PSIM Jogja Kalah 1-2 dari PSM Makassar, Jean-Paul Van Gastel Dipecat

PSIM Jogja Kalah 1-2 dari PSM Makassar, Jean-Paul Van Gastel Dipecat
PSIM Jogja Kalah 1-2 dari PSM Makassar, Jean-Paul Van Gastel Dipecat

Sorothari – 20 Oktober 2026 | Pertandingan PSIM vs PSM Makassar pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk PSM Makassar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (16/10/2026). Kekalahan ini membuat PSIM Jogja semakin terpuruk di dasar klasemen dan berujung pada pemecatan pelatih kepala Jean-Paul van Gastel.

PSIM Yogyakarta gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Dusan Lagator dari PSM diganjar kartu merah pada menit ke-79. Meski bermain dengan 10 orang, PSM Makassar mampu mempertahankan keunggulan. Gol kemenangan PSM dicetak oleh Achmat Fahrul Aditia dan Stefan Jevtoski, sementara PSIM hanya mampu membalas melalui Ze Valente.

Baca juga:
PSM Makassar Bertekad Bangkit Usai Dihajar PSS Sleman, Bidik Poin Penuh Lawan PSIM

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku timnya kurang beruntung dalam laga tersebut. “Pada babak pertama, kami sebenarnya tampil baik. Kami hanya sedikit kurang beruntung,” ujarnya seusai pertandingan. Ia juga menyoroti peluang emas yang gagal dimanfaatkan anak asuhnya. “Kami juga memperoleh beberapa peluang emas, tetapi sayangnya gagal memanfaatkannya,” tambah Van Gastel.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM. Dari lima laga yang telah dijalani, Laskar Mataram hanya meraih satu poin dan belum sekalipun meraih kemenangan. Hasil buruk tersebut menempatkan PSIM di posisi ke-16 klasemen sementara atau zona degradasi.

Manajemen PSIM Jogja bergerak cepat menyikapi situasi ini. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengumumkan pengakhiran kerja sama dengan pelatih kepala Jean-Paul. “Menanggapi situasi yang ada, tugas saya sebagai direktur utama adalah memastikan keamanan dan keberlangsungan PSIM. Oleh sebab itu, saya dan manajemen PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Head Coach JP,” kata Liana, sapaan akrabnya, di laman resmi klub.

Baca juga:
Dinamika Sepak Bola Terkini: Kabar Santos FC hingga Persaingan Ketat di Berbagai Kompetisi

Liana menegaskan bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk posisi pelatih kepala. Staf kepelatihan lainnya seperti pelatih fisik dan pelatih kiper tetap dipertahankan. “Terkait supporting team dari coach Jean-Paul, seperti pelatih fisik dan pelatih kiper, kami tidak mengambil tindakan pengakhiran kerja sama. Keputusan ini khusus berlaku untuk pelatih kepala saja. Sedangkan jajaran staf kepelatihan lainnya tetap kita pertahankan sembari terus dievaluasi kinerjanya di lapangan,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Manajemen juga tengah mencari pelatih kepala baru sesuai regulasi liga yang memberikan batas waktu maksimal satu bulan. “Untuk posisi caretaker, kami menunjuk Coach Guntur bersama tim analis untuk memimpin tim sementara waktu. Kami juga akan bekerja cepat dalam kurun waktu di bawah satu bulan untuk mendapatkan pelatih kepala yang baru sesuai batas maksimal regulasi, yakni satu bulan,” ujar Liana.

Jean-Paul van Gastel merupakan pelatih kelahiran Breda, Belanda, yang memulai karier sebagai asisten pelatih di Feyenoord. Ia juga pernah menjadi asisten di GZ City dan NAC Breda sebelum promosi menjadi pelatih utama di Besiktas pada 2024. Pria berusia 54 tahun itu bergabung dengan PSIM Yogyakarta pada 12 Juni 2025.

Baca juga:
Hasil PSIM vs Persita 1-1: Debut Gemilang Dion Markx hingga Perjalanan Darat Imbas Erupsi

Sementara itu, kemenangan atas PSIM menjadi modal berharga bagi PSM Makassar. Gelandang Rizky Eka terpilih sebagai Player of the Match berkat kontribusinya, termasuk satu assist untuk gol Stefan Jevtoski. “Sangat bersyukur, alhamdulillah akhirnya kita bisa meraih kemenangan ini,” ujar Rizky Eka. Ia berharap tren positif ini bisa berlanjut saat PSM menghadapi Persebaya di Stadion Gelora BJ Habibie pada Kamis (22/10) mendatang.

Dengan hasil ini, PSIM vs PSM Makassar menjadi sorotan karena dampaknya yang besar terhadap posisi kedua tim. PSIM kini harus segera berbenah di bawah kendali caretaker untuk keluar dari zona degradasi, sementara PSM berupaya menjaga konsistensi di papan atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *