Sorothari – 04 November 2026 | Pergelaran RANS Carnival yang digelar di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, berlangsung jauh dari keramaian. Festival hiburan milik Raffi Ahmad itu diterpa gelombang boikot yang berujung pada mundurnya sejumlah pengisi acara, penarikan diri pelaku UMKM, dan pembatalan agenda serupa di Kota Tasikmalaya. Sorotan publik bermula dari kehadiran Raffi dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026).
Acara bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Pospol Thamrin. Raffi hadir dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, bersama kreator konten Willie Salim. Kegiatan tersebut menuai kecurigaan karena digelar hanya sehari setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI pada Rabu (28/10/2026).
Baca juga:Kritik memuncak setelah beredar pengakuan seorang peserta yang mengaku menghadiri deklarasi dengan mengenakan almamater perguruan tinggi, padahal ia bukan mahasiswa dari kampus tersebut. Pengakuan itu memicu tuduhan adanya pengerahan massa bayaran untuk memodelkan dukungan mahasiswa terhadap kegiatan tersebut. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang menindaklanjuti tuduhan tersebut secara hukum.
Dampak Boikot ke RANS Carnival
Gelombang protes di media sosial dengan cepat menyasar RANS Carnival di Sleman. Akun Threads @zulhilmi.yahya merinci sejumlah faktor yang membuat acara tersebut ditinggalkan publik dan para pengisi acara. Grup musik Tipe-X memutuskan mundur sebagai pengisi acara utama. Sejumlah master of ceremony (MC) lokal di Yogyakarta kompak menolak tawaran pekerjaan di acara itu. Sekitar 95 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sebelumnya mendaftar memilih menarik diri.
Penelusuran dalam utas tersebut menunjukkan bahwa boikot tidak hanya dipicu oleh keikutsertaan Raffi dalam deklarasi, tetapi juga oleh akumulasi kekecewaan publik terhadap figur publik yang dianggap tidak peka terhadap situasi sosial politik. Dampaknya, ajang yang semestinya meriah itu justru sepi pengunjung dan menjadi sasaran cancel culture.
Baca juga:RANS Carnival Tasikmalaya Dibatalkan
Efek boikot merembet ke agenda lain. Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya membatalkan RANS Carnival–Cipungland yang dijadwalkan berlangsung di mal tersebut pada 14–15 November 2026. Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, menyatakan bahwa acara itu telah dihapus dari kalender kegiatan mal untuk November. Alasan yang disampaikan adalah untuk menjaga kondusivitas Kota Tasikmalaya.
Roni menyampaikan pernyataan itu pada Senin (2/11/2026). Ia menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan manajemen RANS dan komunikasi tersebut tetap berjalan baik. Sebelumnya, manajemen mal sempat mengunggah informasi acara RANS di media sosial. Unggahan itu kini dihapus dan hanya menyisakan informasi kegiatan senam zumba. Pihak mal tidak merinci bentuk gangguan kondusivitas yang dimaksud.
Klarifikasi Raffi Ahmad
Di tengah tekanan publik, Raffi Ahmad menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagramnya pada Jumat (30/10/2026). Namun, isi pernyataan tersebut tidak dijelaskan secara rinci dalam laporan yang beredar. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak RANS Entertainment mengenai dampak boikot terhadap agenda-agenda berikutnya.
Baca juga:Sejumlah pihak menilai polemik ini menjadi cermin bagi pejabat publik dan figur yang memiliki pengaruh besar agar lebih berhati-hati dalam menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kontroversi. Bagi publik, boikot RANS Carnival menjadi salah satu bentuk ekspresi kekecewaan yang terorganisasi melalui media sosial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai langkah lanjutan dari manajemen RANS Carnival, termasuk apakah agenda di kota lain akan tetap berjalan atau mengalami penyesuaian. Publik menantikan penjelasan transparan dari pihak terkait.












