Berita  

Alvin Tedjo Menang Pilkada Mississauga, Kota Bekasi Buka Peluang Sister City

Alvin Tedjo Menang Pilkada Mississauga, Kota Bekasi Buka Peluang Sister City
Alvin Tedjo Menang Pilkada Mississauga, Kota Bekasi Buka Peluang Sister City

Sorothari – 01 November 2026 | Kemenangan Alvin Tedjo dalam pemilihan Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, pada 26 Oktober 2026 membuka peluang kerja sama ekonomi dengan Indonesia. Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyatakan siap menjajaki kemitraan sister city dengan kota terbesar keenam di Kanada tersebut. Alvin Tedjo, politikus berusia 43 tahun keturunan Indonesia, berhasil mengalahkan petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie dalam kontestasi yang berlangsung ketat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik ketertarikan Alvin Tedjo terhadap kota yang dipimpinnya. “Ya, tentu kita menyambut baik. Kalau memang ada ketertarikan untuk menjalin komunikasi dan menjajaki kerja sama dengan Kota Bekasi, tentu kita terbuka,” kata Tri di Bekasi, Jumat (30/10/2026). Pernyataan itu merespons keterangan Alvin yang tengah mencari kota di Indonesia dengan karakteristik ekonomi serupa Mississauga, berada di sekitar Jakarta, dan berawalan huruf B.

Baca juga:
Delhi Puncaki Daftar Kota dengan AQI Terburuk Dunia, Mumbai Ikut Memburuk

Alvin Tedjo menjadi perhatian publik usai memenangkan pemilihan Wali Kota Mississauga. Ia meraih sekitar 74.479 suara atau 35 persen dari total pemilih, menurut laporan sejumlah media. Kemenangan tersebut menumbangkan dua tokoh senior politik Kanada, yakni Wali Kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Bonnie Crombie. Sebelumnya, pada 2024, Alvin sempat mengalami kekalahan dalam kontestasi serupa. Namun, kegigihannya berpolitik akhirnya berbuah manis pada 2026.

Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, ini merupakan putra dari Dr. Anto Tedjo, seorang dokter gigi lulusan Universitas Trisakti Jakarta yang berasal dari Padang. Keluarga Tedjo bermigrasi ke Kanada pada 1978 ketika Alvin masih berusia empat tahun. Mereka pertama kali menetap di pusat kota Mississauga, persis di seberang Balai Kota Mississauga. Masa awal kehidupan keluarga imigran di Kanada dilalui dengan perjuangan ekstra. Sang ayah harus bekerja serabutan, mulai dari tukang cuci piring hingga pengantar makanan, demi menopang kehidupan keluarga.

Kendati tumbuh dalam kesederhanaan, pendidikan Alvin digembleng secara maksimal di jenjang internasional. Ia mengantongi International Studies Certificate dari Bader International Study Centre di Inggris (2002-2003), gelar Sarjana Political Studies dari Queen’s University di Kingston (2003-2007), serta dua gelar akademik dari Harvard Extension School, Amerika Serikat: Professional Graduate Certificate in Learning Design & Technology (2015-2017) dan Master of Liberal Arts in Digital Media Design (2017-2020).

Niat berpolitik Alvin telah tampak sejak bangku sekolah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua OSIS dan bergabung dalam komite penasihat pemuda wali kota. Pada pertengahan 1990-an, setelah menerima penghargaan Young Citizen of the Year, Alvin bertemu dengan sosok legendaris Wali Kota Mississauga, Hazel McCallion, yang memberinya dorongan untuk terjun penuh ke dunia politik. Sebelum menjadi wali kota, Alvin menjabat sebagai anggota dewan kota untuk Ward 2 sejak 2022, yang mencakup wilayah Clarkson, Lorne Park, Sheridan Homelands, dan sekitarnya. Ia juga aktif di Dewan Regional Peel. Pengalaman politiknya mencakup pencalonan sebagai kandidat Partai Liberal Ontario pada 2018 dan upaya masuk dalam kontestasi kepemimpinan partai tersebut.

Baca juga:
Calo Rekrutmen TNI AD di Maluku dan Seruan Integritas Seleksi Prajurit

Dalam kampanye, Alvin menjanjikan fokus pada keterjangkauan biaya hidup, pembekuan pajak properti residensial setidaknya selama dua tahun, pembekuan permanen bagi lansia yang memenuhi syarat, serta peningkatan keamanan komunitas. Ia dijadwalkan mulai resmi menjabat sebagai Wali Kota Mississauga pada 15 November 2026. Kemenangan ini menandai sejarah baru karena Alvin menjadi politisi keturunan Indonesia pertama yang terpilih sebagai wali kota di sebuah kota di Kanada.

Menanggapi peluang kerja sama, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa kerja sama antarkota harus dibangun berdasarkan kesamaan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah. Dengan begitu, hubungan yang terjalin dapat menghasilkan program konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai sejumlah sektor yang menjadi kekuatan Mississauga, seperti farmasi, ilmu hayati, aerospace, manufaktur maju, penelitian dan teknologi, menarik untuk dipelajari lebih jauh.

“Kalau kita bicara farmasi, teknologi, manufaktur atau pengembangan industri, tentu menarik untuk kita pelajari. Bekasi juga punya aktivitas industri dan ekonomi cukup besar. Kita ingin melihat peluang apa yang bisa dikembangkan bersama, termasuk investasi, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pengembangan teknologi,” ujar Tri.

Dirinya menjelaskan perluasan jejaring kerja sama internasional juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Bekasi dalam RPJMD 2025-2029 yang telah memasukkan pengembangan sister city sebagai salah satu agenda memperluas kolaborasi sekaligus meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, hubungan antarkota di tingkat internasional dapat membuka ruang pertukaran pengalaman dalam berbagai sektor, mulai dari pengembangan ekonomi, pendidikan, teknologi, pelayanan publik hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga:
BPJS Kesehatan Bantah Isu JKN Dihentikan, 284,8 Juta Peserta Tetap Terjamin

Dengan terpilihnya Alvin Tedjo sebagai Wali Kota Mississauga, harapan akan terjalinnya kerja sama konkret antara Indonesia dan Kanada semakin terbuka. Pemerintah Kota Bekasi menunggu langkah lanjutan dari pemerintah Mississauga untuk memulai komunikasi resmi dan penjajakan kerja sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *