Pandu Sjahrir: Proyek Waste to Energy Indonesia Terbesar di Dunia, 85 Investor Berebut Masuk

Pandu Sjahrir: Proyek Waste to Energy Indonesia Terbesar di Dunia, 85 Investor Berebut Masuk
Pandu Sjahrir: Proyek Waste to Energy Indonesia Terbesar di Dunia, 85 Investor Berebut Masuk

Sorothari – 17 Juli 2026 | Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy (WtE) di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia secara akumulatif. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Waste to Energy Talks di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menurut Pandu, proyek WTE RI jadi yang terbesar di dunia, investor berebut masuk karena potensi ekonomi dan lingkungan yang besar.

Pandu mengungkapkan bahwa antusiasme investor asing sangat tinggi. Pada fase pertama lelang, terdapat 24 perusahaan yang dinyatakan memenuhi syarat untuk membentuk konsorsium setelah diseleksi dari ratusan peminat. Memasuki fase kedua, jumlah peserta lelang melonjak menjadi 85 perusahaan yang berasal dari berbagai negara, termasuk Eropa, China, Jepang, Korea, Singapura, dan Timur Tengah. “Ini jauh lebih diversified,” ujarnya.

Baca juga:
Dinamika Saham GOTO Usai Penyesuaian Indeks MSCI dan Penguatan Fundamental

Meskipun Danantara menetapkan sejumlah persyaratan ketat, seperti kewajiban membawa pendanaan sendiri dan memiliki rekam jejak teknologi, investor asing tetap antusias. Pandu menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan untuk menghindari ketergantungan pada satu negara atau satu kelompok pendana. “Kita harus balance dan nggak bisa dari satu negara. Kalau enggak nanti juga counterparty risk buat kita,” tegasnya.

Selain investor asing, delapan perusahaan lokal juga terpilih sebagai mitra dalam proyek PSEL tahap dua. Danantara telah mengumumkan 10 pemenang untuk 11 proyek WtE di berbagai daerah. Perusahaan asal China mendominasi, dengan Shanghai SUS Environment dan Zhejiang Weiming Environment Protection masing-masing mengamankan dua proyek. SUS akan menggarap Lampung Raya bersama Indoplas serta Surabaya Raya bersama Bakrie Power, sementara Zhejiang Weiming memegang proyek Denpasar dan Bogor Raya 1. Perusahaan raksasa asal Prancis, SUEZ dan Veolia, juga turut serta mengembangkan proyek di Medan Raya dan Semarang Raya. Gruus usaha lokal seperti Bakrie Group, Chandra Asri Group, dan Pertamina masuk melalui anak usahanya masing-masing.

Baca juga:
Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, Komisi Antikorupsi Mulai Investigasi

Pemerintah sendiri menargetkan percepatan implementasi WtE di 34 kawasan aglomerasi di seluruh Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, menyatakan bahwa program ini diharapkan menjangkau 70 hingga 80 persen kabupaten dan kota. Langkah ini diambil sebagai solusi ganda untuk mengatasi krisis sampah sekaligus memenuhi kebutuhan energi nasional.

Pandu menambahkan bahwa proyek WtE Indonesia yang terbesar di dunia ini menjadi daya tarik bagi investor global. “Semua berlomba-lomba untuk hadir ke sini,” katanya. Saat ini, proses menuju financial close untuk proyek yang telah memperoleh Power Purchase Agreement (PPA) dari PLN terus berjalan, dengan minat pendanaan tidak hanya dari perbankan Himbara tetapi juga lembaga keuangan non-Himbara dan investor internasional.

Baca juga:
ASDP Siapkan Dua Rute Ferry Jarak Jauh Baru Bulan Depan, Targetkan Konektivitas Logistik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *