Sorothari – 06 November 2026 | Duel Flamengo vs Grêmio pada pekan ke-34 Campeonato Brasileiro berakhir dengan kemenangan meyakinkan tuan rumah. Bermain di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, pada Rabu (4/11), Flamengo menang 3-1 atas Grêmio. Samuel Lino membuka keunggulan, Pedro mencetak dua gol, sedangkan gol hiburan Grêmio datang dari Amuzu lewat tendangan bebas. Hasil ini memperlebar jarak Flamengo di puncak klasemen sekaligus menambah tekanan bagi Grêmio yang masih terpuruk di zona degradasi.
Sejak awal pertandingan, Flamengo mengambil inisiatif menyerang. Laga sempat tertunda beberapa saat akibat kepulan asap yang menyelimuti lapangan. Meski demikian, tempo pertandingan tidak menurun. Peluang pertama hadir pada menit kedua melalui kerja sama Pedro dan Erick Pulgar, tetapi tembakan voli Pulgar dari luar kotak penalti masih bisa diantisipasi kiper Gabriel Grando. Beberapa saat berselang, giliran Pulgar yang menyambut umpan silang Arrascaeta dengan sundulan, namun bola melebar tipis di sisi kanan gawang.
Baca juga:Gol pembuka akhirnya tercipta pada menit ke-19. Umpan terobosan Arrascaeta membebaskan Samuel Lino dari jebakan offside. Tendangan pertama pemain bernomor punggung 16 itu mampu diblok Grando, tetapi bola rebound langsung disambar Lino dengan tembakan rendah yang menembus sela kaki Gustavo Martins dan masuk ke gawang. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan Flamengo.
Grêmio sempat memberi ancaman melalui sundulan Braithwaite yang masih bisa diselamatkan kiper Rossi. Namun, Flamengo kembali menambah keunggulan pada menit ke-27. Carrascal melakukan aksi individu ciamik dengan melewati dua pemain bertahan sebelum melepas umpan terukur kepada Pedro. Penyerang tengah itu melepaskan tembakan menyusur tanah yang tidak mampu dijangkau Grando. Kedudukan menjadi 2-0.
Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-45, Flamengo mencetak gol ketiga. Berawal dari umpan silang Varela yang gagal disapu sempurna oleh pertahanan Grêmio, bola jatuh ke kaki Samuel Lino. Tendangan Lino masih bisa ditepis Grando, tetapi bola muntah langsung disambar Pedro yang berdiri bebas di depan gawang kosong. Babak pertama ditutup dengan skor 3-0 untuk keunggulan Flamengo.
Memasuki babak kedua, Grêmio mencoba bangkit. Pada menit ke-58, Pedro kembali mengancam lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, namun Grando sigap mengamankan bola. Grêmio akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69 melalui tendangan bebas indah Amuzu. Bola hasil sepakan pemain pengganti itu melengkung ke sudut atas gawang Rossi, yang meski sudah berusaha menjangkau, tidak mampu menghalau bola. Skor menjadi 3-1.
Gol tersebut sempat membangkitkan semangat Grêmio. Dua menit berselang, Amuzu kembali mengancam melalui tembakan terarah dari sisi kiri yang masih menyamping tipis di sisi gawang. Flamengo merespons dengan peluang emas pada menit ke-74. Pedro melakukan gerakan cerdik, melewati penjagaan, dan melepaskan tembakan, tetapi bola masih melambung di atas mistar. Peluang terbaik Flamengo hadir lagi pada menit ke-75 melalui umpan terobosan Pedro kepada Samuel Lino. Sayangnya, tembakan Lino masih membentur tiang kanan gawang Grando.
Baca juga:Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan. Flamengo mengunci kemenangan 3-1. Kemenangan ini membuat Flamengo semakin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 76 poin, unggul enam poin atas Palmeiras di posisi kedua. Sementara itu, Grêmio tertahan di peringkat ke-17 dengan 37 poin, hanya terpaut tipis dari zona aman, sehingga perjuangan untuk keluar dari jerat degradasi semakin berat.
Pendukung Setia dan Rekor Tiket
Laga Flamengo vs Grêmio ini juga mencatatkan angka fantastis di tribun. Menurut data yang dihimpun, sebanyak 67.164 penonton hadir di Maracanã, dengan jumlah tiket terjual mencapai 62.818 lembar. Pendapatan dari penjualan tiket mencapai Rp5,76 miliar. Jumlah ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh pertandingan pekan ke-34 Campeonato Brasileiro, mengalahkan laga Internacional vs Coritiba yang dihadiri lebih dari 36 ribu penonton di Beira-Rio.
Alasan di Balik Rotasi Renato Gaúcho
Kekalahan ini menuai sorotan, terutama terkait keputusan pelatih Grêmio, Renato Gaúcho, yang menurunkan formasi alternatif. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Renato menjelaskan bahwa timnya sedang kelelahan dan dihantui masalah cedera. Ia mengungkapkan ada 10 hingga 12 pemain yang terancam sanksi kartu, serta tiga sampai empat pemain yang masih menjalani perawatan di ruang medis. Kondisi ini membuatnya memilih untuk tidak menurunkan kekuatan penuh di Maracanã.
“Saya punya tim yang lelah, saya punya 10, 12 pemain yang terancam hukuman, dan tiga, empat pemain di departemen medis,” ujar Renato Gaúcho dalam konferensi pers. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi psikologis pemain di tengah jadwal padat. “Tim saya lelah. Setiap tiga hari kami bertanding dan harus mengatasi segala rintangan. Bahkan ketika menang, kondisi mental pemain sangat penting,” tambahnya.
Renato juga menyoroti jadwal Grêmio yang akan menghadapi laga krusial. Pada Sabtu (7/11) mendatang, Grêmio akan melakoni leg kedua semifinal Copa do Brasil melawan Atlético-MG di Arena MRV. Bermodal kemenangan 2-0 di leg pertama, Grêmio hanya butuh hasil imbang atau kalah tipis untuk lolos ke final. Renato mengaku khawatir jika harus kehilangan pemain akibat akumulasi kartu kuning di laga melawan Flamengo.
Baca juga:“Apakah kalian ingin saya menurunkan semua pemain yang lelah melawan Flamengo, sebagian besar sudah terancam sanksi, sehingga saya tidak punya pemain untuk laga Sabtu nanti, dan hanya menyisakan 30 persen tim untuk melawan Bahia di kandang (18 November)? Saya rasa sudah cukup jelas,” tegasnya.
Dengan hasil ini, Flamengo akan melanjutkan perjuangan mempertahankan posisi puncak saat menjamu Athletico-PR pada 18 November mendatang di Maracanã. Sementara Grêmio harus segera mengalihkan fokus ke laga semifinal Copa do Brasil melawan Atlético-MG sebelum kembali berjuang di liga untuk menghindari degradasi.










