Sorothari – 20 Oktober 2026 | Tesla Roadster flying car kembali menjadi perbincangan hangat setelah prototipe terbaru mobil listrik tersebut melakukan manuver melayang singkat di udara dalam acara peluncuran di Texas, Amerika Serikat, pada 15 Oktober 2026. Dalam demonstrasi yang digelar di lokasi uji SpaceX itu, kendaraan sempat terangkat dari permukaan tanah, berputar di udara, lalu mendarat kembali dengan bantuan pendorong gas dingin atau cold-gas thruster yang dipinjam dari perusahaan roket milik Elon Musk tersebut. Aksi itulah yang membuat label Tesla Roadster flying car melekat kuat di pemberitaan media internasional, meski secara teknis mobil ini belum sepenuhnya terbang bebas seperti pesawat.
Reaksi pasar pun langsung terlihat. Saham Tesla (TSLA) sempat melonjak hingga 5,4 persen pada perdagangan premarket keesokan harinya, sebelum akhirnya sebagian besar kenaikan itu tergerus seiring aksi jual di sektor teknologi secara lebih luas. Lonjakan sesaat tersebut mencerminkan antusiasme investor terhadap narasi teknologi baru, tetapi juga menunjukkan keraguan pasar begitu detail produk dipertanyakan.
Baca juga:Spesifikasi yang Diklaim Tesla
Tesla memperkenalkan Roadster baru dalam tiga varian: Performance, Thrust, dan Rocket. Untuk versi Performance, pabrikan mengklaim akselerasi 0-60 mph di bawah 1,6 detik. Sementara itu, versi berpendorong roket mencatatkan waktu 0-60 mph sebesar 0,81 detik dalam demonstrasi langsung, angka yang dikutip sejumlah media termasuk analisis TradingKey. Tesla juga menyebut kecepatan puncak melebihi 230 mph dan jangkauan lebih dari 300 mil, namun hingga kini belum ada pengujian independen yang memverifikasi klaim tersebut.
Momen paling dramatis tentu bukan soal angka, melainkan saat mobil terangkat dari tanah menggunakan pendorong gas dingin yang dipasang di bagian belakang. Beberapa media keuangan menyebut aksi itu sebagai kemampuan “terbang” dalam durasi singkat. CEO Elon Musk dalam pidatonya menyatakan produksi akan dimulai pada 2028, dengan penekanan kata “actually” yang secara implisit mengakui sejarah panjang penundaan Tesla.
Namun, hingga saat ini Tesla belum mengumumkan harga final. Kapasitas baterai, tenaga akhir, bobot kosong, dan tanggal pengiriman pasti juga masih belum dikonfirmasi. Artinya, sebagian besar spesifikasi yang dipamerkan masih berstatus demonstrasi, bukan spesifikasi produksi yang terverifikasi.
Kredibilitas dan Sejarah Janji yang Tertunda
Peluncuran ini tak lepas dari bayang-bayang sejarah. Roadster generasi baru pertama kali diperkenalkan pada 2017 dengan janji pengiriman mulai 2020. Nyatanya, tenggat itu bergeser berkali-kali ke 2021, 2023, dan seterusnya. Karena itu, pemberitaan media terbelah: sebagian mengagumi rekayasa teknologi, sebagian lain mengingatkan bahwa Tesla pernah gagal memenuhi janji serupa.
Baca juga:Jalopnik, misalnya, membingkai peluncuran ini sebagai ujian kredibilitas Tesla, bukan sekadar spectacle. Media tersebut mengutip Reuters yang menyebut Tesla akan memperkenalkan Roadster hasil desain ulang hampir sembilan tahun setelah versi generasi berikutnya pertama kali ditunjukkan. Sementara itu, WIRED, Road & Track, dan Autoblog turut membahas peluncuran dengan sudut pandang yang beragam, mulai dari kekaguman atas inovasi hingga skeptisisme terhadap realisasi produksi.
Pertanyaan yang menggantung kini bukan lagi apakah Tesla mampu membuat sesuatu yang spektakuler di atas panggung, melainkan apakah perusahaan bisa mewujudkannya untuk garasi konsumen.
Alternatif Mobil Listrik Cepat di Harga Deposit
Di tengah ketidakpastian itu, sejumlah pengamat otomotif menawarkan perspektif lain. Bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik berperforma tinggi saat ini, ada beberapa pilihan yang harganya setara dengan uang muka Roadster. Carwow, misalnya, menyoroti lima mobil listrik yang bisa dibeli dengan harga sekitar £50.000, atau sekitar Rp1 miliar, setara perkiraan deposit Roadster.
- Porsche Taycan Turbo bekas tahun 2020 dengan jarak tempuh 39.000 mil, bertenaga 680 hp dan akselerasi 0-60 mph dalam 3,2 detik.
- Polestar 4 Performance hampir baru dengan jangkauan 367 mil dan interior mewah.
- Hyundai Ioniq 5 N dengan simulasi perpindahan gigi dan suara mesin buatan.
- Tesla Model 3 Performance 2024 seharga £43.000 dengan tenaga 460 hp dan akselerasi 2,9 detik.
Pilihan-pilihan ini menegaskan bahwa mobil listrik cepat sudah tersedia sekarang, tanpa perlu menunggu janji teknologi yang belum pasti.
Baca juga:Flying Car: Antara Mitos dan Realitas
Gagasan tentang kendaraan terbang sebenarnya bukan hal baru. Dalam budaya India, kisah Ramayana mengenal Pushpak Vimana, kereta terbang milik Ravana yang digambarkan bergerak secepat pikiran. Jagran New Media bahkan membandingkan Tesla Roadster dengan kendaraan mitologis tersebut, menyoroti kemampuan manuver udara yang disebut-sebut menyerupai deskripsi Pushpak.
Namun, terlepas dari klaim itu, adopsi massal kendaraan terbang masih jauh dari kenyataan. Menurut laporan, jumlah taksi udara eVTOL memang terus bertambah, tetapi kendala regulasi, infrastruktur, dan keselamatan membuat kendaraan terbang pribadi belum bisa menjadi transportasi sehari-hari dalam waktu dekat. Bahkan Kim Komando, dalam ulasannya, menyebut mobil super terbang Musk sebagai “stunt, bukan produk” dan memperkirakan mobil terbang sungguhan masih puluhan tahun lagi.
Dengan demikian, Tesla Roadster flying car lebih tepat dipahami sebagai demonstrasi teknologi yang memicu imajinasi, bukan sebagai kendaraan terbang yang siap dipasarkan. Hingga saat ini, Tesla belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai spesifikasi final, harga, atau tanggal pengiriman yang pasti. Publik pun masih menanti apakah janji produksi 2028 akan kali ini ditepati, atau kembali menjadi babak baru dalam sejarah panjang penundaan Roadster.












