Sorothari – 02 November 2026 | Apple resmi memperkenalkan jajaran MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max generasi terbaru yang membawa perubahan signifikan pada lini laptop profesional mereka. Peluncuran ini menandai pertama kalinya MacBook Pro hadir dengan layar sentuh, menggunakan panel Tandem OLED yang dipasarkan sebagai PROLED XDR, serta desain bodi yang lebih tipis dan ringan dibandingkan model sebelumnya. Perangkat ini diposisikan sebagai penerus seri M5 yang sebelumnya dirilis pada Maret 2026 dengan layar Liquid Retina XDR.
Menurut laporan jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, Apple tidak hanya memperbarui lini premiumnya dengan teknologi layar baru. Perusahaan juga menyiapkan strategi jangka panjang yang akan mengubah struktur produk MacBook Pro secara menyeluruh, termasuk rencana menghadirkan chip M7 pada model entry-level tahun depan dan kemungkinan menghentikan produksi model non-touch di segmen atas.
Baca juga:Layar PROLED XDR dan Fitur Layar Sentuh
MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max terbaru hadir dengan layar PROLED XDR yang menggunakan teknologi Tandem OLED. Panel ini mendukung input sentuh, dilengkapi Dynamic Island, serta menawarkan refresh rate ProMotion hingga 120Hz. Apple mengklaim layar ini mampu menampilkan warna yang lebih kaya dengan rasio kontras yang lebih tinggi dibandingkan panel Liquid Retina XDR pada model sebelumnya.
Meski demikian, kedua jenis layar memiliki kesamaan pada sejumlah aspek teknis. Baik PROLED XDR maupun Liquid Retina XDR sama-sama mendukung kecerahan HDR puncak 1.000 nits secara berkelanjutan, tingkat kecerahan minimum 1 nit, teknologi True Tone, dukungan satu miliar warna, serta kepadatan 254 piksel per inci. Perbedaan utama terletak pada kemampuan sentuh, desain yang lebih tipis, dan bobot yang lebih ringan pada model PROLED XDR.
Fitur layar sentuh pada MacBook Pro dapat dinonaktifkan melalui pengaturan Accessibility, memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang lebih nyaman menggunakan antarmuka konvensional. Apple juga menyertakan mode referensi untuk video HDR, siaran televisi, sinema digital, dan alur kerja sRGB, serta dukungan Pro Display Calibrator pada kedua varian layar.
Harga dan Ketersediaan di Berbagai Negara
Di Thailand, MacBook Pro M5 Pro dengan layar Liquid Retina XDR dibanderol mulai 87.900 baht untuk ukuran 14 inci, sedangkan versi PROLED XDR dijual mulai 104.900 baht. Untuk ukuran 16 inci, harga dimulai dari 104.900 baht untuk Liquid Retina XDR dan 124.900 baht untuk PROLED XDR. Selisih harga antara kedua varian layar berkisar 17.000 hingga 20.000 baht pada konfigurasi chip dan ukuran yang sama.
Sementara itu, di India, Apple dijadwalkan mengirimkan perangkat baru pada awal November 2026. Model 14 inci MacBook Pro dengan chip M6 akan tersedia mulai 6 November dengan harga mulai 239.900 rupee. Adapun model layar sentuh 14 inci dengan M5 Pro dibanderol mulai 349.900 rupee dan akan tersedia pada 9 November, sedangkan model 16 inci dengan M5 Pro mulai 409.900 rupee. Pengiriman global untuk model layar sentuh dijadwalkan mulai 6 November 2026.
Baca juga:Di Amerika Serikat, MacBook Pro layar sentuh 14 inci dijual mulai 2.899 dolar AS dan model 16 inci mulai 3.399 dolar AS, atau sekitar 400 dolar lebih mahal dibandingkan model premium non-touch sebelumnya. Sementara itu, model entry-level 14 inci MacBook Pro tanpa layar sentuh dibanderol mulai 1.999 dolar AS.
Rencana Apple ke Depan: Chip M7 dan Penghentian Model Non-Touch
Mark Gurman dalam laporannya menyebutkan bahwa Apple akan menghadirkan MacBook Pro entry-level dengan chip M7 dan desain yang lebih tipis pada tahun depan. Model ini akan mewarisi bahasa desain dari mesin premium terbaru, termasuk bezel yang lebih ramping dan bodi yang lebih ringan, tetapi tetap tanpa layar sentuh. Gurman juga memperkirakan bahwa generasi kedua MacBook Pro layar sentuh akan hadir dengan chip M7 Pro dan M7 Max.
Apple sebelumnya dilaporkan akan melompati chip M6 Pro dan M6 Max, dan langsung beralih ke keluarga M7 pada paruh pertama tahun depan. Menurut Gurman, lini M7 dirancang terutama untuk kemajuan besar dalam pemrosesan AI on-device. Ia juga meragukan Apple akan terus menjual dua lini produk high-end dalam jangka panjang.
“Dengan versi pertama, Apple mengenakan premi 400 dolar untuk menambahkan layar sentuh, OLED, dan antarmuka Dynamic Island. MacBook Pro M5 Pro dan M5 Max tanpa layar sentuh masih dijual, tetapi saya akan terkejut jika Apple terus mengembangkan versi non-touch dari model laptop high-end mereka,” tulis Gurman. Ia menambahkan bahwa mengelola dua set MacBook Pro high-end memberikan beban tambahan pada tim engineering, pemasaran, dan manufaktur, sementara selisih harga keduanya cukup dekat untuk konvergensi dalam waktu dekat.
Jika rencana ini terwujud, pada 2027 pembeli hanya akan memiliki dua pilihan: MacBook Pro 14 inci entry-level tanpa layar sentuh dengan chip M7, atau model premium dengan layar sentuh dan chip M7 Pro atau M7 Max. Dengan harga saat ini, selisih antara model standar dan model layar sentuh termurah bisa mencapai 900 dolar AS, yang berpotensi membuat pengguna yang menginginkan teknologi layar baru harus merogoh kocek lebih dalam.
Baca juga:Dampak bagi Pengguna dan Industri
Kehadiran layar sentuh pada MacBook Pro menandai pergeseran strategi Apple yang sebelumnya enggan menghadirkan input sentuh pada laptop. Langkah ini sekaligus menjawab permintaan sebagian pengguna profesional yang menginginkan interaksi langsung dengan konten, terutama di segmen kreatif seperti desain grafis, penyuntingan video, dan ilustrasi digital.
Namun, keputusan untuk tetap menjual model non-touch di segmen entry-level menunjukkan bahwa Apple masih ingin mempertahankan basis pengguna yang sensitif terhadap harga. Strategi ini juga memberi ruang bagi Apple untuk menguji penerimaan pasar terhadap layar sentuh sebelum sepenuhnya mengadopsinya di seluruh lini MacBook Pro.
Di sisi lain, pengembangan chip M7 yang berfokus pada AI on-device mengindikasikan bahwa Apple semakin serius dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam perangkat kerasnya. Hal ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada komputasi AI lokal, di mana pemrosesan dilakukan langsung di perangkat untuk meningkatkan privasi dan mengurangi ketergantungan pada layanan cloud.
Hingga saat ini, Apple belum memberikan konfirmasi resmi mengenai rencana jangka panjang untuk lini MacBook Pro. Namun, laporan Gurman selama ini dikenal akurat dalam memprediksi langkah perusahaan. Para penggemar Apple pun kini menantikan apakah model entry-level dengan chip M7 akan benar-benar hadir pada 2027 dengan desain yang lebih tipis dan ringan, serta apakah era MacBook Pro non-touch di segmen premium akan segera berakhir.












