OpenAI Pangkas Target Pendanaan hingga Rp10 Miliar Dolar AS di Tengah Gejolak Pasar AI

OpenAI Pangkas Target Pendanaan hingga Rp10 Miliar Dolar AS di Tengah Gejolak Pasar AI
OpenAI Pangkas Target Pendanaan hingga Rp10 Miliar Dolar AS di Tengah Gejolak Pasar AI

Sorothari – 31 Oktober 2026 | OpenAI dikabarkan memangkas target pendanaan terbarunya sebesar 10 miliar dolar AS, dari semula 30 miliar dolar AS menjadi 20 miliar dolar AS. Langkah ini diambil di tengah tekanan pasar terhadap saham teknologi yang terus melemah akibat kekhawatiran atas besarnya belanja perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan. Menurut laporan Financial Times yang dikutip Reuters, pengembang ChatGPT tersebut kini menargetkan valuasi sebesar 1,25 triliun dolar AS, turun dari rencana awal 1,4 triliun dolar AS.

Perusahaan dilaporkan menetapkan tenggat waktu pada Jumat lalu bagi para investor untuk berkomitmen dalam putaran pendanaan tersebut. Namun, menurut sumber yang sama, putaran pertama (first close) diperkirakan hanya akan menghimpun dana kurang dari 20 miliar dolar AS karena beberapa investor mengurangi alokasi mereka. OpenAI belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan ini hingga berita diturunkan.

Baca juga:
Membandingkan iPhone 17 Pro dan Generasi Penerus di Tengah Kenaikan Harga Pasar

Langkah OpenAI mempercepat penutupan pendanaan disebut-sebut untuk mendahului debut pasar modal rivalnya, Anthropic, yang diperkirakan melantai pada pertengahan November. Kedua laboratorium AI terdepan itu diketahui membidik basis investor yang serupa. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa OpenAI gencar mengamankan komitmen investor sebelum langkah Anthropic tersebut.

Penurunan target pendanaan ini terjadi saat pasar saham teknologi Amerika Serikat mengalami tekanan jual. Indeks Nasdaq yang sarat saham teknologi anjlok 2,9 persen pada Jumat lalu dan telah turun 7,8 persen dari level penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 6 Oktober. Investor semakin cemas terhadap besarnya pengeluaran untuk kecerdasan buatan yang dinilai belum sepadan dengan pendapatan.

Respons OpenAI terhadap Kebutuhan Pengguna

Di tengah gejolak pendanaan, OpenAI justru mengambil langkah yang disambut baik oleh pengguna setianya. Perusahaan menggandakan batas penggunaan untuk seluruh langganan ChatGPT Pro, termasuk paket 100 dolar AS, 200 dolar AS, dan 500 dolar AS, serta Business Premium. Perubahan ini berlaku efektif segera dan sekaligus membatalkan rencana pemotongan kuota yang semula dijadwalkan pada 30 Oktober untuk paket Pro 200 dolar AS.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Thibault Sottiaux, insinyur perangkat lunak sekaligus eksekutif produk OpenAI, melalui unggahan di platform X. Sebelumnya, OpenAI berencana mengurangi penggunaan ChatGPT Plus di ChatGPT Work dan Codex dari 20 kali menjadi 10 kali untuk pelanggan paket 200 dolar AS. Batas mingguan GPT-6 Pro juga akan dipangkas dari 200 menjadi 100 pesan. Sementara itu, paket 500 dolar AS tetap mempertahankan kuota setara 25 kali penggunaan Plus pada kedua alat tersebut.

Baca juga:
Google Luncurkan Gemini 3.8 Flash di Tengah Gelombang Persaingan Ketat Industri AI

Perluasan kuota ini mencakup alat ChatGPT Work dan Codex yang berbagi jatah penggunaan langganan yang memenuhi syarat. OpenAI juga mengonfirmasi untuk sementara waktu melanjutkan batas tambahan bagi Dots, agen AI personal yang menjalankan tugas di latar belakang. Konsumsi alat-alat tersebut tetap terpisah dari kuota standar langganan.

Dalam pernyataannya, Sottiaux menegaskan bahwa OpenAI akan terus merilis model yang lebih baik dan pembaruan untuk mengoptimalkan kinerja sistem, sehingga kapasitas dan volume penggunaan pelanggan dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Meski menggandakan batas penggunaan, OpenAI tidak merinci berapa jumlah pesan, token, atau permintaan yang ditawarkan setiap langganan. Perusahaan juga tidak menerbitkan tabel nilai individual untuk paket Pro 100 dolar AS, 200 dolar AS, 500 dolar AS, maupun Business Premium.

Dukungan Ekosistem dan Sinyal AI di Robots.txt

Selain urusan pendanaan dan kuota, OpenAI juga aktif membangun ekosistem kemitraan. Perusahaan jasa teknologi informasi Cognizant pada Jumat lalu mengumumkan pembentukan OpenAI Frontier Capability Group, yang menyatukan lebih dari 25.000 profesional untuk menghadirkan produk OpenAI, termasuk Codex dan ChatGPT, bagi para klien. Cognizant terlebih dahulu memperluas penggunaan OpenAI di lini penjualan dan keberhasilan pelanggan mereka, sehingga klien dapat memanfaatkan pendekatan yang telah teruji di tingkat perusahaan.

Grup ini akan fokus membangun dan mendukung sistem bertenaga OpenAI bagi klien, seiring perusahaan-perusahaan yang ingin beralih dari sekadar mengakses model canggih ke mengintegrasikannya ke dalam operasi inti. Cognizant menyebutkan lebih dari 21.000 karyawan telah meraih lebih dari 40.000 lencana OpenAI, yang masing-masing diberikan atas penyelesaian jalur pembelajaran teknologi OpenAI. Inisiatif ini awalnya menyasar tiga area: rekayasa perangkat lunak native AI dengan Codex, modernisasi aplikasi, dan operasi pelanggan berbasis agen.

Baca juga:
SpaceX Akuisisi Platform AI Cursor Senilai 60 Miliar Dolar AS

Di sisi lain, OpenAI juga menyatakan akan menghormati sinyal umum di robots.txt yang memungkinkan pemilik situs memberi tahu apakah konten mereka boleh digunakan untuk pelatihan AI. Langkah ini diikuti Google dan Microsoft, sehingga ketiga perusahaan bergerak ke arah yang sama. Implementasi oleh OpenAI dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan, Google menyatakan dukungannya melalui posting Search Central, dan Microsoft akan menerapkan pengaturan baru mulai 1 Februari 2027. Draf sinyal tersebut disusun oleh seorang karyawan Anthropic, meski Anthropic belum mengumumkan respons resmi di tingkat perusahaan.

Dengan berbagai langkah tersebut, OpenAI tampak berupaya menyeimbangkan tekanan pasar, kebutuhan pengguna, dan tuntutan transparansi dari ekosistem web. Perkembangan selanjutnya, terutama kesuksesan putaran pendanaan dan respons pasar terhadap strategi perusahaan, akan menjadi sorotan dalam beberapa pekan mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *