Perampok Bersenjata di Kimbe Tewaskan 12 Orang, Gubernur West New Britain Sesalkan Korban Jiwa

Perampok Bersenjata di Kimbe Tewaskan 12 Orang, Gubernur West New Britain Sesalkan Korban Jiwa
Perampok Bersenjata di Kimbe Tewaskan 12 Orang, Gubernur West New Britain Sesalkan Korban Jiwa

Sorothari – 28 Oktober 2026 | Perampok bersenjata yang beraksi di Kimbe, ibu kota Provinsi West New Britain, Papua Nugini, berujung maut setelah polisi menembak mati 12 pria pada Senin, 27 Oktober 2026. Insiden ini memicu kemarahan dan frustrasi masyarakat setempat yang menilai aksi kejahatan kekerasan kian meresahkan. Gubernur West New Britain, Sasindran Muthuvel, mengungkapkan bahwa warga sudah lama resah dengan ulah kelompok kriminal yang dikenal sebagai ‘raskols’.

Kepada RNZ Pacific, Muthuvel menyatakan penyesalannya atas jatuhnya korban jiwa. Namun, ia menegaskan bahwa kelompok tersebut melepaskan tembakan ke arah polisi saat mencoba melarikan diri dari lokasi kejadian. “Banyak orang baik yang juga terluka dan terbunuh dalam perampokan semacam ini oleh para penjahat karena mereka tidak tahu cara menggunakan senjata api, atau senjata yang mereka gunakan adalah senjata rakitan,” ujarnya. “Mereka hanya salah tembak dan membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Kami telah kehilangan ibu, anak muda, dan semua hal itu dalam perampokan semacam ini.”

Baca juga:
Kesaksian Khalid Basalamah di Sidang Korupsi Kuota Haji: Fee US$4.500 hingga Setoran ke KPK

Komisaris Polisi David Manning menjelaskan kronologi insiden. Saat mencoba melarikan diri dari polisi, kendaraan kelompok bersenjata itu terguling, menyebabkan sejumlah penumpang meninggal dunia. Mereka yang tidak mengalami luka serius kemudian mengeluarkan senjata dan memilih menembaki polisi. “Perintah tetap kepolisian dan hukum sudah jelas — ketika seorang penjahat mengacungkan senjata, mereka akan dihentikan,” kata Manning dalam pernyataannya. “Sebanyak 12 pria bersenjata tewas dalam insiden tersebut, sementara satu orang, yang diyakini sebagai pemimpin kelompok tersebut, selamat dan berada dalam tahanan polisi.”

Insiden di Kimbe menambah daftar panjang kasus perampokan bersenjata di Papua Nugini. Pemerintah provinsi menghadapi tekanan untuk menindak tegas kelompok kriminal yang kerap meresahkan warga. Muthuvel menekankan pentingnya penegakan hukum yang lebih kuat serta upaya pencegahan agar tidak ada lagi korban sipil berjatuhan.

Penangkapan Perampok di Solok Selatan

Di Indonesia, jajaran Polres Solok Selatan berhasil menangkap dua pelaku perampokan yang menewaskan seorang nenek bernama Marnunis (61). Kedua tersangka, Firdaus (42) alias Dopil dan Gusri (38) alias Agus, ditangkap di lokasi berbeda setelah buron selama sekitar tiga pekan. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi mengungkapkan bahwa Agus ditangkap di Jorong Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, pada 2 Oktober 2026. Sementara Dopil ditangkap di Depok, Jawa Barat, pada 22 Oktober 2026 setelah sebelumnya melarikan diri ke Pekanbaru, Riau.

Baca juga:
Kasus Penculikan Bayi di Bahia: Dua Tersangka Ditangkap dengan Barang Bukti Perlengkapan Bayi

Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu dini hari, 27 September 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Kedua pelaku mendatangi rumah korban di Sungai Ipuh, Nagari Persiapan Balun Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Mereka masuk dengan mencongkel pintu belakang menggunakan linggis. Korban yang terbangun mendapati kedua pelaku sudah berada di dalam rumah. Dalam situasi panik, Dopil memukul kepala korban dengan linggis tersebut. Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami retak di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Setelah korban tak berdaya, kedua perampok mengacak-acak rumah dan merampas perhiasan emas senilai Rp141 juta.

Kasus ini terungkap setelah warga curiga karena korban tidak kunjung keluar rumah pada Minggu pagi. Laporan pun disampaikan ke polisi. Kedua tersangka kini dijerat dengan pasal perampokan dan pembunuhan, ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Perampok Taksi Online di Deli Serdang

Kasus perampokan sadis juga terjadi di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dua pelaku, Michael Aditya Hutabalian (22) dan Frans Samuel Oktavianus Sidabutar, merencanakan perampokan terhadap driver taksi online sejak 8 Oktober 2026. Aksi tersebut dieksekusi pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Jalan Kates, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sunggal. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Cornelis Mangarahon Simanjuntak mengungkapkan bahwa para pelaku memesan alat-alat untuk melumpuhkan korban melalui akun TikTok pada 10 Oktober 2026. Peralatan itu antara lain gergaji kawat untuk menjerat leher, pisau, dan sarung tangan.

Baca juga:
Oknum Dosen Unima Resmi Ditahan Polda Sulut, Berkas Perkara Segera Dilimpahkan

Modusnya, salah satu pelaku memesan taksi online jenis GrabCar. Tidak jauh dari lokasi penjemputan, pelaku meminta pesanan dibatalkan melalui aplikasi dan perjalanan dilanjutkan secara langsung. Setibanya di Jalan Kates, korban dijerat dari belakang menggunakan gergaji kawat dan ditusuk hingga tewas. Para pelaku kemudian melarikan diri. Polisi masih menyelidiki apakah ada korban lain dalam aksi tersebut.

Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa kejahatan perampokan masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah. Aparat kepolisian diharapkan meningkatkan patroli dan penindakan tegas terhadap pelaku, sementara masyarakat diminta tetap waspada. Hingga saat ini, penyelidikan kasus di Kimbe, Solok Selatan, dan Deli Serdang masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan dan motif para pelaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *