Brook Lopez, Mimpi Buruk Lakers dan Saksi Cedera Mengerikan Jalen Williams

Brook Lopez, Mimpi Buruk Lakers dan Saksi Cedera Mengerikan Jalen Williams
Brook Lopez, Mimpi Buruk Lakers dan Saksi Cedera Mengerikan Jalen Williams

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Veteran berusia 38 tahun, Brook Lopez, kembali menunjukkan kelasnya di NBA. Pivot Los Angeles Clippers itu nyaris menggagalkan kemenangan Los Angeles Lakers pada laga Jumat (23/10/2026) waktu setempat, sebelum akhirnya menjadi saksi cedera mengerikan yang menimpa bintang Oklahoma City Thunder, Jalen Williams, dua hari berselang.

Pada pertemuan di Crypto Arena, Lopez tampil luar biasa dari bangku cadangan. Ia mencetak 22 poin dengan akurasi tembakan 8 dari 9, termasuk dua lemparan tiga angka, dan menambahkan tiga blok. Lakers memang menang 125-117, tetapi harus bekerja keras membalikkan keadaan setelah Lopez membuat Clippers unggul 31-27 di kuarter pertama.

Baca juga:
Lakers Benahi Roster: Kessler Bersinar, Williams Kunci Pertahanan, Finney-Smith Ditinggal

Menurut analisis Silver Screen and Roll, Lopez memilih target dengan cerdas. Ia menyerang Kevon Looney dan Sandro Mamukelashvili, dua pengganti Walker Kessler yang lebih lambat dan lebih pendek. Dalam rentang sekitar delapan menit di akhir kuarter pertama dan awal kuarter kedua, Lopez mengumpulkan 15 poin melalui dua tripoin, kait, dan layup fast break. Clippers bahkan sempat menutup paruh pertama dengan 64 poin dan skor imbang.

Kessler, yang baru direkrut Lakers melalui sign-and-trade pada Juli lalu, finis dengan 22 poin, 8 rebound, 6 blok, dan 3 steal. Ia mendominasi kuarter ketiga ketika Lakers membuka jarak 13 poin. Namun, momen paling diingat terjadi di awal kuarter keempat: Lopez membukukan dua blok beruntun, satu pada Quentin Grimes dan satu lagi pada dunk Kessler. Lopez menutup laga dengan 7 poin di paruh kedua dan plus-minus +1 dalam 20 menit bermain.

Bagi penggemar Lakers, nama Lopez bukan hal baru. Ia pernah berseragam ungu-emas pada musim 2017-18 sebelum bereinkarnasi di Milwaukee Bucks dan menjadi juara pada 2021. Sejak bergabung dengan Clippers pada 2025, perannya berubah menjadi pemain cadangan berpengalaman. Pada musim 2025-26, ia tampil 75 kali dengan 40 di antaranya sebagai starter, rata-rata 8,5 poin dalam 21,8 menit dan akurasi 36 persen dari luar busur.

Penampilan impresif Lopez memicu spekulasi pasar. Jovan Buha, jurnalis The Athletic yang meliput Lakers, menyebut Lopez sebagai salah satu opsi cadangan yang paling realistis untuk memperkuat kedalaman frontcourt Lakers. Dalam siaran YouTube setelah kemenangan atas Clippers, Buha mengungkapkan bahwa Lopez berada di peringkat sekitar 20 untuk pemain big man cadangan, sementara Looney di posisi terakhir, ke-30.

“Dia jelas lebih baik dari Looney. Looney mungkin lebih baik dalam screen dan rebound, tapi Lopez unggul hampir di semua aspek lainnya. Dan dia mungkin salah satu cadangan yang paling mudah didapatkan,” ujar Buha.

Baca juga:
Knicks Rekrut Dalton Knecht dengan Kontrak Dua Arah Usai Lakers Melepasnya

Meski demikian, Buha menekankan belum ada negosiasi resmi antara Lakers dan Clippers. Ia juga mengingatkan bahwa Lopez bukan tipe center atletis yang cocok dengan gaya pick-and-roll Luka Doncic dan Austin Reaves. Lopez lebih merupakan stretch five yang nyaman menembak dari luar dan bermain back-to-the-basket. Kelemahan lain, Lopez tidak pernah menjadi rebounder ulung, dan masalah rebound justru menjadi sorotan dalam kemenangan Lakers atas Utah Jazz, di mana Jazz mengumpulkan 51 rebound berbanding 30 milik Lakers.

Di sisi pertahanan, Lopez masih memberikan perlindungan rim yang solid. Ia pernah masuk dalam perbincangan penghargaan Defensive Player of the Year pada awal dekade ini dan dinilai mampu menjalankan peran drop coverage seperti yang biasa dilakukan Looney.

Duka di Oklahoma City

Dua hari setelah kekalahan Clippers dari Lakers, Lopez menjadi saksi langsung insiden yang mengguncang NBA. Pada laga Clippers versus Oklahoma City Thunder di Paycom Center, Minggu (25/10/2026), Jalen Williams mengalami cedera pergelangan kaki parah. Williams terjatuh dengan posisi tidak wajar saat menerobos ke ring dengan sisa 74 detik di kuarter keempat.

Lopez, yang berada sangat dekat dengan lokasi kejadian, menggambarkan insiden tersebut sebagai hal terburuk yang pernah ia lihat di lapangan basket sepanjang kariernya. Pernyataan itu disampaikan kepada The Ringer. Shai Gilgeous-Alexander, rekan setim Williams, terlihat menahan air mata di lapangan. Williams harus diangkut dengan tandu dan ditutupi handuk di bagian kaki kirinya.

Laporan terbaru dari ESPN menyebutkan Williams mengalami dislokasi pergelangan kaki kiri dan fraktur tulang kering. Durasi pemulihannya belum diketahui pasti, tetapi diperkirakan akan absen cukup lama. Cedera ini menjadi pukulan berat bagi Thunder yang baru memenangi tiga laga awal musim, termasuk kemenangan 108-101 atas Clippers malam itu.

Baca juga:
Musim NBA 2026-27 Dimulai, Maxey Jadi Kunci 76ers dan Pistons Cetak Comeback Bersejarah

Dalam laga tersebut, Gilgeous-Alexander mencetak 34 poin, Ajay Mitchell menambahkan 18 poin dari bangku cadangan, dan Isaiah Hartenstein mencatat 12 poin serta 12 rebound. Sementara itu, di kubu Clippers, Aday Mara, rookie asal Spanyol setinggi 2,24 meter, hanya menyumbang 2 poin, 3 rebound, dan 1 blok dalam 14 menit. Lopez sendiri disebut beberapa kali mengganggu pertahanan Mara melalui screen dan pergerakan tanpa bola.

Dengan performa yang masih kompetitif di usia 38 tahun, Lopez membuktikan bahwa ia tetap relevan di liga. Namun, apakah Lakers benar-benar akan mengejar jasanya masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, sosoknya telah meninggalkan jejak dalam dua momen penting awal musim ini: nyaris mempermalukan Lakers, lalu menjadi saksi bisu cedera yang mengubah lanskap kompetisi Wilayah Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *