Sorothari – 08 November 2026 | AC Milan vs Ferencvaros berakhir dengan kekecewaan bagi tuan rumah. Dalam laga matchday keempat Liga Europa 2026/2027 di Stadion San Siro, Jumat (6/11/2026) dini hari WIB, Rossoneri menyerah 0-2 dari wakil Hungaria tersebut meski lawan bermain dengan 10 orang sejak menit ke-77. Kekalahan ini membuat Milan terpuruk di posisi ke-26 klasemen fase liga dengan tiga poin dari empat pertandingan, sementara Ferencvaros naik ke posisi kedua dengan 12 poin sempurna.
Sejak awal pertandingan, AC Milan memang berupaya menekan. Namun, peluang bersih justru lebih dulu didapat Ferencvaros melalui aksi Lenny Joseph dan Kristoffer Zachariassen yang memaksa kiper Lorenzo Torriani melakukan beberapa penyelamatan penting. Joseph kembali mengancam jelang jeda, tetapi babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki paruh kedua, Milan sempat mencium peluang lewat Omari Hutchinson, namun sepakannya masih melenceng tipis di sisi kanan gawang Ferencvaros.
Baca juga:Petaka bagi Milan datang pada menit ke-52. Kesalahan Torriani membuat bola terlepas, dan Zachariassen menyambar lebih dulu sebelum akhirnya diselesaikan Joseph untuk membawa Ferencvaros unggul 1-0. Tim tamu kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Lagi-lagi Joseph menjadi momok bagi pertahanan Milan. Berdiri bebas, ia dengan tenang menyambar umpan dari Zachariassen dan mengubah kedudukan menjadi 0-2. Keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah pemain Ferencvaros pada menit ke-77 tidak mampu dimanfaatkan Milan untuk mengejar ketertinggalan.
Kekalahan ini memicu kritik tajam dari dalam tim. Bek AC Milan, Koni De Winter, menilai para penggawa Rossoneri mengalami masalah mental dalam beberapa pertandingan terakhir, termasuk saat tumbang dari Ferencvaros. Berbicara kepada Sky Sport setelah pertandingan, De Winter mengaku kecewa berat dan menyebut semua yang dikerjakan Milan kacau. “Tidak ada satu pun yang berjalan sesuai rencana hari ini. Kami harus memperbaiki hal tersebut,” ujarnya kepada MilanNews. “Saya tidak bisa menjelaskannya. Kami harus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini, dan seluruh tim harus melakukannya. Sulit untuk berbicara sekarang.”
Baca juga:Kekecewaan juga datang dari legenda Rossoneri, Alessandro Costacurta. Ia bahkan menyebut performa tim pada babak pertama sebagai salah satu yang terburuk dalam empat hingga lima tahun terakhir. Costacurta menilai Milan tidak menunjukkan semangat yang cukup, dan para pemain terlalu pasif. Tiga pemain yang menjadi sasaran kritiknya adalah Alphadjo Cisse, Yunus Musah, dan Sankhoun Diawara, yang ditarik keluar oleh pelatih Ruben Amorim saat jeda pertandingan. “Mereka tampil terlalu pasif. Itu merupakan salah satu babak pertama terburuk dalam empat atau lima tahun terakhir,” kata Costacurta seperti dikutip Corriere dello Sport.
Hasil ini memperpanjang catatan buruk Milan di kompetisi Eropa musim ini. Sebelumnya, mereka mengawali fase liga dengan kekalahan dari Benfica, lalu sempat menang telak 4-0 atas Salzburg, namun kembali tumbang 0-3 dari Bournemouth pada pekan lalu. Meski demikian, di ajang domestik Milan baru saja meraih kemenangan penting 3-1 atas Inter Milan dalam Derby della Madonnina pada 1 November 2026, setelah sebelumnya mengalahkan Udinese 2-0. Inkonsistensi antara performa di Serie A dan Liga Europa menjadi sorotan.
Baca juga:Dengan kekalahan ini, AC Milan vs Ferencvaros menjadi pukulan telak bagi ambisi Rossoneri untuk bangkit di kompetisi Eropa. Pelatih Ruben Amorim dituntut segera menemukan solusi atas masalah mental dan konsistensi tim. Sementara itu, Ferencvaros terus menjaga rekor sempurna dan membuka jalan menuju babak 16 besar. Milan akan kembali beraksi di Liga Europa dengan tekanan besar untuk meraih poin demi menghindari ancaman tersingkir dari 24 besar klasemen.












