Sorothari – 29 Juli 2026 | Daftar politisi hingga influencer yang bantu keluarga terduga maling ayam tewas dikeroyok di Bali semakin bertambah setelah kasus kematian KD, seorang pria asal Buleleng yang diduga mencuri ayam, viral di media sosial. Berbagai pihak, mulai dari menteri, anggota DPD, hingga relawan, memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menjadi salah satu pejabat yang turun tangan. Ia mengirimkan tim Kementerian Sosial ke rumah duka di Buleleng dan menawarkan pendidikan bagi anak KD melalui program Sekolah Rakyat. “Karena memang memenuhi syarat untuk bisa berkenan sekolah di Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Selain itu, Kementerian Sosial juga menyiapkan pendampingan psikososial bagi keluarga korban. Gus Ipul menyebutkan bahwa timnya telah berdialog dengan keluarga, meskipun suasana duka masih menyelimuti. Keluarga korban diketahui berada pada desil dua dalam data kemiskinan, sehingga memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.
Baca juga:Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, juga menyatakan kesiapannya membiayai pendidikan anak KD hingga jenjang sarjana. Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Arya berkata, “Nanti saya akan tanggung biaya sekolah kamu sampai sarjana. Dari SD sampai sarjana. Sabar nggeh.” Dengan mata berkaca-kaca, ia juga berjanji mengawal proses hukum kasus pengeroyokan yang menewaskan KD agar pelaku dijerat pasal berlapis. Arya Wedakarna merupakan senator yang memiliki latar belakang akademisi dan aktivis, serta melaporkan total harta kekayaan Rp16,37 miliar per 31 Desember 2024.
Tak hanya dari kalangan politisi, bantuan juga mengalir dari relawan dan masyarakat umum. Salah seorang relawan, Ary Ulangun, mengungkapkan bahwa donasi yang dihimpun bersama Nang Etong dan beberapa teman lainnya mencapai Rp 190 juta. Dana tersebut rencananya akan dikelola dalam bentuk deposito guna menjamin kebutuhan pendidikan kedua anak KD. “Harapannya bisa dipakai ke depan untuk sekolah. Para donatur berpesan agar ada pengelolaan yang ketat dan pemaksimalan pengelolaan dana,” ujar Ary di rumah duka, Buleleng, Senin (27/7/2026). Pencairan dana akan dilakukan dengan pengawasan bersama antara relawan dan keluarga.
Baca juga:Keluarga korban sendiri baru mengetahui bahwa KD tewas akibat dikeroyok massa setelah video kejadian viral di media sosial. Sebelumnya, mereka menandatangani surat damai karena mengira kematian KD disebabkan hal wajar. Sepupu KD, Made Parta, mengatakan informasi awal datang dari kelian dusun setempat. Peristiwa itu terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan ini.
Viralnya kasus ini menyoroti sisi kemanusiaan dan solidaritas yang muncul dari berbagai elemen. Daftar politisi hingga influencer yang bantu keluarga terduga maling ayam tewas dikeroyok di Bali terus bertambah seiring dengan perhatian publik yang tak kunjung padam. Masyarakat berharap bantuan yang terkumpul dapat digunakan sebaik-baiknya untuk masa depan anak-anak KD, sementara proses hukum berjalan secara adil.
Baca juga:












