Kurs USD Hari Ini di Berbagai Belahan Dunia: Bolivar Venezuela Melemah, Kiểm hối TP HCM Turun

Kurs USD Hari Ini di Berbagai Belahan Dunia: Bolivar Venezuela Melemah, Kiểm hối TP HCM Turun
Kurs USD Hari Ini di Berbagai Belahan Dunia: Bolivar Venezuela Melemah, Kiểm hối TP HCM Turun

Sorothari – 20 Oktober 2026 | Perkembangan kurs USD hari ini menunjukkan dinamika yang beragam di sejumlah negara. Di Venezuela, Bank Sentral Venezuela (BCV) menetapkan kurs resmi pada 20 Oktober 2026 sebesar 881,8769 bolivar per dolar AS, naik tipis 0,092 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, di Vietnam, remitansi ke Kota Ho Chi Minh (TP HCM) tercatat hampir 6,9 miliar dolar AS setelah sembilan bulan, turun 14 persen secara tahunan. Di sisi lain, saham Corning Inc. mendapat sorotan setelah Truist Financial menaikkan target harganya, meski harga sahamnya masih jauh di bawah target.

Kurs USD hari ini di Venezuela menjadi perhatian pasar karena kenaikan bolivar yang sangat kecil ini mencerminkan upaya bank sentral untuk menstabilkan nilai tukar di tengah tekanan inflasi yang tinggi. Menurut laporan BCV, kurs tersebut merupakan rata-rata tertimbang dari operasi harian di meja perubahan bank-bank peserta. Sepanjang tahun 2026, bolivar telah terdepresiasi 195,7898 persen terhadap dolar AS, dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pelemahannya mencapai 328,7712 persen. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ada kenaikan tipis pada hari itu, tekanan terhadap mata uang Venezuela masih sangat besar.

Baca juga:
Rumor Akuisisi Bango oleh UNVR Dibantah, Grup Djarum Tegaskan Tidak Ada Rencana

Di kawasan Asia Tenggara, tepatnya di Vietnam, data dari Bank Negara Vietnam Cabang Wilayah 2 menunjukkan bahwa remitansi ke TP HCM pada kuartal III 2026 mencapai lebih dari 2,8 miliar dolar AS, naik lebih dari 800 juta dolar AS dibanding kuartal sebelumnya. Kenaikan ini menjadi titik balik setelah dua kuartal berturut-turut mengalami penurunan sebesar 17 persen dan 28 persen. Secara kumulatif, dari Januari hingga September 2026, remitansi ke TP HCM mencapai 6,87 miliar dolar AS, turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Asia masih menjadi kontributor terbesar dengan hampir 1,68 miliar dolar AS atau 59 persen dari total, diikuti Amerika dengan 749 juta dolar AS (26 persen), Eropa 222 juta dolar AS, dan Oseania 173 juta dolar AS. Sekitar 78 persen remitansi disalurkan melalui organisasi ekonomi yang menerima dan membayar valuta asing, sedangkan sisanya melalui lembaga kredit.

Wakil Direktur Bank Negara Vietnam Cabang Wilayah 2, Tran Thi Ngoc Lien, menjelaskan bahwa pemulihan remitansi pada kuartal III terutama didorong oleh pasar Asia, khususnya dampak dari apresiasi won Korea Selatan terhadap dolar AS, serta faktor musiman menjelang akhir tahun ketika kebutuhan investasi dan konsumsi meningkat. Bank Negara Vietnam Cabang Wilayah 2 memproyeksikan remitansi ke TP HCM sepanjang tahun ini mencapai sekitar 9,5 hingga 9,8 miliar dolar AS, lebih rendah dari 10,3 miliar dolar AS pada tahun lalu. Menurut Lien, penurunan ini terjadi di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi global, dolar AS yang tetap tinggi, dan kebijakan imigrasi yang ketat di beberapa negara yang memengaruhi lapangan kerja, pendapatan, dan kemampuan warga Vietnam di luar negeri untuk mengirim uang.

Di pasar saham Amerika Serikat, Corning Inc. menjadi perbincangan setelah Truist Financial menaikkan target harga sahamnya dari 175,00 dolar AS menjadi 182,00 dolar AS pada 2 Oktober 2026, dengan tetap mempertahankan peringkat beli. Pada 19 Oktober 2026, harga saham Corning di NYSE diperdagangkan pada 135,62 dolar AS per pukul 9:49 waktu setempat, sehingga target baru tersebut berada 34,19 persen di atas harga saat itu. Harga saham Corning di Lang & Schwarz pada 19 Oktober 2026 pukul 15:37 CEST adalah 120,02 euro, naik 0,22 persen dari penutupan Xetra pada 16 Oktober 2026 sebesar 119,76 euro. Corning memiliki rasio harga terhadap laba (P/E) 61,67 dan kapitalisasi pasar 116,8 miliar dolar AS per 19 Oktober 2026. Rentang 52 minggu saham ini adalah 77,39 hingga 271,78 dolar AS, sehingga harga saat ini berada 50,10 persen di bawah titik tertinggi dan 75,23 persen di atas titik terendah. Secara year-to-date hingga 16 Oktober 2026, saham Corning telah naik 58,10 persen, dengan volume perdagangan terakhir 788.095 saham dibandingkan rata-rata 10.031.509 saham.

Baca juga:
Saham TLKM Anjlok 6,84 Persen ke Rp1.770 saat IHSG Tembus Bawah 5.000

Corning akan membahas hasil kuartal III 2026 pada 27 Oktober 2026 pukul 8:30 waktu ET. Pada kuartal II 2026, penjualan inti Corning mencapai 4,74 miliar dolar AS, naik 17,00 persen secara tahunan, dan laba inti per saham mencapai 0,78 dolar AS, naik 30,00 persen. Kenaikan target analis ini kontras dengan rasio P/E Corning yang relatif tinggi dibandingkan dengan rekan-rekannya seperti Coherent, Inc. (P/E 57,65) dan Amphenol Corporation (P/E 40,47). Meski demikian, pasar akan menantikan laporan keuangan kuartal III sebagai katalis berikutnya.

Selain itu, di lingkungan pendidikan Amerika Serikat, Dewan Sekolah Manhattan-Ogden (USD 383) melarang Dan Henke, seorang kritikus yang sering menyuarakan pendapatnya, memasuki properti sekolah. Surat tertanggal 13 Oktober 2026 menyatakan bahwa Henke tidak boleh hadir di properti sekolah mana pun pada Senin hingga Jumat antara pukul 06.00 dan 18.00, atau saat acara malam diadakan. Jika melanggar, ia akan dikenai tuduhan pelanggaran pidana. Surat itu juga menegaskan bahwa semua interaksi Henke dengan kepala sekolah dan direktur harus dihentikan, dan komunikasi hanya boleh dilakukan dengan administrasi pusat distrik sekolah. Sementara itu, Dewan Sekolah Hays USD 489 akan mendengarkan laporan tentang penilaian negara bagian dalam rapat pukul 18:30 hari ini di Rockwell Administrative Center. Dewan juga akan mendengarkan laporan pendaftaran dan proyeksi pendaftaran, meminta proposal untuk penjualan Rockwell Administration Center, mempertimbangkan kutipan dari KCAV sebesar 114.028 dolar AS untuk peralatan audio visual di ruang dewan di bekas Sekolah Wilson, serta melakukan pembacaan kedua buku pedoman administrasi.

Secara keseluruhan, pergerakan USD hari ini di berbagai negara mencerminkan beragam faktor ekonomi dan kebijakan. Di Venezuela, intervensi bank sentral dan inflasi tinggi masih menjadi tantangan. Di Vietnam, remitansi menunjukkan tanda pemulihan meski secara tahunan masih turun akibat kondisi global. Sementara di pasar saham, Corning Inc. menjadi contoh bagaimana target analis dapat memberikan sinyal positif di tengah valuasi yang tinggi. Pembaca disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs USD hari ini dan berita ekonomi terkait lainnya untuk memahami dampaknya terhadap pasar dan masyarakat.

Baca juga:
Pergerakan Harga Emas Antam Akhir Pekan Bertahan di Rp2,64 Juta per Gram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *