Davion Mitchell dan Heat Terpuruk 0-3, Kritik soal Ketergantungan pada Giannis Mencuat

Davion Mitchell dan Heat Terpuruk 0-3, Kritik soal Ketergantungan pada Giannis Mencuat
Davion Mitchell dan Heat Terpuruk 0-3, Kritik soal Ketergantungan pada Giannis Mencuat

Sorothari – 26 Oktober 2026 | Miami Heat menutup pekan pembuka NBA 2026-2027 dengan catatan buruk. Kekalahan 110-115 dari Charlotte Hornets di Spectrum Center, Sabtu malam waktu setempat, membuat tim asuhan Erik Spoelstra itu menelan tiga kekalahan beruntun. Dalam laga tersebut, Davion Mitchell menjadi salah satu pencetak angka terbanyak Miami dengan kontribusi signifikan, namun usaha itu belum mampu menyelamatkan Heat dari kekalahan ketiga.

Menurut laporan yang dihimpun, Davion Mitchell bersama Bam Adebayo mengemas total 42 poin. Guard berusia 28 tahun itu sempat memberi harapan ketika tembakan tiga angkanya dengan 8,1 detik tersisa memperkecil kedudukan menjadi 110-113. Namun, Grayson Allen yang sebelumnya mencetak four-point play kemudian menambah dua free throw untuk memastikan kemenangan Hornets.

Baca juga:
Inter Miami Puncaki Klasemen Usai Kalahkan NYCFC 2-0, Messi Bersiap ke Spanyol

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Heat yang juga kalah pada dua laga sebelumnya. Miami tercatat selalu tertinggal dengan selisih dua digit di ketiga pertandingan dan telah kebobolan 131, 128, serta 115 poin. Anthony Edwards mencetak 45 poin saat Minnesota menang pada malam pembuka, sementara John Collins tampil efisien dengan 5 dari 6 tembakan tiga angka ketika Detroit menang 17 poin dua malam kemudian.

Giannis Fouled Out, Spoelstra Soroti Keputusan Wasit

Selain kekalahan, sorotan utama dalam laga di Charlotte adalah nasib Giannis Antetokounmpo. Bintang asal Yunani itu hanya bermain 24 menit 44 detik sebelum fouled out akibat enam pelanggaran dengan 1 menit 57 detik tersisa, saat Heat tertinggal empat poin. Ini merupakan kali ke-31 sepanjang kariernya ia didiskualifikasi karena foul, dan yang pertama musim ini.

Pelatih Heat, Erik Spoelstra, mengungkapkan kekesalannya terhadap keputusan wasit. Menurutnya, Antetokounmpo adalah kekuatan fisik besar yang kerap mendapat perlakuan keras di bawah ring, tetapi justru dialah yang harus keluar lapangan.

“Dia adalah kekuatan fisik dengan bola di tangannya, dan apakah pemain bertahan melindungi diri dari kekuatan itu atau tidak, itu tetap foul. Anda tidak bisa melindungi diri dan memberikan pukulan saat dia berada di bawah ring dan berusaha menyeimbangkan diri,” kata Spoelstra dalam konferensi pers usai laga, seperti dikutip dari laporan media.

Spoelstra menegaskan tidak ingin menjadikan pertandingan ini sebagai ajang menyalahkan wasit. “Saya tidak membuat pertandingan ini tentang para ofisial, jadi semua orang bisa mengabaikannya. Saya hanya berbicara tentang fisik yang harus dia tanggung setiap pertandingan, dan kemudian dialah yang fouled out,” ujarnya menambahkan.

Baca juga:
Pachuca vs Cruz Azul: Duel Krusial Jornada 13 Liga MX, Rotondi Kembali, Dua Pilar Absen

Sepanjang karier reguler, Antetokounmpo rata-rata hanya melakukan 2,9 pelanggaran per pertandingan. Musim lalu ia fouled out satu kali, sedangkan pada musim sebelumnya tidak sama sekali. Catatan ini menunjukkan bahwa insiden di Charlotte tergolong langka bagi pemain yang telah sepuluh kali terpilih sebagai All-Star itu.

Kritik Chad Johnson: Ketergantungan pada Giannis

Di tengah keterpurukan Heat, mantan pemain NFL Chad Johnson menyoroti gaya bermain Antetokounmpo. Menurutnya, dominasi bola yang berlebihan pada Giannis dapat menyulitkan pemain lain untuk menemukan ritme permainan.

“Satu hal yang mengkhawatirkan saya adalah Giannis sangat mendominasi bola, dia akan selalu memegang bola. Jadi pemain lain untuk bisa menemukan tembakan dan masuk ke dalam ritme akan sulit karena dia selalu memegang bola dan ketika memegang bola dia mencari skor, kecuali memang tidak ada pilihan selain mengumpan,” ujar Chad Johnson dalam acara Nightcap Show.

Kritik senada datang dari mantan pemain NBA Isaiah Thomas. Melalui akun X, ia menilai Miami membutuhkan point guard dinamis yang mampu mencetak angka, menembak dari catch-and-shoot, serta mempermudah permainan para pemain utama. Ia menyebut Bam Adebayo dan Giannis beroperasi di area yang sama sehingga sulit saling membuat lebih baik. Namun, warganet justru menuding Thomas sedang mempromosikan dirinya sendiri untuk direkrut Heat.

Meski demikian, secara statistik performa Antetokounmpo tergolong impresif. Ia rata-rata mencetak 28,3 poin dan 8 rebound dengan akurasi tembakan 57,1 persen di awal musim. Namun, angka-angka itu belum berbuah kemenangan bagi Miami.

Baca juga:
Bos Ducati Gigi Dall’Igna Beri Peringatan kepada Aprilia dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Masalah Pertahanan dan Chemistry Jadi Sorotan

Selain masalah ofensif, Heat juga menghadapi persoalan di lini pertahanan. Dalam tiga pertandingan, mereka selalu kebobolan minimal 115 poin. Menurut analisis yang beredar, Miami kesulitan menyeimbangkan antara kebutuhan akan penembak tiga angka dan pertahanan, karena para penembak terbaik justru lemah dalam bertahan.

Roster Miami memang mengalami perubahan besar pada musim panas lalu. Selain Giannis, Heat mendatangkan Bobby Portis Jr, Klay Thompson, dan Tim Hardaway Jr. Sejumlah pemain rotasi lain juga baru bergabung dan belum banyak bermain bersama. Kondisi ini dinilai membutuhkan waktu bagi tim untuk menemukan chemistry dan ritme permainan yang tepat.

Meski demikian, kekalahan dari Hornets yang tampil tanpa Kon Knueppel, Coby White, dan Grant Williams, serta baru saja kalah 47 poin dari Atlanta sehari sebelumnya, menjadi pukulan tersendiri. Heat sempat tertinggal 23 poin sebelum bangkit dan hampir mencuri kemenangan.

Dengan 79 pertandingan tersisa, Miami masih memiliki waktu untuk membenahi diri. Laga berikutnya akan menjadi ujian bagi Heat saat menjamu Dallas Mavericks di Kaseya Center, Senin malam waktu setempat. Pertandingan ini akan menjadi kesempatan bagi Davion Mitchell dan rekan-rekannya untuk mengakhiri tren negatif dan menunjukkan bahwa kekalahan awal musim ini bukanlah indikasi akhir dari perjalanan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *