Sorothari – 19 Oktober 2026 | Jakarta, 19 Oktober 2026 — Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi salah satu saham yang paling tertekan pada perdagangan sesi pertama Senin (19/10/2026). Harga saham TLKM anjlok 6,84 persen ke level Rp1.770 seiring dengan kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terperosok 5,05 persen atau 261,84 poin ke level 4.923,26. Tekanan jual masif terjadi di hampir seluruh sektor, dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp18.032 per dolar Amerika Serikat serta lonjakan harga minyak mentah global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada posisi 4.961,88 dan sempat menyentuh level tertinggi harian 4.974,66 sebelum akhirnya merosot ke titik terendah 4.907,37. Penurunan tajam ini tidak hanya menghantam IHSG, tetapi juga seluruh indeks sektoral dan indeks acuan utama lainnya. Indeks LQ45 terkoreksi 5,53 persen menjadi 480,43, Jakarta Islamic Index (JII) merosot 5,93 persen ke 283,57, dan Indeks KOMPAS 100 turun 5,63 persen ke 620,91.
Baca juga:Nilai transaksi pada sesi pertama mencapai Rp10,03 triliun dengan volume 16,89 miliar lembar saham. Sebanyak 744 saham ditutup turun, 42 saham naik, dan 13 saham stagnan. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,05 triliun. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dijual asing dengan nilai Rp670,83 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp515,17 miliar, dan TLKM sebesar Rp205,54 miliar.
Selain TLKM, saham perbankan berkapitalisasi besar juga menjadi sasaran utama aksi jual. BBCA anjlok 6,86 persen ke Rp4.820 dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) baru sebesar 7 persen. BBRI merosot 6,82 persen ke Rp2.460, sementara BMRI terkoreksi 2,65 persen ke Rp3.300. Sektor bahan baku juga ambruk 6,35 persen, dengan saham ANTM turun 6,67 persen ke Rp2.380, EMAS rontok 6,74 persen ke Rp6.575, dan INCO melemah 6,67 persen ke Rp3.220.
Baca juga:Keputusan BEI menurunkan batas ARB dari 15 persen menjadi 7 persen melalui Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00157/BEI/10-2026 turut mempercepat penurunan harga saham. Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan bahwa penyesuaian ini bertujuan menjaga perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien, sekaligus meredam volatilitas pasar. “Penyesuaian ini juga bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi dan mencerna informasi yang tersedia,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Secara teknikal, analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG sedang membentuk wave [v] pada skenario terburuk setelah menembus support krusial di 5.317. Ia memperkirakan indeks masih berisiko menguji area 5.021–5.120, dengan level support di 5.063 dan 4.962 serta resistance di 5.318 dan 5.607. Di tengah tekanan pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan trading buy untuk ASII pada kisaran Rp4.000–Rp4.160, serta menyoroti saham TLKM, INCO, dan UNTR sebagai saham yang perlu dicermati.
Baca juga:Hingga berita ini diturunkan, perdagangan sesi kedua masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi mengenai langkah lanjutan dari otoritas bursa. Investor diminta tetap mencermati perkembangan nilai tukar rupiah dan harga komoditas energi global yang menjadi sentimen utama pergerakan pasar hari ini.












