Ajang OMI Kemenag 2026 Siap Digelar Serentak untuk Menjaring Ribuan Talenta Madrasah

Ajang OMI Kemenag 2026 Siap Digelar Serentak untuk Menjaring Ribuan Talenta Madrasah
Ajang OMI Kemenag 2026 Siap Digelar Serentak untuk Menjaring Ribuan Talenta Madrasah

Sorothari – 05 September 2026 | Penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI Kemenag 2026 resmi bergulir di berbagai daerah di Indonesia guna menjaring ribuan siswa madrasah berprestasi di bidang sains, riset, dan integrasi keilmuan Islam. Kompetisi akademik berskala nasional ini dirancang sebagai instrumen strategis Kementerian Agama dalam membina serta mengevaluasi potensi saintifik peserta didik secara terstruktur, terukur, dan transparan.

Di tingkat daerah, Kantor Kemenag Kota Pekanbaru telah meresmikan pembukaan OMI 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Dar El Hikmah pada Kamis (3/9/2026). Perhelatan tahun ini mengusung tema ‘Islam, Sains, dan Ekologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju’. Pembukaan ajang tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri ribuan santri, murid madrasah, pembina, kepala madrasah, pengawas, hingga perwakilan pemerintah daerah setempat.

Baca juga:
Dinamika Ruang Classroom: Rekam Jejak Sejarah Tragedi 11 September hingga Tantangan Pendidik Masa Kini

Antusiasme Peserta dan Kesiapan Daerah dalam OMI Kemenag

Penyelenggaraan OMI Kemenag tahun 2026 di Pekanbaru mencatatkan rekor partisipasi tertinggi sepanjang sejarahnya dengan melibatkan sebanyak 1.045 siswa dari 144 satuan pendidikan. Para peserta tersebar di tiga jenjang pendidikan dengan pembagian kompetisi bidang studi terintegrasi sebagai berikut:

Jenjang Pendidikan Jumlah Madrasah/Sekolah Bidang Studi yang Diperlombakan
SD/MI Sederajat 50 Satuan Pendidikan Matematika dan IPAS Terintegrasi (2 Bidang)
SMP/MTs Sederajat 57 Satuan Pendidikan Matematika, IPA, dan IPS Terintegrasi (3 Bidang)
SMA/MA Sederajat 37 Satuan Pendidikan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi (6 Bidang)

Kesiapan serupa juga dimatangkan oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kankemenag Kabupaten Pasaman bersama MTsN 1 Pasaman yang ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan OMI tingkat kabupaten. Penataan sarana, ruangan ujian, dan koordinasi teknis telah difinalisasi menjelang jadwal ujian pada 7–8 September 2026. Pelaksana Tugas Kepala MTsN 1 Pasaman, Zulkifli, menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi intensif dengan Penmad Kemenag agar seluruh rangkaian ujian berjalan tertib dan optimal.

Dukungan terhadap pembinaan prestasi pelajar madrasah juga ditegaskan oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Mustafa, dalam kegiatan kompetisi antarpelajar di wilayahnya. Ia mengingatkan bahwa ajang perlombaan akademik dan kreativitas merupakan wahana penting dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 sekaligus ruang untuk mengasah kemampuan diri dan mempererat silaturahmi antarmadrasah.

Baca juga:
Gaya Kasual Putri Leonor Saat Awali Kuliah Ilmu Politik di Madrid

Sistem Seleksi Digital CBT dan Tahapan Menuju Tingkat Nasional

Untuk memastikan akuntabilitas, seleksi OMI Kemenag dilaksanakan secara serentak dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Melalui sistem digital ini, data penilaian diproses secara langsung dan terintegrasi secara nasional guna menjamin objektivitas hasil ujian setiap peserta.

Ketua Komite OMI 2026 sekaligus Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren/Plt. Kasi Penmad Kemenag Kota Pekanbaru, H. Zulfa Hendri, memaparkan beberapa tahapan utama seleksi OMI 2026:

  1. Pelaksanaan ujian serentak berbasis CBT pada 7–9 September 2026 di tiga titik lokasi, yaitu Ponpes Dar El Hikmah, MAN 1 Pekanbaru, dan MAN 2 Pekanbaru.
  2. Penjaringan 3 peserta terbaik dari masing-masing 11 bidang studi yang diperlombakan (total 33 delegasi terbaik).
  3. Pengumuman resmi hasil seleksi tingkat kabupaten/kota pada 14 September 2026.
  4. Resepsi penganugerahan penghargaan bagi para pemenang pada 16 September 2026.
  5. Keikutsertaan delegasi terpilih ke tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026.

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekanbaru, H. Syahrul Mauludi, menegaskan bahwa esensi dari kompetisi ini bukan semata-mata mengejar kemenangan, melainkan membangun tradisi keilmuan dan integritas siswa madrasah. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, ajang ini diharapkan mampu mengantarkan generasi muda madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Baca juga:
Kemenag Targetkan Kurikulum Pencegahan LGBTQ Mulai Diajarkan Tahun Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *