Wellington Phoenix Tundukkan Melbourne Victory 2-1 di Laga Pembuka A-League

Wellington Phoenix Tundukkan Melbourne Victory 2-1 di Laga Pembuka A-League
Wellington Phoenix Tundukkan Melbourne Victory 2-1 di Laga Pembuka A-League

Sorothari – 21 Oktober 2026 | Wellington Phoenix vs Melbourne Victory dalam laga pembuka A-League Men 2026-27 berakhir dengan kemenangan tuan rumah 2-1 di Hnry Stadium, Wellington, Minggu (18/10/2026). Riley Bidois menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol kemenangan hanya beberapa detik setelah masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-77. Kemenangan ini sekaligus menandai perayaan 20 tahun Wellington Phoenix berlaga di kasta tertinggi sepak bola Australia.

Laga yang mempertemukan Wellington Phoenix vs Melbourne Victory ini berlangsung sengit sejak awal. Tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui sundulan Corban Piper setelah memanfaatkan umpan Matthew Sheridan. Namun, Melbourne Victory mampu menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian lewat gol Charles Nduka. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Baca juga:
Auckland FC Kembali ke Kandang, Menang 3-1 atas Melbourne City

Memasuki babak kedua, Melbourne Victory lebih banyak menguasai bola, tetapi kesulitan menembus pertahanan rapat Wellington Phoenix. Pelatih Chris Greenacre kemudian memasukkan Riley Bidois pada menit ke-77, dan keputusan itu langsung berbuah manis. Bidois mencetak gol dengan sentuhan pertamanya, memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti untuk membawa Phoenix kembali unggul 2-1.

“Saya sedikit kewalahan; ini pekan yang penuh gejolak,” ujar Greenacre kepada Sky Sport usai pertandingan. “Kami memiliki sejumlah masalah, penyakit, dan (kapten) Alex Rufer absen hari ini. Senang rasanya meraih tiga poin, bangga pada setiap pemain, staf, dan semua kerja keras yang telah dilakukan pekan ini.”

Kemenangan ini terasa istimewa karena Wellington Phoenix mengawali musim ke-20 mereka di A-League Men dengan hasil positif. Menariknya, lawan yang mereka hadapi pada laga pembuka musim ini adalah Melbourne Victory, tim yang juga menjadi lawan pertama Phoenix di kompetisi tersebut pada musim 2007/08 silam. Momen ini menjadi semacam napak tilas perjalanan panjang klub asal Selandia Baru itu di kancah sepak bola Australia.

Baca juga:
Calleri Bawa São Paulo Kalahkan Vitória 2-1 di Morumbis

Bagi Melbourne Victory, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri. Tim asuhan pelatih Giovanni Savarese tersebut tercatat bermain untuk ketiga kalinya dalam delapan hari. Meski menguasai bola lebih banyak, Victory kalah dalam jumlah tembakan, yakni sembilan berbanding lima, dan dianggap kurang memiliki urgensi dalam menyerang. Gol mereka tercipta saat Denis Genreau memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Rafael Duran harus keluar untuk menerima perawatan; Genreau menusuk ke dalam kotak penalti dan bola kemudian jatuh tepat di kaki Nduka.

“Kami harus berbuat lebih baik dan menemukan solusi untuk menghadapi blok pertahanan yang dalam seperti ini,” kata Genreau, gelandang Socceroos itu, kepada media.

Sementara itu, laga ini juga menjadi sorotan dari kubu Melbourne Victory yang tengah berbenah. Penyerang muda Matthew Grimaldi, yang bergabung dengan Victory setelah Western United dibekukan untuk musim 2025-26, mengaku bersyukur bisa mendapatkan tempat di klub masa kecilnya. Pemain berusia 21 tahun itu mengungkapkan pengalaman sulitnya saat harus menjadi agen bebas ketika masih memperkuat tim Olyroos.

Baca juga:
Kemenangan Telak Guadalajara atas Atlético San Luis dan Persiapan Menghadapi Pumas

“Saya selalu percaya diri bahwa akan ada klub yang datang, dan itu terjadi,” ujar Grimaldi. “Tapi situasinya gila. Saya sedang berada di kamp Olyroos, jadi saya tidak bersama rekan-rekan Western untuk mendapatkan dukungan. Saya sendirian, jauh dari keluarga, ketika saya diberi tahu bahwa kami harus menjadi agen bebas. Itu cukup membuat kepala pusing, tetapi Victory datang dan itu adalah keputusan termudah.”

Kekalahan dari Wellington Phoenix vs Melbourne Victory ini membuat Melbourne Victory harus segera berbenah. Jadwal padat dan minimnya efektivitas di lini depan menjadi pekerjaan rumah bagi Savarese. Sementara itu, Wellington Phoenix akan berusaha mempertahankan momentum positif ini di pertandingan berikutnya. Bagi Phoenix, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk menjalani musim panjang, sekaligus membuktikan bahwa mereka masih kompetitif di usianya yang ke-20 di A-League Men.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *