ASDP Siapkan Dua Rute Ferry Jarak Jauh Baru Bulan Depan, Targetkan Konektivitas Logistik

ASDP Siapkan Dua Rute Ferry Jarak Jauh Baru Bulan Depan, Targetkan Konektivitas Logistik
ASDP Siapkan Dua Rute Ferry Jarak Jauh Baru Bulan Depan, Targetkan Konektivitas Logistik

Sorothari – 24 Juli 2026 | PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan meluncurkan dua rute ferry jarak jauh (long distance ferry) baru mulai bulan depan, yaitu Surabaya-Makassar dan Patimban-Pontianak. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan logistik antarpulau dan menjawab kebutuhan distribusi barang yang masih belum terlayani secara optimal. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengungkapkan bahwa peluncuran rute Surabaya-Makassar menjadi pengembangan kedua layanan jarak jauh setelah sebelumnya dibukanya lintasan Patimban-Pontianak. “Di bulan depan, kita akan launching kedua kalinya rute jarak jauh. Surabaya ke Makassar yang pertama, Patimban ke Pontianak,” kata Heru di Luwuk, Jumat (24/7/2026).

Menurut Heru, Indonesia masih sangat membutuhkan kapal roll-on/roll-off (roro) berukuran besar untuk mendukung kelancaran distribusi logistik. Saat ini masih banyak koridor strategis yang belum dilayani ferry jarak jauh, seperti Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam. “Jakarta-Medan ada nggak? Nggak ada, sekarang di Indonesia nggak ada roro Jakarta-Medan. Terus Jakarta ke Batam, nggak ada,” ujarnya. Pengembangan rute jarak jauh ini menjadi bagian dari transformasi bisnis ASDP yang sebelumnya lebih dikenal sebagai operator penyeberangan jarak pendek. Ke depan, perusahaan ingin memperkuat perannya sebagai penghubung logistik antarpulau sekaligus menjaga keseimbangan biaya angkutan laut nasional.

Baca juga:
Gubernur Jambi: Nobar Piala Dunia 2026 Dongkrak Ekonomi UMKM

Investasi Besar untuk Peremajaan Armada

Untuk mendukung ekspansi tersebut, ASDP menyiapkan investasi sebesar Rp23,4 triliun dalam lima tahun ke depan. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 46 kapal baru dan melakukan charter sekitar 50 kapal. Heru menjelaskan bahwa kebutuhan investasi ini didorong oleh kondisi armada perseroan yang sudah menua—sekitar 50 persen kapal ASDP berusia di atas 30 tahun—sementara operator swasta terus menambah kapal baru dengan kapasitas lebih besar. “Investasi kita untuk 5 tahun ke depan itu besar sekali Rp23,4 triliun untuk bangun kapal baru kemudian charter 50 kapal yang nanti kita akan bagi ke beberapa rute termasuk yang paling utama adalah rute jarak jauh RDF (radio direction finder),” kata Heru di Luwuk, Kamis (23/7/2026).

Sumber pendanaan investasi ini berasal dari kombinasi dana internal dan dukungan Danantara. Heru mengungkapkan bahwa ASDP telah berkomunikasi dengan Danantara terkait kebutuhan pembiayaan tersebut karena penguatan armada dinilai penting untuk menjaga konektivitas antarpulau. Selain menambah kapal untuk lintasan pendek, perseroan juga akan memperkuat layanan ferry jarak jauh guna mendukung distribusi logistik. Di sisi lain, Heru menyoroti pentingnya kepastian pendanaan untuk layanan penyeberangan perintis. ASDP mendorong agar skema subsidi yang selama ini dikelola Kementerian Perhubungan dialihkan menjadi Public Service Obligation (PSO) melalui Kementerian Keuangan sehingga pendanaan tersedia penuh selama satu tahun anggaran.

Baca juga:
Harga Emas Hari Ini Kamis 23 Juli 2026: Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Naik

Komitmen Lingkungan dan Layanan Perintis

Dalam mewujudkan tanggung jawab sosial dan lingkungan, ASDP menanam 2.500 pohon mangrove di kawasan pesisir Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertema “Connecting Sustainability, Growing Net Zero” ini merupakan wujud nyata kontribusi perseroan dalam mitigasi perubahan iklim melalui solusi berbasis alam. Penanaman mangrove diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Heru menekankan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan. “Melalui penanaman 2.500 pohon mangrove di Pagimana ini, perseroan ingin memberikan kontribusi nyata dalam mendukung aksi iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, layanan angkutan penyeberangan perintis di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat terhenti sejak 1 Juli 2026 akhirnya kembali beroperasi pada 20 Juli 2026 setelah pemerintah memastikan dukungan anggaran. Pemerintah menyetujui tambahan anggaran untuk ASDP sebesar Rp139 miliar dan untuk Pelni sebesar Rp70 miliar, total sekitar Rp209 miliar, yang diputuskan dalam rapat antara Wakil Ketua DPR, Mensesneg, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan COO BPI Danantara. Heru menjelaskan bahwa penghentian sementara terjadi karena keterbatasan anggaran subsidi dari Kementerian Perhubungan yang bersumber dari PNBP. “Namun demikian kami koordinasi dengan Menteri Perhubungan… makanya setelah itu, kami rapat dengan pimpinan DPR, Kemenkeu, juga Kemenhub. Kami maunya layanan ini tetap berjalan,” katanya. ASDP mengusulkan agar ke depan skema pendanaan perintis dialihkan ke PSO agar lebih pasti dan berkelanjutan.

Baca juga:
Viral Omzet Koperasi Merah Putih Melawai Minim, Menkop: Kita Memaklumi

Dengan berbagai langkah strategis ini, ASDP berharap dapat memperkuat konektivitas antarpulau, mendukung distribusi logistik nasional, serta menjaga keseimbangan biaya angkutan laut. Peluncuran dua rute ferry jarak jauh bulan depan menjadi bukti komitmen perseroan dalam menjawab tantangan geografis Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *