Sorothari – 20 Juli 2026 | Rekam jejak Ulta Levenia Nababan, orang Batak yang kini jadi tenaga ahli utama Kantor Staf Presiden, tengah menjadi sorotan publik setelah unggahan media sosialnya menuai kontroversi. Perempuan kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 1995 ini dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang keamanan dan kontra-terorisme. Namanya melambung setelah ia mengkritik mahasiswi Universitas Indonesia terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menyamakan jas almamater UI dengan daster.
Profil dan Pendidikan
Ulta Levenia Nababan menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Leeds, Inggris, meraih gelar Master of Arts dalam bidang studi insurgensi dan terorisme. Selain itu, ia juga mengikuti program di lembaga pertahanan Prancis untuk memperdalam kajian keamanan Indo-Pasifik. Prestasi akademiknya diakui dengan dua beasiswa bergengsi, yaitu Chevening Scholarship dari pemerintah Inggris dan Fulbright Scholarship dari AS.
Baca juga:Karier dan Penelitian di Wilayah Konflik
Sebelum bergabung dengan Kantor Staf Presiden, Ulta bekerja sebagai analis hubungan internasional dan peneliti kontra-terorisme. Ia tercatat melakukan penelitian lapangan di berbagai wilayah konflik, seperti Filipina Selatan (basis kelompok Abu Sayyaf), Afghanistan di bawah kekuasaan Taliban, serta daerah di Indonesia seperti Aceh dan Papua. Ia juga mendirikan organisasi Milenial untuk Pertahanan dan Keamanan (MAPAN) yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu pertahanan nasional.
Karier Politik dan Jabatan di KSP
Pada Pemilu 2024, Ulta dipercaya menjadi juru bicara sekaligus Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Setelah Prabowo Subianto menjabat presiden, ia diangkat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden. Posisi ini membuatnya kerap tampil di media nasional dan memberikan analisis terkait kebijakan pemerintahan.
Baca juga:Kontroversi Unggahan Media Sosial
Nama Ulta kembali viral setelah ia mengomentari pernyataan seorang mahasiswi UI dalam sebuah program televisi yang membahas kendala pelaksanaan program MBG. Melalui Instagram Story, ia menulis, “Lahhh ‘banyak sekali sekolah-sekolah’ ukuran banyak sekali-nya ini dari mana sih? Terus pas ditanya angka enggak mau jawab, malah playing victim.” Tak hanya itu, ia juga menyindir jas almamater UI dengan kalimat, “Kochaque bunda pakai daster kuning ini (almamater UI). Maaf Bund beli dasternya di mana?” Unggahan ini pun menuai reaksi pro dan kontra dari warganet. Sebagian menilai komentar tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik, sementara yang lain mendukung kritiknya terhadap penyampaian data yang tidak jelas.
Dalam unggahan lain, Ulta kembali membagikan tangkapan layar komentar yang mengkritik mahasiswi tersebut dan menambahkan sindiran, “Retorika-retorika kosong. Hmmm, mirip capres yang ono yahh. Siapa namanya?” Pernyataan ini semakin memanaskan diskusi di media sosial.
Baca juga:Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Indonesia maupun Ulta Levenia Nababan terkait kontroversi tersebut. Namun, publik menantikan klarifikasi lebih lanjut dari Tenaga Ahli Utama KSP yang dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang penelitian terorisme dan keamanan internasional.













