Berita  

Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Besuk Kobokan
Gunung Semeru Erupsi Dini Hari, Awan Panas Meluncur 5,5 Km ke Besuk Kobokan

Sorothari – 08 November 2026 | Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu dini hari, 7 November 2026. Letusan yang terjadi pukul 00.11 WIB itu disertai luncuran awan panas guguran sejauh 5,5 kilometer dari kawah puncak ke arah tenggara, tepatnya menuju Besuk Kobokan. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom abu letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Erupsi berlangsung sekitar enam menit dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 33 milimeter. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah selatan hingga barat daya. “Sebaran abu mengarah ke selatan-barat daya,” kata Sigit dalam laporan tertulisnya.

Baca juga:
Aktivitas Volcano di Indonesia Meningkat, Gunung Semeru dan Anak Krakatau Jadi Sorotan

Peristiwa ini menambah rangkaian aktivitas vulkanik Semeru dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Jumat sore, 6 November 2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga erupsi dengan awan panas guguran sejauh lima kilometer menuju Besuk Kobokan. Pada Sabtu pagi pukul 08.09 WIB, erupsi susulan kembali terjadi dengan luncuran awan panas sejauh 3,5 kilometer ke arah tenggara. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut tinggi kolom abu saat itu sekitar 100 meter di atas puncak atau 3.776 mdpl, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi sekitar 4 menit 45 detik.

Aktivitas Warga Dilaporkan Normal

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyatakan erupsi dan luncuran awan panas tersebut belum menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lereng Semeru. “Aktivitas warga berjalan lancar dan tidak ada dampak yang terjadi akibat erupsi disertai APG Semeru karena zona merah rawan bencana erupsi sudah steril dari aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Lumajang meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Gunung Semeru saat ini berstatus Siaga Level III. PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak itu, warga juga diminta menjauhi sempadan sungai dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terjangkau perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Baca juga:
14 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Internasional dan Tanggal Hijriahnya

Dua Pendaki Ilegal Dilaporkan Hilang

Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, dua pendaki dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Keduanya berinisial BK (19) dan MWF (19). Berdasarkan informasi awal, mereka berencana mendaki pada 31 Oktober 2026, namun sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB tidak dapat dihubungi. Mereka diduga mendaki tanpa melalui prosedur perizinan resmi.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya menerima laporan dan langsung mengerahkan personel. “Pada pukul 14.55 WIB, Tim Rescue Pos SAR Jember bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar 3 jam 26 menit,” ungkap Made, Sabtu (7/11). Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember sebanyak empat personel dan Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi sebanyak lima personel, serta unsur TNBTS, Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, dan masyarakat setempat.

Tim dilengkapi kendaraan operasional, drone thermal, peralatan mountaineering, jungle rescue, medis, dan evakuasi. Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan. Sebelumnya, pada 4 November 2026, kedua pendaki diketahui menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang untuk menuju Ranu Pani. Pada 5 November, pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani melakukan pencarian, dan pada 6 November 2026 pukul 13.00 WIB sepeda motor yang disewa ditemukan di ladang milik warga sekitar kawasan pendakian.

Baca juga:
Kualitas Udara Hari Ini: Asap Karhutla Menyebar ke Jakarta, Palangka Raya Masih Berbahaya

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Bambang Suriyono, membenarkan kabar pendaki hilang tersebut. “Sudah (pencarian) dan masih menunggu dari Basarnas untuk sama-sama melakukan pencarian,” tegas Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026) sore. Pencarian difokuskan menyusuri sepanjang jalur pendakian dari Ayek-Ayek. Hingga laporan terakhir, kedua pendaki masih dalam pencarian dan upaya penyisiran terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *