Berita  

Gubernur Kalteng Kerahkan 10 Ribu Personel dan Siapkan Rumah Oksigen Tangani Karhutla

Gubernur Kalteng Kerahkan 10 Ribu Personel dan Siapkan Rumah Oksigen Tangani Karhutla
Gubernur Kalteng Kerahkan 10 Ribu Personel dan Siapkan Rumah Oksigen Tangani Karhutla

Sorothari – 05 September 2026 | Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengambil langkah cepat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan 10 ribu personel gabungan serta mendirikan fasilitas Rumah Oksigen di berbagai wilayah terdampak. Pengerahan kekuatan berskala besar yang melibatkan unsur aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan kampus dan komunitas ini dilakukan guna melindungi ekosistem serta kesehatan masyarakat di Bumi Tambun Bungai dari kepungan kabut asap tebal.

Agustiar Sabran menegaskan bahwa krisis karhutla yang melanda wilayah Kalimantan Tengah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Kehadiran ribuan personel di lapangan merupakan bentuk komitmen bersama lintas sektor untuk menekan perluasan titik api sekaligus meminimalkan dampak buruk lingkungan.

Baca juga:
Jepang Catat Hari Pertama Bersuhu 40 Derajat Celsius, Istilah Baru “Kokushobi” Resmi Digunakan

“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pengiriman relawan yang berasal dari berbagai elemen ini menunjukkan komitmen kita semua berjuang mengatasi dampak karhutla untuk kemudian bisa bersama-sama keluar dari ujian ini sebagai pemenang,” ujar Agustiar.

Mobilisasi 10 Ribu Personel dan Layanan Kesehatan Darurat

Sebanyak 10 ribu personel gabungan disebar ke titik-titik rawan kebakaran di seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah. Penugasan para relawan dan petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman api di garis depan, melainkan juga mencakup pendirian posko siaga, operasional dapur umum, penyediaan logistik, hingga pelayanan medis darurat.

Sebagai bentuk perlindungan langsung terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengoperasikan Rumah Oksigen dan mendistribusikan ribuan masker secara gratis ke area fasilitas umum, sekolah, pasar, terminal, serta permukiman warga. Rumah Oksigen berfungsi sebagai posko darurat yang dilengkapi pasokan tabung oksigen, alat nebulizer, ruang istirahat sementara, dan didampingi tenaga medis siaga.

“Di saat udara terasa berat, tugas kita adalah memastikan tidak ada satu pun warga yang merasa sendirian. Pemerintah harus hadir, memeluk, dan menjaga. Saya tidak ingin ada ibu yang harus menahan tangis karena anaknya batuk sepanjang malam tanpa tempat bernapas lega,” tutur Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Pemerintah daerah juga menginstruksikan jajaran camat dan lurah untuk melakukan pendataan aktif terhadap warga yang memiliki riwayat penyakit bawaan seperti asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) agar menjadi prioritas penerima layanan kesehatan intensif.

Baca juga:
Buntut Bentrok Ojol vs Debt Collector di Kopo Sayati, Kantor Jasa Penagihan Resmi Ditutup Total

Data dan Penegakan Hukum Karhutla Kalimantan Tengah

Hingga awal September 2026, akumulasi titik panas dan luasan lahan terbakar di wilayah Kalimantan Tengah menunjukkan eskalasi yang signifikan. Pemerintah provinsi mengimbau masyarakat untuk segera melapor begitu melihat titik api dan tidak menunggu kobaran meluas.

Kategori Penanganan Rincian Data Lapangan
Jumlah Titik Panas (Hotspot) 2.222 titik terpantau (Januari–September 2026)
Total Luas Lahan Terbakar Sekitar 6.358 hektare
Proses Hukum Pembakar Lahan 29 orang telah ditangani aparat penegak hukum
Armada Helikopter Siaga 6 unit (1 unit patroli udara, 5 unit water bombing)

Menghadapi potensi pelanggaran lingkungan, Gubernur Kalteng memberikan peringatan keras kepada korporasi yang beroperasi di wilayahnya. Penindakan hukum tanpa kompromi akan diberlakukan bagi entitas usaha yang terbukti membakar lahan.

“Kalau ada perusahaan yang terlibat dalam pembakaran, pasti kami akan cabut izinnya. Penanganan karhutla di Kalteng tidak cukup hanya mengandalkan operasi pemadaman, tetapi juga pencegahan dan penegakan hukum tegas,” tegas Agustiar.

Inovasi Serbuk Singkong dan Drone Thermal Polda Kalteng

Tantangan utama pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah berada pada karakteristik lahan gambut, di mana bara api kerap bertahan di bawah permukaan meski api di bagian atas telah padam. Kondisi tersebut memicu kepulan asap pekat dan berisiko menyalakan kembali kebakaran saat tertiup angin kencang.

Guna mengatasi fenomena tersebut, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah memanfaatkan inovasi serbuk pemadam Hertindo AF31 berbahan dasar tepung singkong yang didukung oleh Korbrimob Polri. Teknologi ini diintegrasikan dengan pemantauan Drone Thermal.

Baca juga:
Analisis Titik Pusat Gempa Cilacap dan Pemetaan 14 Zona Megathrust di Indonesia
  • Deteksi Akurat: Drone Thermal digunakan untuk memetakan titik panas bara api tersembunyi di bawah permukaan gambut secara presisi.
  • Efisiensi Air: Pencampuran serbuk pemadam singkong dengan air diaplikasikan secara tepat sasaran, mengatasi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
  • Penyekatan Bara: Larutan serbuk bekerja efektif mengunci dan mendinginkan bara api di kedalaman tanah gambut sehingga mencegah titik api menyala kembali.

Kapolda Kalteng Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan menyatakan bahwa penerapan teknologi ini mempercepat proses pemadaman bara gambut secara signifikan di lapangan.

Pemprov Kalteng saat ini terus memperkuat koordinasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan langkah mitigasi karhutla berjalan terpadu demi menjaga kelestarian alam Kalimantan Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *