Berita  

MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Kemenag Beri Dukungan

MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Kemenag Beri Dukungan
MUI Tolak Konser Andrea Bocelli, Kemenag Beri Dukungan

Sorothari – 27 Oktober 2026 | Rencana konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia menuai penolakan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penolakan tersebut didasarkan pada rekam jejak Bocelli yang dinilai memberikan dukungan tidak langsung kepada Israel. MUI pun mendesak pemerintah segera mengambil sikap resmi terkait konser yang dijadwalkan digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026 tersebut.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengungkapkan tiga alasan utama penolakan. Pertama, berdasarkan penelusuran MUI, Andrea Bocelli pada tahun 2010 tampil dalam konser yang diselenggarakan oleh The Friends of IDF, organisasi yang didirikan kelompok Zionis di Amerika Serikat untuk menggalang dana bagi Israel Defense Forces (IDF), militer Israel. “Pertama, Andrea Bocelli itu setelah kami telusuri, tahun 2010 tampil dalam sebuah konser yang diselenggarakan oleh The Friends of IDF,” ujar Sudarnoto saat diwawancarai di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Baca juga:
Gempa Panama: Korban Terluka dan Dukungan Internasional Mengalir

Alasan kedua, lanjut Sudarnoto, berkaitan dengan fatwa MUI mengenai dukungan terhadap Israel dan pihak-pihak yang mendukung negara tersebut. “Dalam kategori MUI, sesuai dengan fatwa MUI, Bocelli itu termasuk pendukung Israel secara tidak langsung,” kata dia. Adapun alasan ketiga adalah potensi melukai perasaan masyarakat Indonesia yang selama ini mendukung Palestina. MUI menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tempat bagi siapa pun yang simpati dan memberikan dukungan kepada zionisme Israel, termasuk Andrea Bocelli.

Sikap penolakan MUI dituangkan dalam Surat Pernyataan Sikap Nomor Kep-111/DP-MUI/X/2026 yang ditandatangani Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan dan Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Dalam pernyataannya, MUI menegaskan bahwa membiarkan mereka melakukan kegiatan di Indonesia adalah pelanggaran serius terhadap amanah konstitusi, melukai bangsa Palestina, dan merusak kemaslahatan umat dan bangsa.

MUI juga mendesak pemerintah untuk segera mengumumkan keputusan resmi terkait konser Andrea Bocelli agar tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat. Sudarnoto membandingkan respons cepat pemerintah pada isu-isu sebelumnya dengan penanganan masalah konser ini yang dinilai lambat. “Ini sudah sepekan,” ujarnya dikutip dari laman MUI, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan bahwa MUI telah menuntaskan kewajibannya dengan menetapkan sikap penolakan secara resmi melalui rapat pimpinan. “Janji kita, hasil dari pertemuan dengan kementerian sudah kita penuhi. Dan kita sampaikan ke pemerintah. Janji pemerintah belum,” tegasnya.

MUI mengingatkan pemerintah agar tidak sekadar tertahan pada pertimbangan ekonomi. Jika keputusan yang diambil nantinya tidak sejalan dengan aspirasi publik, pemerintah diminta bersiap menghadapi respons dan fakta baru di lapangan.

Baca juga:
Jumatan Berkah dan Pesan Kamtibmas Warnai Kegiatan Keagamaan di Prabumulih dan Payakumbuh

Kemenag Dukung Sikap MUI

Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan dukungan terhadap sikap MUI yang menolak penyelenggaraan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Prof Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Kemenag memegang komitmen kuat untuk selalu sejalan dengan arahan dan pandangan ulama, khususnya dalam merespons isu-isu yang bersinggungan langsung dengan norma keagamaan di tengah masyarakat.

“Tentu yang terkait dengan isu keagamaan kami konsisten untuk mendukung pandangan dan saya kira apa namanya sikap yang ditunjukkan oleh Majelis Ulama Indonesia,” ujar Abu Rokhmad dalam konferensi pers di Gedung Kemenag RI, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Meski demikian, Abu Rokhmad juga mengajak masyarakat untuk menyikapi dinamika dan pemberitaan seputar rencana konser ini secara bijak, tenang, dan dewasa. Menurutnya, klarifikasi dan tabayun penting agar kegiatan yang dilaksanakan di masyarakat memiliki ruang yang cukup serta dapat dinikmati dengan sebaik-baiknya dengan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk pandangan ulama. “Saya kira ini harus kita sikapi secara proporsional dan wajar agar Indonesia tetap merupakan satu negara yang memang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, memiliki agama-agama yang tumbuh dan berkembang dengan baik di satu sisi dan di sisi yang lain juga seni, budaya itu bisa tumbuh berkreasi sebagaimana mestinya,” urai Abu.

Sementara itu, iklan digital penjualan tiket konser Andrea Bocelli masih beredar. Melalui laman Injourney Destination, panitia mengungkapkan bahwa konser tersebut akan menyajikan pengalaman musik yang hanya terjadi sekali seumur hidup, menampilkan salah satu penyanyi klasik paling terkenal di dunia, yang akan membawakan karya-karya opera abadi, lagu-lagu klasik Romanza, serta lagu-lagu crossover ikoniknya. Jika jadi dihelat, Indonesia disebut-sebut akan menjadi tuan rumah satu-satunya untuk pertama kali di Asia Tenggara.

Baca juga:
Jumat Keliling Polri dan Khutbah Jumat 23 Oktober 2026: Polisi Dekat dengan Umat, Pesan Kamtibmas Mengalir

Meski demikian, opsi pembelian tiket yang tersaji dalam iklan tersebut tidak bisa diakses. Saat ditanya apakah tiket masih dijual, call center Journey Destination meminta calon pembeli melengkapi data preorder tiket even Andrea Bocelli berupa nama, email, nomor telepon, Whatsapp, kategori tiket yang dibeli hingga jumlah tiket. “Pemesanan melalui contact person mohon jangan melakukan spam karena kami akan membalas sesuai dengan urutan antrian,” ungkap call center tersebut melalui pesan Whatsapp.

Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan sikap resmi terkait konser Andrea Bocelli. Ketidakpastian ini membuat MUI terus mendesak agar pemerintah segera mengambil keputusan. Masyarakat pun diimbau untuk menunggu klarifikasi resmi dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *