Sorothari – 01 November 2026 | Demo hari ini yang digelar serentak oleh generasi Z di sejumlah kota di Jerman dan Austria berlangsung ricuh di beberapa lokasi. Di Nürnberg, polisi menahan sekitar 100 orang setelah aksi yang semula damai berubah menjadi kerusuhan pada Sabtu (31/10/2026) petang. Sementara di Hamburg, massa melempar batu dan petasan ke arah aparat serta membakar barikade menjelang berakhirnya demonstrasi. Meski demikian, sebagian besar aksi demo hari ini di kota lain, seperti München dan Göttingen, dilaporkan berjalan damai.
Kerusuhan di Nürnberg bermula ketika massa yang berkumpul di kawasan Landgrafenstraße melemparkan botol kaca, batu, dan petasan ke arah petugas. “Di area Landgrafenstraße, dari dalam kerumunan, dilemparkan botol kaca, batu, dan juga petasan ke arah petugas,” kata juru bicara Kepolisian Mittelfranken, Janine Mendel, seperti dikutip kantor berita TAG24. Setelah itu, polisi menyatakan demonstrasi berakhir di Kornmarkt. Namun, sekelompok peserta yang bersikap agresif berlari ke arah Färberstraße dan dihentikan oleh kekuatan polisi yang besar. “Di sana mereka dihentikan oleh pasukan polisi yang kuat. Terjadi penggunaan paksaan langsung,” ujar Mendel.
Baca juga:Berdasarkan informasi dari layanan pers News5 di lokasi, sebanyak 40 orang ditahan di Nürnberg setelah kerumunan kembali melempari petugas di area Brunnenstraße. Polisi kemudian menahan 60 orang lainnya di lokasi berbeda. Seorang remaja dilaporkan terluka akibat terkena petasan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai total korban luka maupun barang bukti yang disita.
Demo di Kota Lain Berlangsung Damai
Di München, demonstrasi berlangsung jauh lebih kondusif. Meski ada laporan petasan dan orang bertopeng, polisi menilai aksi demo hari ini di ibu kota Bavaria tersebut secara keseluruhan berjalan damai. Hal serupa terjadi di Göttingen, di mana sekitar 800 orang turun ke jalan dan aksi berlangsung tanpa insiden. “Demonstrasi berjalan damai dan tanpa gangguan,” kata pihak kepolisian Göttingen.
Sementara itu, di Hannover, polisi memperkirakan jumlah peserta mencapai 5.800 orang pada puncaknya. Demonstrasi di Hannover berlangsung relatif damai, tetapi setelah aksi berakhir, dua polisi diserang dengan petasan. Salah satu petugas mengalami luka ringan. Selama demonstrasi, polisi juga mencatat pelanggaran aturan larangan menutup wajah dan beberapa kali penyalaan kembang api serta asap.
Baca juga:Di Bremen, sekitar 2.800 orang mengikuti demo hari ini. Aksi berlangsung damai hingga akhirnya ricuh setelah acara resmi selesai. Menurut juru bicara kepolisian, sejumlah orang menyerang petugas yang hendak memeriksa identitas dengan pukulan dan tendangan. Mereka juga melempari polisi dengan benda-benda. Setidaknya satu tempat sampah dibakar di pusat kota, dan massa meneriakkan yel-yel anti-polisi.
Latar Belakang Aksi dan Respons Aparat
Gelombang demonstrasi ini merupakan bagian dari gerakan “Gen Z regelt” yang menuntut perbaikan sistem pendidikan, penolakan wajib militer, dan penanganan biaya hidup yang semakin tinggi. Aksi serupa juga digelar di berbagai kota lain di Jerman. Sebelumnya, sejumlah politisi dan pengamat sempat memperingatkan potensi kekerasan dalam aksi demo hari ini. Namun, peringatan itu tidak sepenuhnya terbukti di banyak kota, meskipun insiden di Nürnberg dan Hamburg menunjukkan bahwa gesekan antara massa dan aparat masih terjadi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian di masing-masing kota masih mendata jumlah pasti peserta dan kerugian material. Belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara demo mengenai insiden kerusuhan tersebut. Kepolisian Nürnberg menyatakan akan terus menyelidiki siapa saja yang bertanggung jawab atas pelemparan benda dan petasan yang melukai petugas serta seorang remaja.
Baca juga:











