Berita  

Tragedi Misterius di Myagdi: Dua Balita Terseret Arus Sungai Mistri, Satu Tewas, Satu Hilang

Tragedi Misterius di Myagdi: Dua Balita Terseret Arus Sungai Mistri, Satu Tewas, Satu Hilang
Tragedi Misterius di Myagdi: Dua Balita Terseret Arus Sungai Mistri, Satu Tewas, Satu Hilang

Sorothari – 20 Oktober 2026 | Insiden nahas menimpa dua balita di Narciyang, Distrik Myagdi, Nepal, pada Senin (3/11/2025). Dua bocah perempuan terseret arus Sungai Mistri, yang secara mengejutkan mengalir deras meski sebelumnya dalam kondisi kering. Peristiwa ini mencuatkan dugaan kelalaian operasional proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Mistri Khola yang diduga melepaskan air tanpa peringatan dini. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan, sementara korban lainnya telah dinyatakan meninggal dunia. Kasus ini menjadi sorotan publik Nepal dan memunculkan pertanyaan serius mengenai prosedur keselamatan di sekitar proyek infrastruktur energi.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Distrik Myagdi, Inspektur Bhupendra Gotame, kedua korban adalah Anisha Budhamagar (6) dan Krishna Budhamagar (3), yang masih bersaudara. Keduanya diketahui mengikuti orang tua mereka yang sedang mencari kayu bakar di sekitar sungai. Tanpa diduga, air bah tiba-tiba datang dan menyeret kedua anak tersebut. “Anisha ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan Krishna masih dalam pencarian,” ujar Gotame. Ia menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.

Baca juga:
Cuaca Akhir Pekan Lebih Dingin dan Berangin, Peringatan Angin Kencang di Beberapa Wilayah

Warga setempat, Tambahadur Chochangi Pun, menuturkan bahwa sungai sebelumnya kering pada pagi hari. Namun, secara mendadak air dilepaskan dari bendungan PLTA Mistri Khola tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. “Pelepasan air secara tiba-tiba itulah yang menyebabkan kedua anak terseret,” kata Pun. Ia menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian serius dari pengelola proyek.

Begitu laporan diterima, tim SAR gabungan yang terdiri dari Kepolisian Nepal, Pasukan Bersenjata Nepal, dan warga sekitar langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian. Upaya pencarian terhadap Krishna masih berlanjut hingga saat ini, dengan fokus di sepanjang aliran sungai.

Baca juga:
Asap Karhutla Menyebar ke Atmosfer Jakarta, DLH DKI Bantah Polusi Udara Dipengaruhi Kebakaran Hutan

Dugaan Kelalaian dan Sorotan Publik

Insiden ini memicu kemarahan warga setempat yang menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pengelola PLTA Mistri Khola. Mereka mempertanyakan mengapa pelepasan air dilakukan tanpa sistem peringatan dini, terutama di kawasan yang dekat dengan permukiman. Hingga kini, pihak pengelola proyek belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan tersebut. Kepolisian menyatakan akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan guna menentukan apakah ada unsur kelalaian yang dapat dijerat hukum.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya penerapan protokol keselamatan yang ketat di sekitar proyek-proyek pembangkit listrik tenaga air, terutama yang berlokasi di daerah rawan bencana. Di Nepal, proyek PLTA skala kecil hingga menengah banyak beroperasi di wilayah pegunungan, dan sering kali berdekatan dengan permukiman warga. Ketiadaan sistem peringatan dini yang efektif dapat berujung pada tragedi serupa.

Baca juga:
Blackout Batam-Bintan: Ribuan Pelanggan Terdampak, Penyebab Masih Simpang Siur

Hingga berita ini diturunkan, tim pencarian masih terus berupaya menemukan Krishna. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjauhi area sungai selama proses pencarian berlangsung. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan setelah ada keterangan resmi dari pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *