Flamengo Gugat Conmebol Libertadores, Singgung Preseden Kasus Santos 2018

Flamengo Gugat Conmebol Libertadores, Singgung Preseden Kasus Santos 2018
Flamengo Gugat Conmebol Libertadores, Singgung Preseden Kasus Santos 2018

Sorothari – 25 Oktober 2026 | Flamengo resmi mengajukan protes ke Conmebol terkait keabsahan penampilan bek Marcos Rojo bersama Estudiantes pada semifinal Conmebol Libertadores 2026. Langkah ini mencuatkan kembali preseden serupa yang pernah menimpa Santos pada 2018, ketika klub Brasil itu dihukum akibat memainkan Carlos Sánchez secara tidak sah. Kubu Flamengo menegaskan langkah mereka bukan upaya mencari kemenangan di luar lapangan, melainkan untuk memastikan regulasi kompetisi berlaku adil bagi semua klub.

Protes tersebut bermula dari keputusan Estudiantes yang mendaftarkan Rojo pada 9 Oktober 2026 sebagai pengganti Gabriel Neves yang cedera. Padahal, jendela transfer di Argentina sudah ditutup sejak 2 September, dan Rojo tercatat masih memperkuat Racing hingga 27 September. Conmebol sempat menolak permohonan klub Argentina itu pada 14 dan 15 Oktober setelah berkonsultasi dengan FIFA, yang menegaskan aturan jendela transfer bersifat wajib dan tidak bisa dikecualikan.

Baca juga:
Krisis Manchester United: Gullit Minta Kesabaran, Martinez Minta Maaf Usai Kritik Manajemen

Namun, Estudiantes mengajukan banding ke Tribunal Arbitral do Esporte (CAS) pada 16 Oktober. Pada 21 Oktober, CAS memberikan izin sementara kepada Rojo untuk tampil di leg kedua semifinal di Maracanã, meski permintaan Estudiantes agar konsekuensi hukum dari keputusan akhir dihapus ditolak. Flamengo mengklaim telah memberi tahu CAS dan Estudiantes sebelum laga bahwa mereka akan menuntut haknya jika Rojo diturunkan. Setelah pertandingan yang berakhir dengan eliminasi Flamengo melalui adu penalti, klub asal Rio de Janeiro itu resmi mengajukan keluhan sesuai Pasal 24.1.b Kode Disiplin Conmebol.

Preseden Santos 2018 dan Bayang-Bayang Ketidakadilan

Kasus ini mengingatkan publik pada peristiwa serupa delapan tahun silam. Dalam Conmebol Libertadores 2018, Santos tersingkir di babak 16 besar setelah Conmebol memutuskan mereka memainkan Carlos Sánchez secara tidak sah. Saat itu, Santos bermain imbang 0-0 melawan Independiente di leg pertama, tetapi Conmebol mengubah hasil menjadi kemenangan 3-0 untuk Independiente karena Sánchez masih memiliki sisa hukuman dari kompetisi sebelumnya. Santos berargumen bahwa laporan pelanggaran berasal dari Conmebol sendiri, bukan dari klub lawan. Namun, tak ada satu pun klub Brasil yang membela mereka saat itu.

Dalam pandangan yang beredar di media Brasil, peristiwa itu menunjukkan lemahnya solidaritas antarklub nasional ketika berhadapan dengan sengketa regulasi di level kontinental. Kini, Flamengo berharap dapat menghindari nasib serupa dengan mengajukan protes resmi dan menuntut kepastian hukum sebelum partai final digelar. Jika protes dikabulkan, Flamengo berpotensi mendapatkan kemenangan administratif 3-0 atas Estudiantes dan melaju ke final.

Baca juga:
Aldi Satya Mahendra Diproyeksikan ke Moto2 Usai Target Podium World Supersport 2027

Pihak Estudiantes sendiri telah bersiap menghadapi partai puncak melawan Palmeiras yang dijadwalkan pada 28 November 2026 di Stadion Centenario, Montevideo. Pelatih Palmeiras, Abel Ferreira, saat ditanya soal kontroversi ini, menegaskan bahwa timnya lolos ke final murni karena prestasi. “Palmeiras ada di sana karena meritokrasi, tanpa tanda bintang,” ujar Abel seperti dikutip dalam konferensi pers usai laga melawan Bragantino.

Jadwal Sidang CAS dan Dampak pada Final

CAS dijadwalkan menggelar sidang pada 12 November 2026, hanya 16 hari sebelum final. Flamengo menegaskan akan menghormati keputusan lembaga arbitrase tersebut. Dalam pernyataan resminya, klub menyatakan tidak memulai prosedur apa pun terkait pendaftaran Rojo, melainkan hanya merespons proses yang diprakarsai Estudiantes. “Kami tidak mencari hasil di luar lapangan. Kami ingin memastikan aturan kompetisi internasional berlaku sama bagi semua klub dari semua negara,” demikian bunyi pernyataan resmi Flamengo.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final dari CAS maupun Conmebol. Jika CAS memenangkan Flamengo, maka partai final Conmebol Libertadores 2026 berpotensi berubah, dengan Flamengo menggantikan Estudiantes untuk menghadapi Palmeiras. Sebaliknya, jika protes ditolak, Estudiantes tetap berhak tampil di final. Publik sepak bola Amerika Selatan kini menanti apakah sejarah 2018 akan terulang atau keadilan regulasi benar-benar ditegakkan.

Baca juga:
Dinamika Sepak Bola Terkini: Kabar Santos FC hingga Persaingan Ketat di Berbagai Kompetisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *