Antonio Nusa, Ancaman Kedua Norwegia yang Bikin Brasil Waspada

Antonio Nusa, Ancaman Kedua Norwegia yang Bikin Brasil Waspada
Antonio Nusa, Ancaman Kedua Norwegia yang Bikin Brasil Waspada

Sorothari – 06 November 2026 | Antonio Nusa menjadi salah satu sorotan menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Norwegia dan Brasil di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin, 6 Juli 2026 pukul 03.00 WIB. Winger berusia 21 tahun itu baru saja membawa Norwegia menaklukkan Pantai Ivoiry 2-1 sekaligus mengukir kemenangan pertama mereka pada fase gugur turnamen. Penampilan impresif itu membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match.

Brasil memang akan mewaspadai Erling Haaland sebagai ujung tombak utama Norwegia. Namun, ancaman tidak hanya datang dari bomber Manchester City tersebut. Di sisi sayap, Antonio Nusa menjelma menjadi opsi serangan yang tak kalah berbahaya. Kecepatan, akselerasi, dan kemampuan menggiring bola membuatnya sulit dijaga oleh bek lawan.

Baca juga:
Man City Menang Dramatis 3-2 atas RB Leipzig, Hargreaves Soroti Gol Mudah

Menariknya, ada satu pemain Brasil yang mengenal kualitas Antonio Nusa lebih baik dari kebanyakan orang. Sosok itu adalah Romulo, rekan setimnya di RB Leipzig sekaligus sahabat yang setiap pekan berlatih bersama di Jerman. Keduanya masih sempat bertukar pesan dengan nuansa bercanda menjelang pertemuan Norwegia kontra Brasil.

“Saya mengirim pesan agar dia sedikit mengalah saat melawan Brasil. Saya bilang saya berharap dia mencetak dua gol, tetapi Vinicius Junior membuat tiga gol. Dia tertawa dan menjawab, ‘nanti kita lihat’, tetapi itu tidak akan mudah baginya,” kata Romulo.

Di balik candaan tersebut, Romulo menyimpan rasa hormat terhadap perkembangan Antonio Nusa. Ia menilai winger muda itu layak menikmati semua pencapaian yang diraih sepanjang Piala Dunia 2026. “Dia pria yang baik, rendah hati, dan pekerja keras. Dia pantas mendapatkan semua yang terjadi kepadanya di Piala Dunia,” ujar Romulo.

Jejak Antonio Nusa di Sepak Bola Norwegia

Nama Antonio Nusa bukan hal baru di sepak bola Norwegia. Pada 27 Juni 2021, dalam laga melawan tim yang akhirnya menyabet gelar juara Bodo/Glimt, winger kiri Stabaek itu menggiring bola di pinggir lapangan sebelum dua sentuhan dan ledakan akselerasi membawanya ke dalam kotak penalti. Sedikit memindahkan bola menjauhi lawan, dengan gocekan minimal ia melepaskan tendangan melengkung tepat ke sudut atas gawang.

Baca juga:
Hasil Como vs RB Leipzig di Liga Champions: Skuad Fabregas Menang Telak 4-1

Itu merupakan pertandingan profesional ketiga Antonio Nusa. Tercatat sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah Liga Norwegia—hanya di bawah Martin Odegaard—dan pencetak gol termuda dalam sejarah Club Brugge, namanya berpotensi disebut lebih banyak di masa depan bersama para pemain hebat lain jika ia mampu memenuhi bakatnya.

Sepak bola Norwegia memang sedang dalam keadaan baik. Mereka setidaknya sudah memiliki sosok pencetak gol untuk 15 tahun ke depan dalam diri Erling Haaland. Sementara untuk pengatur serangan, ada nama Martin Odegaard. Apa yang belum siap dari serangan mereka di masa depan adalah elemen yang berpotensi bikin kaos bek lawan: seorang pemain yang dapat menjadi pembeda, pencipta momen yang mengubah jalannya permainan atau menggiring bola sepanjang lapangan untuk menciptakan peluang.

Nusa mungkin masih butuh satu atau dua tahun lagi untuk bergabung dengan Haaland dan Odegaard di timnas Norwegia. Tapi mengingat cara pemain berusia 17 tahun itu memulai karier profesional, dia tidak akan gentar dengan prospek tersebut.

Duel Norwegia vs Brasil

Laga Norwegia vs Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Antonio Nusa dan rekan-rekannya. Brasil yang dikenal memiliki lini belakang solid dan penuh pengalaman harus ekstra waspada terhadap pergerakan Nusa di sisi sayap. Kerja sama Nusa dengan Haaland di lini depan bisa menjadi kombinasi mematikan yang mengancam gawang Brasil.

Baca juga:
Aldi Satya Mahendra Diproyeksikan ke Moto2 Usai Target Podium World Supersport 2027

Romulo, yang telah mengenal Nusa sejak di RB Leipzig, tentu akan memberikan informasi berharga kepada rekan-rekan setimnya di timnas Brasil. Namun, ia juga sadar bahwa Nusa adalah pemain yang sulit diprediksi. “Dia pemain yang rendah hati dan pekerja keras. Saya berharap dia sukses, tapi tentu tidak melawan Brasil,” ujar Romulo sambil tersenyum.

Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Norwegia yang baru pertama kali lolos ke babak 16 besar akan berusaha memberikan kejutan, sementara Brasil yang memiliki tradisi panjang di Piala Dunia tidak ingin mengulangi kesalahan. Antonio Nusa akan menjadi salah satu kunci permainan Norwegia. Jika ia mampu tampil gemilang seperti saat melawan Pantai Gading, bukan tidak mungkin Norwegia melangkah lebih jauh.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari tim pelatih Norwegia mengenai strategi khusus untuk menghadapi Brasil. Namun, yang pasti, Antonio Nusa siap menjadi ancaman selain Haaland yang membuat Brasil harus waspada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *