Sorothari – 06 September 2026 | Langkah strategis terus diakselerasi oleh kementerian perdagangan republik indonesia dalam memperluas penetrasi pasar global serta memperkokoh kemitraan ekonomi bilateral di tingkat regional maupun internasional. Penguatan hubungan dagang, fasilitasi arus investasi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha domestik kini menjadi fokus utama pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Salah satu agenda penting yang baru saja diselenggarakan adalah Pertemuan Tingkat Menteri ke-4 Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Dalam forum bilateral tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani sepakat untuk memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan melalui kelompok kerja Malaysia-Indonesia Investment Committee Working Group (MIIC-WG).
Baca juga:Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan sinergi antarotoritas investasi kedua negara guna menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Selain membuka peluang bagi para pelaku usaha kedua negara dalam memperluas ekspansi bisnis, pembicaraan turut menyasar fasilitasi perdagangan produk pertanian, pangan, niaga elektronik (e-commerce), industri halal, standardisasi, serta kemitraan konkret antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE).
Inisiatif Kementerian Perdagangan dalam Pengembangan Ekspor UMKM
Selain mempererat hubungan antarnegara, kementerian perdagangan republik indonesia secara konsisten membangun ekosistem ekspor yang inklusif di dalam negeri. Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, kementerian resmi meluncurkan Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045 di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.
Agenda tersebut juga menjadi momentum apresiasi bagi mitra strategis yang aktif mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus rantai pasok global. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) meraih Penghargaan Niaga Werdhitama untuk kategori Industry Trade Development Partner atas kontribusinya dalam penyelenggaraan pelatihan, peningkatan kompetensi, serta fasilitasi promosi ekspor.
Baca juga:Pengembangan kapasitas dinilai krusial agar pelaku UMKM tidak hanya mengandalkan kemudahan pembiayaan, melainkan memiliki ketahanan bisnis dan pemahaman teknis terhadap standar global. Melalui program pendampingan komprehensif, para pelaku usaha dibekali pengetahuan mendalam mengenai regulasi perdagangan luar negeri, manajemen dokumen ekspor, riset pasar potensial, hingga standardisasi pengemasan dan branding internasional.
| Pilar Strategis | Fokus Program | Dampak bagi Dunia Usaha |
|---|---|---|
| Diplomasi Bilateral | Aktivasi JTIC dan MIIC-WG RI-Malaysia | Kemudahan akses pasar produk pangan, pertanian, dan e-commerce |
| Pengembangan SDM | Peluncuran Trade Corporate University | Standardisasi kompetensi SDM perdagangan menuju Indonesia Emas 2045 |
| Kemitraan Industri | Pemberian Penghargaan Niaga Werdhitama | Kolaborasi pembiayaan dan pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM lokal |
Perluasan Jangkauan Pasar dan Kerja Sama Internasional
Langkah pembenahan di sektor perdagangan dalam negeri berjalan selaras dengan intensifikasi diplomasi ekonomi Indonesia di kancah global. Upaya memperluas jaringan perdagangan dunia dan menjaring investasi terus diperkuat di berbagai forum, termasuk keikutsertaan dalam agenda ekonomi internasional seperti Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok serta berbagai forum promosi perdagangan dan pariwisata terpadu di Jakarta.
Sinergi antara kebijakan kementerian perdagangan republik indonesia, institusi perbankan, dan mitra internasional diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi ekspansi produk lokal. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan diplomasi dagang yang agresif, daya saing komoditas unggulan maupun produk olahan Indonesia diharapkan kian menguat di pasar internasional.
Baca juga:


