Sorothari – 06 November 2026 | Nama Viktor Gyökeres kembali menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Penyerang asal Swedia itu tampil sebagai pahlawan kemenangan Arsenal atas Slavia Praha di Liga Champions, namun di saat yang sama masa depannya di Emirates Stadium mulai dipertanyakan menyusul persaingan dengan Kai Havertz. Dua narasi yang kontras itu membuat sosok Gyökeres menarik untuk ditelusuri, mulai dari performanya di lapangan hingga latar belakang kariernya yang penuh liku.
Pada laga melawan Slavia Praha di Fortuna Arena, Arsenal menang 2-1 berkat gol Noni Madueke dan Viktor Gyökeres. Madueke membuka keunggulan pada menit kesembilan setelah memanfaatkan umpan Gyökeres. Striker berusia 28 tahun itu kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-38 lewat tembakan yang membentur tiang gawang, meneruskan assist Mikel Merino. Kemenangan ini membawa Arsenal mengoleksi 10 poin di fase liga Liga Champions dan menempati posisi ketiga, membayangi Paris Saint-Germain dan Real Madrid.
Baca juga:Meski menang, Arsenal sempat mendapat tekanan di akhir laga. Wiktor Nowak memperkecil kedudukan pada menit ke-90 dan Slavia sempat menuntut penalti setelah Nowak terjatuh di kotak penalti. Wasit berkonsultasi dengan VAR, namun tidak memberikan penalti. Kiper David Raya tampil sigap dengan mencatatkan empat penyelamatan, termasuk saat mengamankan tembakan lemah Konecny di waktu tambahan. Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Arsenal yang tiga hari sebelumnya mengalahkan Liverpool 0-1 di Premier League.
Performa Gyökeres dan Persaingan dengan Havertz
Di balik performa apiknya di Liga Champions, posisi Viktor Gyökeres di Arsenal tidak sepenuhnya aman. Legenda Arsenal, Emmanuel Petit, menilai keputusan Mikel Arteta yang lebih mengutamakan Kai Havertz mengirimkan sinyal bahwa Gyökeres bukan lagi prioritas utama. Menurut Petit, kondisi tersebut dapat memengaruhi mentalitas sang striker, terutama dalam pertandingan-pertandingan penting. Namun, pandangan Petit merupakan penilaian pribadi, bukan konfirmasi bahwa Arsenal telah memutuskan untuk menjual Gyökeres.
Sejak bergabung dari Sporting CP pada musim panas 2025, Gyökeres diharapkan menjadi solusi lini depan Arsenal. Ia mengakhiri musim debutnya dengan 21 gol di seluruh kompetisi, termasuk 14 gol di Premier League, dan menjadi pencetak gol terbanyak Arsenal pada musim 2025/2026. Meski demikian, Arteta masih mempertimbangkan Havertz sebagai pilihan utama karena kontribusinya dalam membangun serangan, menghubungkan permainan antarlini, dan membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Latar Belakang Karier Viktor Gyökeres
Viktor Einar Gyökeres lahir di Swedia pada 4 Juni 1998. Ia memulai karier profesional bersama Brommapojkarna pada 2015 dengan lebih dari 50 penampilan sebelum pindah ke Brighton & Hove Albion pada 2018. Minim kesempatan di tim utama Brighton, ia menimba pengalaman melalui masa pinjaman ke St. Pauli, Swansea City, dan Coventry City. Pada 2021, Coventry merekrutnya secara permanen dan di sanalah performanya mulai mencuri perhatian.
Baca juga:Pada Juli 2023, Sporting CP mengontraknya dengan nilai transfer 24 juta euro, menjadikannya rekrutan termahal klub asal Lisbon tersebut. Bersama Sporting, Gyökeres tampil tajam dan membawa klub meraih gelar juara Primeira Liga secara beruntun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Ia juga meraih penghargaan Bola de Prata sebagai top skor liga Portugal selama dua musim berturut-turut serta dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga.
Di kancah internasional, Gyökeres menjadi bintang UEFA Nations League 2025. Meski Swedia gagal melaju ke partai final, ia sukses merebut gelar top skor dengan torehan sembilan gol dan lima assist, tertinggi di antara seluruh pemain sepanjang fase liga. Cristiano Ronaldo membuntuti di posisi kedua dengan delapan gol. Kombinasi kontribusi gol dan assist tersebut menjadikan Gyökeres sosok kunci dalam performa gemilang Swedia yang promosi ke Liga B.
Gyökeres telah mewakili Swedia di berbagai kelompok usia. Pada 2017, ia tampil sebagai pencetak gol terbanyak bersama di Piala Eropa U-19. Debutnya di tim nasional senior terjadi pada 8 Januari 2019 melawan Finlandia, dan tiga hari kemudian ia mencetak gol perdananya saat menghadapi Islandia. Ia juga mencetak empat gol dalam satu pertandingan saat Swedia mengalahkan Azerbaijan 6-0, serta gol pembuka dalam kemenangan 2-1 atas Slovakia yang memastikan promosi ke Liga B.
Cedera dan Tantangan Terbaru
Viktor Gyökeres sempat absen selama tiga pertandingan karena masalah hamstring yang membuatnya melewatkan laga melawan Bayern Munich di Liga Champions. Ia terakhir mencetak gol saat melawan Burnley pada awal November. Meski tanda-tanda pemulihan terlihat positif, staf medis belum memberikan lampu hijau dan ia juga tidak mengikuti latihan beberapa hari setelah kemenangan atas rival sekota. Arteta menyebut kondisi Gyökeres “really good” dan berencana melakukan pemindaian ulang untuk menentukan apakah ia bisa bermain pada akhir pekan.
Baca juga:Musim ini, Gyökeres yang didatangkan dari Sporting CP dengan nilai sekitar 70 juta dolar AS telah mencetak 6 gol dalam 15 pertandingan di seluruh kompetisi. Menariknya, ia menjadi satu-satunya pemain di Premier League yang mencatatkan 20+ tembakan tanpa satu pun tembakan dari luar kotak penalti, dengan rincian 20 tembakan, 8 tembakan tepat sasaran, dan 4 gol. Statistik ini menunjukkan gaya permainannya yang agresif di dalam kotak penalti.
Ke depan, Arsenal akan menghadapi Borussia Dortmund di London tiga pekan lagi. Pertandingan melawan Hull City pada Sabtu juga menjadi momen penting bagi Arteta untuk mengatur rotasi, termasuk menentukan apakah Gyökeres sudah cukup bugar untuk kembali memperkuat lini depan. Persaingan dengan Havertz dan kondisi kebugaran Gyökeres akan menjadi dua hal yang menentukan perjalanan Arsenal di sisa musim ini.










