Trump Minta Tambahan Rp1.568 Triliun, Pete Hegseth Berang Saat Ditanya Ujung Perang

Trump Minta Tambahan Rp1.568 Triliun, Pete Hegseth Berang Saat Ditanya Ujung Perang
Trump Minta Tambahan Rp1.568 Triliun, Pete Hegseth Berang Saat Ditanya Ujung Perang

Sorothari – 23 Juli 2026 | Presiden Donald Trump mengajukan permintaan tambahan anggaran militer sebesar Rp1.568 triliun (87 miliar dolar AS) kepada Kongres, namun Menteri Pertahanan Pete Hegseth justru kehilangan kesabaran saat didesak mengenai strategi mengakhiri perang melawan Iran dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat, Selasa (21/7/2026). Pertanyaan sederhana dari Senator Gary Peters memicu perdebatan panas yang mengungkap ketiadaan peta jalan yang jelas dari pemerintahan Trump.

Dalam sidang yang dipimpin Senator Susan Collins, Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine hadir untuk mempertahankan permintaan dana darurat yang diajukan Gedung Putih pada 24 Juni 2026. Hegseth mengungkapkan bahwa biaya operasi militer di Iran telah mencapai 37,5 miliar dolar AS (sekitar Rp671 triliun), melonjak 8,5 miliar dolar dari estimasi Mei lalu. Dari total tambahan yang diminta, 67 miliar dolar AS dialokasikan khusus untuk operasi di Timur Tengah, sementara sisanya untuk kebutuhan lain.

Baca juga:
Menteri HAM Pigai Buka Suara soal Isu Paksa Warga Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes Merah Putih

Senator Gary Peters, Demokrat dari Michigan, langsung menekan Hegseth dengan pertanyaan tajam. “Anda tidak memiliki strategi, tidak memiliki rencana jangka panjang untuk benar-benar memenangkan perang ini. Para prajurit mampu melakukannya, tetapi mereka membutuhkan kepemimpinan. Kapan Anda akan menunjukkan kepemimpinan?” ujar Peters, seperti dikutip dari rekaman sidang. Peters menilai posisi AS justru lebih buruk dibandingkan saat perang dimulai pada 28 Februari 2026.

Alih-alih memberikan jawaban soal jadwal penarikan pasukan atau sasaran akhir, Hegseth justru berbalik menyerang Partai Demokrat. Ia menuduh Demokrat memainkan politik partisan dengan menghambat pendanaan bagi Pentagon dan pasukan AS. “Kapan Anda akan menunjukkan kepemimpinan dan menghadapi rekan-rekan Demokrat Anda yang tidak mau mendanai pasukan? Anda tidak menunjukkan keberanian politik untuk benar-benar mendanai departemen kami karena Anda mengidap Trump derangement syndrome,” ledak Hegseth. Istilah partisan itu kerap dipakai pendukung Trump untuk menggambarkan kritik yang dianggap berlebihan terhadap presiden.

Baca juga:
Mahfud: Selama Ini Menteri-Menteri Diborgol, Masak Eks Jampidsus Tidak

Perang Tanpa Ujung

Perang dengan Iran yang dimulai dengan serangan bersama AS dan Israel pada 28 Februari 2026 telah berkembang menjadi konflik terbuka yang mengganggu keamanan kawasan dan perdagangan energi. Kongres bahkan sempat berupaya memaksa Trump menghentikan operasi melalui resolusi kewenangan perang, menunjukkan kegelisahan di kalangan anggota parlemen, termasuk dari Partai Republik. Pertanyaan mendasar yang tak terjawab adalah: apakah tujuan akhir perang sekadar melemahkan militer Iran, membuka kembali Selat Hormuz, memaksa Teheran menerima kesepakatan, atau mendorong perubahan rezim?

Hegseth dalam kesaksiannya memperingatkan bahwa tanpa tambahan dana, Pentagon akan menghadapi kekurangan kritis yang mengancam pembayaran gaji personel, penggantian peralatan dan amunisi, serta keberlangsungan operasi. “Tanpa dana ini, kami menghadapi kekurangan kritis yang mengancam kemampuan kami untuk membayar anggota layanan, mengisi kembali peralatan dan amunisi, serta mempertahankan operasi vital tanpa gangguan,” kata Hegseth. Sekitar sepertiga dari dana yang diajukan akan digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari, sementara sisanya untuk investasi jangka panjang seperti mempercepat produksi amunisi.

Baca juga:
Sidang Senat AS Memanas: Hegseth dan Demokrat Adu Argumen soal Strategi Perang Iran

Sidang yang berlangsung di Capitol Hill itu juga diwarnai aksi unjuk rasa dari massa anti-perang. Pertukaran antara Hegseth dan Peters mengubah forum anggaran menjadi debat soal tanggung jawab politik. Peters menuntut strategi kemenangan dan jalan keluar, sementara Hegseth mengalihkan tekanan kepada Kongres dengan menegaskan operasi militer tidak dapat dipertahankan tanpa tambahan dana. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan dari Komite Alokasi Anggaran Senat mengenai permintaan Trump minta tambahan Rp1.568 triliun yang memicu kemarahan Hegseth saat ditanya ujung perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *