Sorothari – 20 Oktober 2026 | Masa depan Marc Klok bersama Persib Bandung menjadi sorotan setelah kapten tim itu menegaskan keinginannya mengakhiri karier profesional di klub yang membesarkan namanya di Indonesia. Kontrak gelandang naturalisasi berusia 33 tahun tersebut akan berakhir pada pengujung musim Super League 2026/2027, dan hingga kini belum ada kepastian dari manajemen.
Pernyataan itu disampaikan Klok usai membawa Maung Bandung meraih kemenangan 1-0 atas Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026) malam. Pemain bernomor punggung 23 itu mengaku hatinya sudah biru dan hanya ingin menyelesaikan karier di Persib Bandung.
Baca juga:“Yes, betul (kontrak habis musim ini). What to say, my heart is blue, hati biru. Saya selalu bilang, saya mau menyelesaikan karierku di Persib Bandung,” ujar Klok dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Klok mengungkapkan bahwa tim pelatih masih membutuhkan tenaganya. Ia pun berharap negosiasi dengan manajemen segera membuahkan hasil positif. “Pelatih kemarin bilang, dia mau saya stay di sini, untuk saya penting di sini. Seperti saya bilang, saya biru, tidak ada klub lain membuat aku di Indonesia cuma Persib Bandung. So saya tunggu kabar baik dari manajemen Persib,” kata Klok.
Sejak bergabung pada 2021 dengan kontrak awal empat tahun yang kemudian diperpanjang, Klok telah menjadi pilar utama. Ia turut mengantarkan Persib meraih tiga trofi juara Liga Indonesia secara berturut-turut pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Persib Bandung Hadapi Situasi Kontrak 10 Pemain
Selain Marc Klok, manajemen Persib Bandung juga dihadapkan pada persoalan kontrak sejumlah pemain utama. Berdasarkan data Transfermarkt, setidaknya ada sepuluh pemain yang kontraknya akan habis pada pertengahan tahun 2027.
Mereka adalah kiper Teja Paku Alam; tiga bek yaitu Gabriel Mutombo, Julio Cesar, dan Eliano Reijnders; lima gelandang yakni Thom Haye, Marc Klok, Adam Alis, Berguinho, dan Luciano Guaycochea; serta penyerang sayap Luka Menalo.
Situasi ini menuntut manajemen segera mengambil langkah agar stabilitas skuad tetap terjaga. Sebab, kehilangan banyak pemain inti dalam waktu bersamaan berpotensi mengganggu performa tim di kompetisi domestik maupun Asia.
Baca juga:Eliano Reijnders Dapat Julukan Iron Man
Di tengah sorotan soal kontrak, bek Eliano Reijnders justru mendapat pujian dari pelatih Persib Bandung, Igor Tolic. Dalam konferensi pers usai laga melawan Persik Kediri, Tolic menjuluki Eliano sebagai Iron Man.
“Ini alasan mengapa saya membawa Iron Man ke sini,” kata Tolic.
Julukan itu bukan tanpa alasan. Pemain bernomor punggung 2 tersebut tampil penuh dalam 7 dari 8 pertandingan yang dilakoni Persib Bandung di Super League, ACL Two, dan Club Championship Shopee Cup. Ia hanya sekali absen dan selebihnya selalu hadir membantu tim, termasuk saat mengalahkan Persik Kediri 1-0.
Eliano pun menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pelatih. Ia menegaskan kondisi fisiknya fit dan siap terus bersaing membantu Persib meraih hasil positif. Fokus utamanya adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menghadapi jadwal padat.
Kualitas Udara Bandung Menurun, Warga Rentan ISPA Dipetakan
Di luar sepak bola, Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak penurunan kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat. Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, diminta memastikan kesiapan layanan jika terjadi kondisi darurat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi risiko kesehatan akibat kualitas udara yang mengkhawatirkan di kawasan Cekungan Bandung. “Dinas Kesehatan mempersiapkan semua rumah sakit dan klinik, serta puskesmas, semua fasilitas kesehatan, memastikan agar bisa memberikan layanan apabila terjadi kedaruratan,” kata Farhan di Bandung, Senin (19/10/2026).
Baca juga:Farhan juga mulai memetakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan. Langkah mitigasi ini diambil merespons tren penurunan kualitas udara di Cekungan Bandung, meskipun wilayah tersebut dipastikan tidak terdampak langsung oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan dari Sumatra dan Kalimantan.
Ia menyampaikan kekhawatiran terkait polusi udara sempat mencuat sejak Sabtu pekan lalu, menyusul prediksi arah angin yang berpotensi membawa asap karhutla ke Jawa Barat. Namun, berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), arah angin telah bergeser menjauhi Bandung.
“Tapi kualitas udara di Cekungan Bandung tetap perlu diwaspadai. Karena di sejumlah titik dan periode pemantauan bahkan sempat menunjukkan kondisi udara yang sangat tidak sehat,” ujar Farhan.
Pemetaan warga rentan ini menjadi penting mengingat dampak polusi udara tidak hanya dirasakan kelompok lanjut usia dan anak-anak, tetapi juga pekerja luar ruang serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan. Puskesmas Ibrahim Adjie disebut telah bersiaga 24 jam sebagai bagian dari kesiapan layanan kesehatan.
Hingga saat ini, manajemen Persib Bandung belum memberikan keterangan resmi soal perpanjangan kontrak Marc Klok maupun sepuluh pemain lainnya. Sementara itu, Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyiapkan langkah lanjutan jika kondisi memburuk.












