Sorothari – 06 November 2026 | Duel Atlético Paranaense vs Vasco di Arena da Baixada pada Rabu (4/11/2026) berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tim tamu. Vasco da Gama bangkit dari ketertinggalan setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama, lalu mencetak tiga gol hanya dalam rentang enam menit pada paruh kedua pertandingan. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Vasco di markas Athletico Paranaense setelah hampir 20 tahun, sekaligus mengakhiri tren buruk mereka di kandang lawan tersebut.
Pertandingan yang berlangsung pada laga pekan ke-34 Campeonato Brasileiro Serie A ini sempat berjalan ketat sejak menit awal. Kedua tim saling bertukar serangan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang rapi membuat peluang sulit tercipta. Athletico Paranaense yang tampil sebagai tuan rumah justru lebih dulu memecah kebuntuan pada menit ke-22.
Baca juga:Steven Mendoza membuka keunggulan tuan rumah lewat sepakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Gol berawal dari dominasi bola di lini tengah, sebelum Mendoza melepaskan tembakan terarah ke sudut kanan gawang Vasco. Kiper Vasco, Léo Jardim, sempat berusaha mengantisipasi, tetapi posisinya yang kurang ideal membuat bola tetap bersarang di jaring. Skor 1-0 untuk Athletico Paranaense bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Vasco da Gama tampil dengan wajah berbeda. Pelatih Pedro Emanuel melakukan penyesuaian taktik yang membuat tim tamu lebih agresif dalam menekan dan lebih cepat dalam membangun serangan. Perubahan itu berbuah manis pada menit ke-61. Berawal dari pergerakan Cuiabano di sisi kiri, bola diarahkan ke depan gawang dan mengenai bek Athletico, Juan Aguirre, hingga berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat para pemain Vasco.
Hanya berselang dua menit, Vasco berbalik unggul. Umpan silang Puma Rodríguez dari sisi kanan disambut sundulan Bruno Duarte yang tidak mampu dihalau kiper tuan rumah. Bola masuk ke sudut kiri gawang dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Vasco. Arena da Baixada yang semula bergemuruh menyambut gol pembuka tuan rumah kini berubah sunyi.
Vasco belum puas. Pada menit ke-67, Gabriel Pereira mencatatkan namanya di papan skor lewat gol pertamanya bersama klub asal Rio de Janeiro itu. Facundo Colidio mengirim umpan lambung dari situasi bola mati, dan Gabriel Pereira menyundul bola ke arah sudut kiri gawang Athletico. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, memastikan tiga poin dibawa pulang oleh tim tamu.
Kartu dan Ketegangan di Lapangan
Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak menit pertama. Bek Athletico Paranaense, Jadson, langsung menerima kartu kuning pada menit ke-1 setelah melakukan pelanggaran keras. Dari kubu Vasco, A. Lescano juga mendapat kartu kuning pada menit ke-55. Situasi memanas pada menit ke-77 ketika pemain Athletico, K. Viveros, diusir wasit setelah dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap Cuiabano. Insiden tersebut sempat menghentikan pertandingan beberapa saat dan membuat tuan rumah harus bermain dengan sepuluh orang.
Baca juga:Menjelang akhir laga, wasit kembali mengeluarkan kartu kuning untuk dua pemain Athletico Paranaense, yaitu Dantas pada menit ke-90+2 dan Arthur Dias pada menit ke-90+4. Meski demikian, tidak ada tambahan gol hingga pertandingan usai. Kemenangan 3-1 ini menjadi bukti ketangguhan Vasco yang mampu bangkit meski sempat tertinggal lebih dulu.
Pujian untuk Perubahan Taktik Pedro Emanuel
Selepas pertandingan, performa Vasco da Gama menjadi sorotan. Berbagai pihak menilai perubahan taktik yang dilakukan Pedro Emanuel pada awal babak kedua menjadi kunci kebangkitan tim. Sejumlah pengamat menyebut Vasco tampil lebih berani menekan dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang setelah jeda. Hasil ini juga menempatkan Vasco sebagai tim dengan jumlah kemenangan comeback terbanyak di Serie A musim ini.
Gelandang Vasco, A. Lescano, disebut sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini. Ia dinilai berperan besar dalam membangun serangan dan membantu pertahanan, terutama saat timnya berusaha bangkit. Cuiabano dan Puma Rodríguez juga mendapat pujian atas kontribusi mereka dalam menciptakan gol kedua dan ketiga. Kombinasi pergerakan di sisi sayap menjadi senjata utama Vasco untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Bagi Athletico Paranaense, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri. Tim asuhan Odair Hellmann sebenarnya tampil cukup menjanjikan di babak pertama dan sempat menguasai pertandingan. Namun, hilangnya konsentrasi di awal babak kedua serta kartu merah yang diterima Viveros membuat mereka kehilangan momentum. Kekalahan ini juga memperpanjang tren negatif tuan rumah setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun dari Grêmio dan Palmeiras.
Dampak pada Klasemen dan Jadwal Berikutnya
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Vasco da Gama yang sebelumnya berada di posisi ke-13 klasemen Serie A. Tiga poin dari Arena da Baixada membuat posisi mereka di zona tengah klasemen semakin aman, meski masih menyisakan pekerjaan rumah untuk memperbaiki konsistensi. Sementara itu, Athletico Paranaense yang berada di peringkat kelima gagal memanfaatkan peluang untuk mendekati puncak klasemen. Kekalahan ini membuat jarak mereka dengan tim-tim di atas semakin sulit dipangkas.
Baca juga:Vasco da Gama selanjutnya akan menghadapi laga penting di Copa do Brasil. Kemenangan di kandang Athletico Paranaense disebut memberikan tambahan kepercayaan diri bagi skuad Pedro Emanuel menjelang pertandingan semifinal. Sementara itu, Athletico Paranaense harus segera bangkit jika ingin tetap bersaing di papan atas Serie A. Pelatih Odair Hellmann dituntut untuk segera memperbaiki organisasi pertahanan tim, terutama setelah kebobolan tiga gol dalam waktu singkat pada laga ini.
Duel Atlético Paranaense vs Vasco juga meninggalkan catatan tersendiri soal disiplin pemain. Kartu merah yang diterima Viveros menjadi sorotan karena terjadi tepat setelah Athletico berusaha bangkit. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak klub mengenai evaluasi pertandingan. Namun, hasil di Arena da Baixada menegaskan bahwa Vasco da Gama masih memiliki kualitas untuk bersaing di kompetisi domestik, setidaknya hingga pekan ke-34 Serie A musim ini.












