Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar DIY Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar DIY Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Gandung Pardiman, Politikus Senior Golkar DIY Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

Sorothari – 31 Oktober 2026 | Kabar duka menyelimuti panggung politik nasional. Gandung Pardiman, politikus senior Partai Golkar yang juga anggota DPR RI dari Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia pada Selasa (27/10/2026) pagi. Pria yang genap berusia 73 tahun itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, setelah lama menderita sakit.

Kepergian Gandung Pardiman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan seluruh kader Partai Golkar. Ia dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani masyarakat melalui jalur politik, dengan karier yang menanjak dari tingkat bawah hingga menjadi tokoh sentral Golkar di DIY.

Baca juga:
Akademisi dan Pengamat Politik Unair Airlangga Pribadi Meninggal Dunia di Usia 49 Tahun

Kronologi Wafatnya Gandung Pardiman

Menurut keterangan putra almarhum, Syarief Guska Laksana, Gandung Pardiman mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB di ruang ICU RS Panti Rapih. Sebelumnya, ia dirawat sejak Jumat (23/10/2026) karena mengalami demam. Kondisinya sempat membaik pada Minggu (25/10), namun pada Selasa dini hari kembali drop hingga akhirnya wafat.

“Bapak mengembuskan napas terakhir Selasa pagi jam 10 di ruang ICU Rumah Sakit Panti Rapih, Kota Jogja,” ujar Guska kepada wartawan di Ponjong, Gunungkidul, Selasa (27/10/2026).

Informasi serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji. Ia membenarkan kabar duka tersebut dan menyebut Gandung wafat sekitar pukul 09.30 WIB. “Ya, benar. Beliau wafat jam 9.30 tadi. Rencana dimakamkan hari ini di Gunungkidul, jam 5 sore,” kata Sarmuji pada Selasa (27/10/2026).

Sarmuji menambahkan bahwa almarhum telah lama mengalami sakit. Meski demikian, semangatnya untuk tetap aktif membuatnya sesekali masih mengikuti berbagai kegiatan. “Sudah agak lama sakit, tapi karena semangat jadi beliau kadang masih aktif,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar DIY, Agus Mulyono. Ia mengungkapkan bahwa Gandung Pardiman memiliki riwayat penyakit yang membutuhkan prosedur cuci darah rutin selama beberapa tahun terakhir. “Beliau sudah menjalani perawatan cuci darah,” kata Agus.

Profil dan Kiprah Politik Gandung Pardiman

Gandung Pardiman lahir di Bantul, Yogyakarta, pada 25 Februari 1953. Ia memulai karier sebagai tenaga pendidik sebelum terjun ke dunia organisasi dan politik. Berdasarkan riwayat hidup yang dipublikasikan MPR, ia menempuh pendidikan dasar di Karangtengah, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Imogiri dan SMA Negeri 1 Bantul. Pendidikan sarjana diselesaikannya di IKIP Veteran Yogyakarta pada 1986, dan gelar Magister Manajemen diraih dari STIE Mitra Indonesia pada 2001.

Baca juga:
Ulang Tahun ke-75 Prabowo, Doa Mengalir dari Pejabat hingga Sorotan pada Adik Prabowo

Sebelum menjadi legislator, Gandung mengajar di sejumlah sekolah di Gunungkidul, antara lain SMP I Ponjong, SMP 2 Ponjong, dan SMP IKIP Veteran Karangmojo. Ia juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah SMP Kartika V Ponjong, wakil kepala sekolah SMA Pembangunan III Ponjong, serta dosen di IKIP Veteran Yogyakarta.

Di Partai Golkar, karier Gandung menanjak secara bertahap. Ia pernah menjadi Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul (1992-1997), Sekretaris DPD Partai Golkar DIY (1999-2004), Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Gunungkidul (2004-2005), dan memimpin DPD Partai Golkar DIY selama tiga periode: 2005-2010, 2010-2015, serta 2020-2025.

Dalam karier legislatif, Gandung pernah menjabat Wakil Ketua DPRD DIY (2004-2009). Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil DIY pada periode 2009-2014. Setelah sempat gagal mempertahankan kursi pada Pemilu 2014, ia kembali ke Senayan melalui mekanisme pergantian antarwaktu. Pada Pemilu 2019, ia kembali terpilih dengan perolehan 65.535 suara sah.

Di mata Sarmuji, Gandung adalah sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi dan teguh dalam menjalankan visi. “Dia abdikan hidup beliau melayani rakyat melalui partai. Pemimpin yg sangat berdedikasi, keras dalam menjalankan visi,” kenang Sarmuji.

Ketua DPD Partai Golkar DIY, Singgih Januratmoko, juga menyampaikan rasa duka cita dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi almarhum. Ia mengenang Gandung sebagai figur yang tangguh, ramah, dan konsisten berjuang untuk rakyat kecil serta berjasa besar membesarkan partai selama hampir 15 tahun memimpin DPD Golkar DIY.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Partai Golkar, Suryono, menilai Gandung Pardiman sebagai pejuang partai sejati yang membangun karier politiknya dari level bawah. “Beliau pejuang partai, meniti karier dari bawah tingkat kalurahan, kecamatan, hingga menjadi Ketua DPD provinsi,” ujar Suryono saat dihubungi. Suryono yang juga Bendahara DPD Golkar DIY menyebut almarhum sebagai sosok panutan. “Karakter kepemimpinannya yang lugas dan berani dalam mengambil sikap menjadikan almarhum sebagai teladan bagi para kader muda di DIY,” kenangnya.

Baca juga:
Rusia Tuding NATO Berupaya Lemahkan dan Kendalikan Peran PBB

Penghormatan Terakhir dan Pemakaman

Jenazah Gandung Pardiman dimakamkan di makam keluarga di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (27/10/2026) pukul 17.00 WIB. Lokasi pemakaman tersebut telah disiapkan sendiri oleh almarhum semasa hidup. “Bapak akan dimakamkan di makam keluarga di Ponjong pukul 17.00 WIB. Bapak telah menyiapkan sendiri makamnya saat beliau masih sehat,” ucap putranya, Guska.

Pantauan di lokasi, ribuan pelayat berdatangan ke rumah duka di Ponjong, Gunungkidul, untuk memberikan penghormatan terakhir. Puluhan karangan bunga juga berjejer di rumah tersebut. Karangan bunga itu didominasi dari para tokoh politik seperti Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, hingga Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas.

Suasana mendung mengiringi pemakaman Gandung Pardiman. Sebelumnya, para pelayat melakukan salat jenazah di musala dekat kompleks pemakaman keluarga. Adapun tempat pemakaman berada di dalam joglo yang berdekatan dengan musala tersebut.

Kepergian Gandung Pardiman meninggalkan warisan kepemimpinan yang kuat di Partai Golkar DIY. Pihak keluarga dan kerabat memohon doa dari masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penggantian posisi almarhum di DPR RI, namun Partai Golkar dipastikan akan segera melakukan proses sesuai mekanisme yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *