Sorothari – 03 November 2026 | Laga persebaya vs persijap pada pekan kedelapan Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam, berakhir tanpa pemenang dengan skor 1-1. Hasil ini menjadi pukulan bagi Persebaya yang tampil di hadapan pendukung sendiri, sementara Persijap pulang dengan satu poin berharga dari markas tim besar.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sebenarnya telah mewanti-wanti anak asuhnya sejak sebelum pertandingan. Ia memprediksi Persijap akan menerapkan pertahanan rapat atau low block dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi itu, menurut Tavares, berpotensi membuat pemain Persebaya kehilangan kesabaran jika kesulitan menembus lini pertahanan lawan.
Baca juga:“Mereka kemungkinan besar akan menerapkan pertahanan low block serta mencoba mengulur waktu agar pemain kami merasa frustrasi atau gugup. Selain itu, mereka juga akan mengandalkan counter attack dan transisi permainan,” ujar Tavares, dikutip dari laman resmi I.League, Jumat (30/10/2026).
Kekhawatiran Tavares terbukti. Meski mendominasi permainan, Persebaya gagal mengamankan tiga poin. Persijap yang datang dengan status tim papan bawah mampu memberikan perlawanan sengit dan mencuri satu poin dari GBT. Hasil ini membuat Persebaya gagal meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Rekam Jejak Persijap yang Patut Diwaspadai
Menjelang laga, Tavares menyoroti catatan pertandingan Persijap ketika menghadapi tim-tim kuat. Meski belum meraih hasil maksimal, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu dinilai mampu menyulitkan lawan-lawannya. Tavares mencontohkan beberapa pertandingan, seperti Borneo FC yang hanya menang tipis 1-0 atas Persijap, Persib Bandung yang menang 2-1, dan Dewa United yang harus menunggu hingga menit ke-79 untuk mencetak gol pembuka sebelum akhirnya menang 2-0.
“Jika kita melihat rekam jejak mereka, banyak tim yang kesulitan saat menghadapi mereka. Borneo menang 1-0, Persib menang 2-1, dan Dewa United menang 2-0 meskipun gol pertama Dewa baru tercipta pada menit ke-79 melalui situasi sepak pojok, dan gol kedua terjadi di masa tambahan waktu. Mereka bahkan sempat menahan imbang Jepara,” tutur Tavares.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Persijap memiliki kemampuan bertahan yang solid dan tidak bisa dianggap remeh. Meski berada di papan bawah, tim asuhan Juan Cortes itu terbukti mampu memberikan perlawanan berarti, terutama ketika menghadapi tim-tim yang lebih diunggulkan.
Baca juga:Dampak bagi Persebaya dan Persijap
Bagi Persebaya, hasil imbang ini menyisakan kekecewaan. Tim berjuluk Bajul Ijo itu gagal memanfaatkan peluang untuk meraih poin penuh di kandang sendiri. Tekanan pun langsung mengarah kepada para pemain dan pelatih. Gelandang Persebaya, Rachmat Irianto, mengakui bahwa situasi yang dihadapi timnya tidak mudah. Namun, ia meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak larut dalam tekanan dan segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.
“Situasi yang sedang dihadapi Persebaya memang tidak mudah. Ada tekanan dari berbagai arah, tetapi kami berusaha tetap fokus pada pertandingan besok,” ujar Rian dalam konferensi pers, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, bagi Persijap, hasil imbang di markas Persebaya menjadi modal berharga. Satu poin dari GBT meningkatkan kepercayaan diri Laskar Kalinyamat, terutama menjelang laga berikutnya di ajang I.League Cup 2026/2027. Pelatih Juan Cortes menegaskan bahwa timnya tidak akan menganggap remeh kompetisi tersebut meskipun bukan liga utama. Menurutnya, I.League Cup memiliki arti penting sehingga persiapan dan pendekatan pertandingan dilakukan secara serius.
“Kalau bicara persiapan, ini turnamen baru. Namun, kami menganggap I League Cup ini setara dengan Liga Super, karena kejuaraan ini sangat penting. Di tengah waktu yang singkat, kami akan langsung menerapkan strategi (game plan) dan memperkokoh pertahanan demi meraih hasil maksimal,” ujar Cortes dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Jadwal Berikutnya: Persebaya dan Persijap di I.League Cup
Setelah laga persebaya vs persijap, kedua tim langsung bersiap menghadapi jadwal padat di I.League Cup 2026/2027 yang mulai bergulir pada Selasa, 3 November 2026. Persebaya dijadwalkan menghadapi Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, pada Selasa (3/11/2026) malam WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi Bajul Ijo untuk bangkit dan melampiaskan kekecewaan setelah gagal meraih poin penuh melawan Persijap.
Baca juga:Kemenangan atas Kendal Tornado menjadi target penting bagi Green Force, julukan lain Persebaya, untuk membuktikan bahwa hasil imbang di GBT tidak menggoyahkan mental dan kepercayaan diri tim. Rachmat Irianto menegaskan bahwa fokus tim harus segera dialihkan ke pertandingan melawan Kendal Tornado. “Kami berusaha tetap fokus pada pertandingan besok,” ujarnya.
Sementara itu, Persijap akan menghadapi Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, pada Selasa (3/11) malam pukul 19.00 WIB. Laskar Kalinyamat datang dengan kepercayaan diri setelah mencuri satu poin dari markas Persebaya. Pelatih Juan Cortes mengakui Persela bukan lawan mudah karena saat ini memimpin klasemen Grup B wilayah Timur fase Championship. Namun, ia menilai hasil pertandingan tidak semata-mata ditentukan oleh level kompetisi, melainkan kesiapan, kemampuan, dan motivasi para pemain di lapangan.
Dengan hasil imbang 1-1, laga persebaya vs persijap menjadi pelajaran berharga bagi kedua tim. Persebaya harus lebih sabar dan disiplin dalam membongkar pertahanan lawan, sementara Persijap membuktikan bahwa strategi bertahan rapat dan serangan balik cepat masih efektif untuk mencuri poin di kandang lawan. Kini, keduanya mengalihkan fokus ke I.League Cup 2026/2027 dengan misi masing-masing: Persebaya memburu kemenangan perdana, Persijap ingin melanjutkan momentum positif.












