Tesla Roadster Terbang: Antara Inovasi, Kontroversi, dan Reaksi Global

Tesla Roadster Terbang: Antara Inovasi, Kontroversi, dan Reaksi Global
Tesla Roadster Terbang: Antara Inovasi, Kontroversi, dan Reaksi Global

Sorothari – 22 Oktober 2026 | Peluncuran prototipe Tesla Roadster yang diklaim mampu terbang sebentar menggunakan pendorong gas dingin telah memicu diskusi luas tentang masa depan tesla flying cars. Mobil listrik sport itu diperkenalkan pada 15 Oktober 2026 dan langsung menjadi perbincangan di media sosial, mulai dari kekaguman hingga keraguan soal aspek keselamatan dan regulasi. CEO Tesla, Elon Musk, dalam unggahannya di platform X menyatakan, “Turns out the future does have flying cars,” menegaskan bahwa era mobil terbang telah tiba.

Roadster generasi baru ini diklaim dapat melayang, berputar di udara, bahkan melakukan manuver jungkir balik berkat sistem pendorong gas dingin dan teknologi hisap multi-mode. Tesla juga menjanjikan kemampuan menempel ke permukaan untuk menciptakan downforce pada kecepatan nol, serta potensi kecepatan hingga 330 mph yang akan menjadikannya mobil tercepat di dunia. Namun, di balik klaim tersebut, sejumlah pengamat mempertanyakan relevansi dan kepraktisan fitur-fitur tersebut untuk penggunaan sehari-hari.

Baca juga:
Toyota Auto Show 2026 di Makassar, Kalla Toyota Pamerkan Land Cruiser FJ hingga Mobil Bekas

Reaksi Publik dan Politik

Reaksi terhadap tesla flying cars tidak seragam. Di media sosial Tiongkok, warganet ramai-ramai memperolok dan berdiskusi tentang bagaimana mobil terbang ini bisa diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, di Amerika Serikat, Gubernur Florida Ron DeSantis memberikan dukungan politik dengan berjanji akan “memastikan” bahwa Roadster terbang tersebut legal di negara bagiannya. “Kami akan memastikan itu legal. Setidaknya bisa digunakan untuk melompati golf cart di The Villages,” tulis DeSantis. Pernyataan ini menunjukkan bahwa isu tesla flying cars telah masuk ke ranah politik praktis.

Di sisi lain, kalangan pengamat otomotif dan dirgantara menyoroti bahwa kolaborasi antara Tesla dan SpaceX dalam proyek ini menandai titik temu yang menarik antara teknologi otomotif dan kedirgantaraan. Meski demikian, banyak yang menilai peluncuran ini lebih sebagai strategi pemasaran untuk membangun hype daripada produk yang siap dipasarkan. Tesla disebut tengah mengembangkan lintasan melingkar khusus untuk memamerkan kemampuan Roadster, mengingat mobil ini kemungkinan tidak akan sepenuhnya legal untuk digunakan di jalan raya umum.

Baca juga:
Insentif Motor Listrik Dipangkas Jadi Rp 3 Juta, Menteri Purbaya Beri Penjelasan Begini

Sejarah Mobil Terbang dan Tantangan Regulasi

Mimpi tentang mobil terbang sebenarnya bukan hal baru. Sejak 1917, majalah Illustrated World telah memprediksi kehadiran kendaraan yang bisa berjalan di jalan, melintasi air, dan terbang di udara. Berbagai proyek mobil terbang telah muncul sejak saat itu, seperti Model 11 Autoplane dan Tampier Roadable biplane pada 1921, namun semuanya terhenti karena hambatan regulasi dan teknologi. Kini, dengan tesla flying cars, pertanyaan serupa kembali muncul: apakah kendaraan ini akan benar-benar bisa dioperasikan secara legal dan aman?

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai sertifikasi keselamatan atau uji coba jalan raya untuk Roadster terbang. Tesla menargetkan produksi pada 2028, tetapi skeptisisme tetap tinggi mengingat rekam jejak Musk yang sering kali tidak memenuhi target yang diumumkan. Meski begitu, jika berhasil diwujudkan, Roadster ini berpotensi menjadi tonggak sejarah baru dalam industri otomotif dan kedirgantaraan, sekaligus memperkuat posisi Tesla sebagai perusahaan yang berani mendobrak batas inovasi.

Baca juga:
Mazda Resmi Rakit Lokal, Luncurkan Tiga Model Baru di GIIAS 2026

Sejumlah analis menilai bahwa proyek tesla flying cars juga berfungsi sebagai kendaraan promosi untuk layanan robotaxi Cybercab yang direncanakan Tesla. Dengan menawarkan pengalaman berkendara yang spektakuler, Tesla berharap dapat menarik minat para penggemar teknologi untuk beralih ke layanan transportasi otonom mereka di masa depan. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal peluncuran resmi atau ketersediaan Roadster terbang di pasar global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *