Sorothari – 26 Oktober 2026 | Los Angeles Lakers memulai musim 2026-27 dengan catatan sempurna 2-0, dan sejumlah keputusan personel di offseason mulai menunjukkan hasil. Di tengah sorotan terhadap performa tim, nama Walker Kessler dan Ziaire Williams mencuat sebagai tambahan yang langsung memberi dampak, sementara keputusan melepas Dorian Finney-Smith dinilai tepat oleh sebagian pengamat. Lakers juga masih menyisakan tanda tanya soal kedalaman bangku cadangan, terutama saat Kessler beristirahat.
Kessler, center berusia 25 tahun, tampil mengesankan dalam dua laga awal. Melawan Los Angeles Clippers pada Jumat (23/10/2026) waktu setempat, ia mencetak 22 poin dengan akurasi 11 dari 14 tembakan, delapan rebound, tiga assist, enam blok, dan tiga steal dalam 35 menit. Pelatih kepala JJ Redick pun tidak ragu memuji perkembangan pemain yang baru direkrut tersebut.
Baca juga:“Saya sudah merasa dia pemain yang sangat bagus. Dia membuktikan itu benar. Dia pemain bola basket yang fantastis, dan saya pikir dia akan terus menjadi lebih baik,” kata Redick usai kemenangan atas Clippers. “Itu salah satu alasan kami menginginkannya, dan dia sangat menarik bagi kami karena usianya, dan kami merasa cocok dengan dua bintang kami, serta seseorang yang bisa terus tumbuh dan menjadi pemain hebat di NBA.”
Kehadiran Kessler menjawab kebutuhan Lakers akan pelindung rim yang andal sejak kepergian Anthony Davis. Redick menyoroti kemampuan Kessler mengubah arah tembakan lawan. “Saya pikir ada beberapa momen ketika mereka sepertinya punya peluang layup, dan dia datang memblok atau membuat tembakan berubah. Upaya keduanya luar biasa. Pertandingan besar lainnya baginya dalam hal berlari,” tambah Redick.
Namun, di balik performa impresif Kessler, Lakers menghadapi masalah saat ia tidak berada di lapangan. Selisih pertahanan tim begitu mencolok ketika Kessler duduk di bangku cadangan. Redick bahkan menarik Kevon Looney setelah lima menit karena kesulitan. Musim perdagangan masih beberapa bulan lagi, sehingga solusi untuk mencari cadangan yang andal bagi Kessler belum tentu segera datang. Kessler sendiri sempat absen sebagian besar musim lalu karena cedera bahu, dan ia mengaku senang bisa kembali sehat dan bermain bersama rekan-rekannya.
Ziaire Williams Nyaman Jadi Pengawal Utama
Selain Kessler, Lakers juga mendapat kontribusi signifikan dari Ziaire Williams. Pemain berusia 25 tahun yang direkrut dengan kontrak minimum itu dipercaya mengisi peran sebagai defender utama di lini perimeter. Williams mengaku menerima tanggung jawab tersebut dengan bangga.
“Ya, itu tugas saya dan saya menjalankannya dengan bangga,” ujar Williams kepada ESPN Los Angeles setelah kemenangan atas Clippers. “Saya menganggap serius lawan yang saya jaga, scouting saya serius, dan bersedia melakukan apa pun untuk menang. Jadi saya senang kami meraih kemenangan.”
Baca juga:Williams juga memuji Kessler sebagai pemimpin vokal di pertahanan yang memungkinkannya bermain agresif di perimeter. “Dia orang paling bersuara di lapangan,” kata Williams tentang Kessler. “Saya mendengar setiap panggilan screen, kiri, kanan, blitz, dan sebagainya. Dia jangkar pertahanan kami dan kami sangat beruntung memilikinya.”
Redick pun memberi apresiasi kepada Williams dan Matisse Thybulle. “Saya pikir kedua pemain itu melakukan tugas dengan baik,” kata Redick. “Saya pikir beberapa hal tentang Garland adalah kesalahan coverage. Saya tahu dia mendapat beberapa layup ketika kami tidak memiliki low man. Tapi secara keseluruhan, mereka mengambil matchup itu dan melakukannya dengan baik. Dia pemain ofensif yang sangat dinamis. Matisse jelas, saya pikir dia sangat bagus dalam menjaga bola hari ini. Dan ketika dia bermain dalam peran free safety, ketika dia off the ball dengan Ziaire on ball atau Q (Quentin Grimes) on ball, dia pembuat peluang. Dia pembuat peluang defensif.”
Keputusan Melepas Finney-Smith
Di sisi lain, keputusan Lakers membiarkan Dorian Finney-Smith pergi pada musim panas 2025 menuai penilaian beragam. Finney-Smith menolak opsi pemain senilai 15,4 juta dolar AS untuk masuk pasar bebas. Ia menjalani operasi pada pergelangan kaki kiri yang sudah mengganggunya selama beberapa tahun. Lakers saat itu menginginkan ruang gaji untuk musim panas 2026 dan hanya tertarik memberikan kontrak jangka pendek. Finney-Smith kemudian menemukan kesepakatan jangka panjang di pasar bebas dan hengkang.
Keputusan tersebut sempat dipertanyakan karena Finney-Smith adalah forward setinggi 6 kaki 7 inci yang memiliki rekam jejak bermain baik di samping Luka Doncic. Lakers juga harus merelakan tiga pick putaran kedua untuk mendapatkannya beberapa bulan sebelumnya. Selama di Los Angeles, ia hanya tampil dalam 43 pertandingan musim reguler dan Lakers tersingkir di putaran pertama playoff. Nilai tukar itu memang tidak ideal, tetapi manajemen dinilai bijak tidak memperburuk keadaan dengan memberi kontrak jangka panjang.
Sejak itu, karier Finney-Smith menurun. Ia tidak bermain pada Hari Natal 2025, melewatkan 27 pertandingan pertama Houston Rockets untuk pemulihan pascaoperasi, dan tidak pernah tampil sama seperti sebelumnya. Pemain berusia 33 tahun itu keluar-masuk rotasi Rockets musim lalu dengan rata-rata hanya 3,3 poin, 2,5 rebound, dan 1,0 assist dalam 16,8 menit per pertandingan selama 37 laga. Ia bahkan tidak masuk rotasi di awal seri playoff putaran pertama melawan Lakers, tetapi pelatih kepala Ime Udoka memasukkannya saat Kevin Durant absen. Finney-Smith mencatat minus-26 dalam 49 menit pada empat pertandingan terakhir seri tersebut.
Baca juga:Kesulitan mencetak angka dan bertahan membuat Houston ingin melepasnya. Mereka memberikan tiga pick putaran kedua untuk mengirimnya ke Charlotte Hornets pada Juli. Hanya dua bulan kemudian, Hornets memindahkan Finney-Smith ke Atlanta Hawks untuk mendapatkan Buddy Hield dan Ryan Nembhard. Finney-Smith saat ini menerima gaji 14,1 juta dolar AS musim ini, tetapi kontraknya tidak dijamin untuk musim 2027-28.
Isu Kepemilikan dan Masa Depan
Di luar urusan lapangan, Mark Walter dikabarkan sedang mencari pembeli untuk tim WNBA Los Angeles Sparks. Langkah itu muncul beberapa bulan setelah ia menjual sahamnya di Lakers dalam transaksi senilai 12,5 miliar dolar AS kepada Joshua Kushner dan Bob Iger. Sparks telah berada di bawah grup kepemilikan Walter sejak 2014 dan tidak termasuk dalam transaksi Lakers. Forbes menilai Sparks sebesar 350 juta dolar AS, peringkat ketujuh di antara 15 tim WNBA. Rencana pembangunan fasilitas latihan baru seluas 64.000 kaki persegi di El Segundo dengan biaya sekitar 150 juta dolar AS juga disebut dalam laporan tersebut.
Walter, salah satu pendiri Guggenheim Partners, membeli Lakers pada valuasi 10 miliar dolar AS sebelum menjualnya. Kesepakatan itu menjadi tonggak karena menempatkan Lakers sebagai salah satu tim olahraga paling mahal di dunia. Sementara itu, di lapangan, Lakers akan menghadapi ujian berikutnya dengan komposisi roster yang baru. Performa Kessler dan Williams menjadi sinyal positif, tetapi kedalaman tim di posisi center dan konsistensi pertahanan perimeter masih menjadi pekerjaan rumah bagi Redick dan jajaran pelatih.












