Sorothari – 12 September 2026 | Pergerakan harga emas hari ini, Jumat (11/9/2026), terpantau mengalami koreksi di pasar domestik, sejalan dengan pelemahan harga komoditas logam mulia di tingkat global. Penurunan harga terjadi merata, baik pada produk emas batangan investasi seperti Antam, Galeri24, dan UBS, maupun pada berbagai instrumen emas perhiasan di sejumlah gerai ritel modern.
Koreksi pada perdagangan dalam negeri dipicu oleh dinamika pasar internasional yang dibayangi spekulasi arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed). Penguatan data inflasi produsen di AS telah meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya kembali, sehingga memberi tekanan pada aset-aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Baca juga:Rincian Harga Emas Batangan Antam dan Pegadaian
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam mengalami penurunan sebesar Rp25.000 menjadi Rp2.600.000 per gram pada perdagangan hari ini. Posisi tersebut turun dibandingkan perdagangan hari sebelumnya yang bertengger di level Rp2.625.000 per gram. Sejalan dengan itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam juga terkoreksi Rp25.000 ke posisi Rp2.450.000 per gram.
Sesuai ketentuan perpajakan dalam PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian emas batangan berukuran 1 gram hingga 1.000 gram tetap dikenakan potongan pajak. Sementara transaksi buyback ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
Sementara itu, penurunan harga juga tercatat pada etalase PT Pegadaian. Tiga produk logam mulia utama yang diperdagangkan kompak melemah dibandingkan perdagangan Kamis kemarin. Berikut rincian perbandingan harga emas di Pegadaian:
| Merek Emas | Harga per Gram (11/9/2026) | Harga per Gram (10/9/2026) |
|---|---|---|
| Antam | Rp2.639.000 | Rp2.665.000 |
| Galeri24 | Rp2.550.000 | Rp2.574.000 |
| UBS | Rp2.574.000 | Rp2.600.000 |
Ukuran yang disediakan di Pegadaian bervariasi untuk memenuhi kebutuhan investor, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram untuk Galeri24, pecahan 0,5 gram hingga 100 gram untuk Antam, serta ukuran 0,5 gram hingga 500 gram untuk produk UBS.
Baca juga:Pergerakan Harga Emas Perhiasan di Gerai Ritel
Selain emas batangan, harga emas hari ini untuk segmen perhiasan turut menunjukkan tren pelemahan di berbagai toko retail terkemuka. Perbedaan harga jual antar toko umumnya dipengaruhi oleh faktor kadar kemurnian karat, biaya pembuatan (ongkos tukang), keunikan desain, dan kebijakan masing-masing peritel.
Di Raja Emas, perhiasan kadar rendah mulai dari 8 karat dibanderol mulai Rp684.000 per gram, sedangkan emas perhiasan murni 24 karat dipatok pada level Rp2.150.000 per gram. Pada gerai Laku Emas, perhiasan berkadar 24 karat diperdagangkan di angka Rp2.224.000 per gram. Adapun di Semar Nusantara, emas perhiasan 24 karat tercatat dilepas seharga Rp2.482.000 per gram. Untuk transaksi buyback perhiasan 24K, harga yang ditawarkan di pasar berada di rentang Rp2.214.694 hingga Rp2.450.000 per gram.
Faktor Global dan Sikap Bank Sentral Dunia
Kondisi pasar domestik tidak lepas dari pergerakan pasar komoditas dunia. Di pasar spot internasional, harga emas sempat menguat tipis 0,2 persen ke level US$ 4.324,79 per ons troi, namun secara kumulatif masih berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 2 persen. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turut terkoreksi ke kisaran US$ 4.364,70 hingga US$ 4.402,5 per ons troi setelah sebelumnya anjlok akibat data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang naik 0,4 persen pada Agustus.
Kepala Strategi Pasar Keuangan Exness, Wael Makarem, menuturkan bahwa rilis data inflasi AS yang berada di atas ekspektasi berpotensi memperkuat argumen bagi kebijakan pengetatan moneter. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar dolar AS menguat, yang secara langsung menekan posisi logam mulia.
Baca juga:Kendati harga emas hari ini tengah mengalami tekanan jangka pendek, tren jangka panjang kepemilikan emas oleh otoritas moneter global justru tetap kuat. Bank-bank sentral Eropa tercatat aktif menata ulang penyimpanan cadangan devisa mereka di tengah eskalasi geopolitik. De Nederlandsche Bank (DNB) memindahkan sekitar 86 ton emas dari New York ke London demi kesiapan menghadapi krisis. Langkah serupa diambil Bank of France yang menarik sisa cadangan emasnya dari Federal Reserve Bank of New York, sementara politisi di Jerman dan Italia menyuarakan desakan serupa.
Survei World Gold Council menunjukkan bahwa bank-bank sentral global secara rata-rata telah mengakumulasi sekitar 1.000 ton emas per tahun selama empat tahun terakhir. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan internasional diproyeksikan akan terus menjadi faktor utama yang memengaruhi arah fluktuasi harga emas ke depan.

