut menjadi sosok ketiga dalam sejarah AC Milan yang mampu melewati tujuh pertandingan awal Serie A tanpa kekalahan, menyamai pencapaian Luis Carniglia pada 1963 dan Hector Puricelli pada 1955. Dengan empat kemenangan dan tiga hasil imbang, Amorim mengoleksi 15 poin dan membawa Milan ke posisi keempat klasemen sementara, di bawah AS Roma (17 poin), serta Lazio dan Inter Milan (masing-masing 19 poin).

Jalannya Pertandingan

Milan membuka keunggulan pada menit ke-25 setelah wasit memberikan hadiah penalti. Relja Obric dinilai melakukan handball ketika berusaha menghalau tembakan Yunus Musah. Ramos yang menjadi eksekutor sukses menuntaskan peluang tersebut. Menjelang akhir babak pertama, Milan menggandakan keunggulan melalui kerja sama Diego Moreira dan Rabiot. Umpan mendatar Moreira diselesaikan Rabiot dengan tendangan rendah yang tidak mampu dihentikan kiper Atalanta, Marco Carnesecchi.

Memasuki babak kedua, Milan kembali mendapat penalti pada menit ke-57 setelah Thomas Kristensen dianggap handball. Namun, kali ini tendangan Ramos berhasil dibaca dan ditepis Carnesecchi. Meski gagal, Milan tetap mencetak gol dari situasi lanjutan. Berawal dari sepak pojok, Rabiot menyentuh bola di tiang dekat sebelum Gila menyambutnya dengan sundulan di tiang jauh. Skor berubah menjadi 3-0.

Atalanta tidak menyerah. Pada menit ke-66, Gaetano memperkecil ketertinggalan melalui tendangan yang menembus pertahanan Milan. Pertandingan semakin menegangkan setelah Krstovic mencetak gol kedua Atalanta pada menit ke-81, memanfaatkan umpan silang mendatar Raoul Bellanova dari sisi kanan. Milan pun harus bekerja keras untuk menjaga keunggulan hingga peluit panjang.

Baca juga:
Atletico Madrid Dibayangi Kekalahan dari Athletic Bilbao Jelang Hadapi Liverpool di Liga Champions

Rekor dan Reaksi Amorim

Kemenangan atas Atalanta membawa Amorim menyamai rekor yang pernah dicatatkan Luis Carniglia pada 1963. Saat itu, Carniglia juga mengawali kiprahnya bersama Milan dengan tujuh laga tanpa kekalahan. Sebelumnya, Hector Puricelli menorehkan catatan serupa pada 1955 dengan tiga kemenangan dan empat hasil imbang. Kini, Amorim menorehkan empat kemenangan dan tiga imbang dalam tujuh pertandingan pertamanya.

Meski puas dengan tambahan tiga poin, Amorim menyoroti penurunan konsentrasi timnya setelah unggul 3-0. Menurutnya, Milan hampir kehilangan kendali permainan ketika Atalanta mencetak dua gol balasan. “Tentu saja, hasil akhir adalah hal yang paling penting. Tapi, kami juga harus menganalisis performa sepanjang laga,” ujar Amorim, dilansir Sky Sports Italia.

Amorim menilai momentum pertandingan berubah drastis setelah Milan gagal mempertahankan kendali. Sebelum lawan mencetak gol pertama, Rossoneri justru lebih berpeluang menambah keunggulan. “Rotasi skuad sangat membantu kami,” kata Amorim. Ia menjelaskan bahwa perubahan dalam cara Milan melakukan pressing membutuhkan waktu, tetapi pemain mulai memahami kapan harus memberikan tekanan dan bagaimana menempati posisi yang tepat.

Kiper Mike Maignan menjadi salah satu penyelamat Milan setelah menggagalkan peluang Davide Zappacosta yang berpotensi mengubah pertandingan. Meski sempat kehilangan kendali, Amorim tidak ingin drama di penghujung laga menutupi perkembangan timnya.

Baca juga:
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Fokuskan Karier Bersama Inter Miami

Dampak dan Jadwal Selanjutnya

Dengan hasil ini, AC Milan menempati peringkat keempat klasemen sementara dengan 15 poin, terpaut empat angka dari Inter Milan yang memimpin. Sementara Atalanta masih berada di peringkat ke-10 dengan sembilan poin. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Milan yang tengah membangun konsistensi di bawah Amorim.

Selanjutnya, Milan akan menghadapi Bournemouth di Liga Europa sebelum kembali berlaga di Serie A melawan Udinese. Jadwal padat ini akan menjadi ujian bagi kedalaman skuad dan kemampuan Amorim merotasi pemain. Sementara itu, Atalanta yang ditangani Maurizio Sarri akan berusaha bangkit pada pertandingan berikutnya.

Bagi Milan, rekor tak terkalahkan ini memberikan harapan baru setelah beberapa musim terakhir kurang konsisten. Namun, Amorim menegaskan timnya masih perlu memperbaiki performa agar mampu bersaing sepanjang musim. Laga AC Milan vs Atalanta menjadi bukti bahwa Rossoneri mulai menemukan identitas permainan di bawah arahan pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *