Sorothari – 04 November 2026 | Laga lens vs como pada matchday keempat Liga Champions di Stade Bollaert-Delelis menjadi sorotan, dengan pelatih Como, Cesc Fabregas, meminta anak asuhnya mewaspadai atmosfer stadion yang dikenal panas. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung Kamis (5/11) dini hari WIB dan menjadi ujian penting bagi Como yang tampil sebagai debutan di kompetisi elite Eropa.
Fabregas mengaku memiliki pengalaman langsung merasakan atmosfer Stade Bollaert-Delelis. Selama aktif sebagai pemain, ia pernah dua hingga tiga kali tampil di sana ketika membela Monaco. Bekas gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea itu menyebut suasana stadion sudah terasa sejak sesi pemanasan, dengan suporter tuan rumah yang tampil riuh sepanjang pertandingan.
Baca juga:Alih-alih menganggap tekanan sebagai beban, pelatih berusia 39 tahun itu justru meminta para pemainnya menikmati momentum tersebut. Menurutnya, pertandingan melawan Lens adalah kesempatan berharga untuk menimba pengalaman di panggung tertinggi Eropa.
“Atmosfernya sangat riuh; saya pernah bermain di sini dua atau tiga kali saat membela Monaco. Tim bermain dengan baik dan penuh energi. Ini adalah pertandingan keempat Liga Champions dalam sejarah kami, dan kami terus berkembang serta mendapatkan pengalaman berharga,” kata Fabregas, dikutip dari beIN Sports, Rabu (4/11).
Ia menambahkan, malam-malam seperti ini adalah alasan utama seseorang berkarier di dunia sepak bola. “Saya menyukai malam-malam seperti ini, karena Anda dapat merasakan gairahnya bahkan sejak pemanasan. Ini akan menjadi pengalaman menarik dan luar biasa bagi para pemain kami. Kami menginginkan malam-malam seperti ini, jadi jika Anda tidak termotivasi untuk memainkannya, maka Anda berada di pekerjaan yang salah,” ujarnya.
Thauvin Jadi Ancaman Utama Tuan Rumah
Selain faktor pendukung tuan rumah, Fabregas secara khusus menyoroti ancaman dari penyerang sayap berpengalaman Lens, Florian Thauvin. Pemain asal Prancis yang baru bergabung dengan Lens pada Agustus 2025 itu dinilai memiliki kualitas individu yang dapat merepotkan pertahanan lawan.
“Dia membuat perbedaan, memiliki kualitas besar, mencetak banyak gol, jadi dia adalah titik acuan bagi tim ini, dan kami harus mengawasinya dengan ketat,” ujar Fabregas.
Baca juga:Menjelang laga lens vs como, kedua tim membawa catatan statistik yang cukup kontras di Liga Champions. Lens belum mencatatkan clean sheet dalam 16 pertandingan terakhir di kompetisi tersebut, sejak kemenangan 1-0 atas Arsenal di Stadion Wembley pada November 1998. Catatan itu menjadi salah satu rekor tanpa kebobolan terpanjang bagi klub Prancis di panggung tertinggi Eropa setelah Monaco dan Marseille.
Musim ini, Lens mengawali perjalanan dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Slavia Prague. Namun, performa tersebut gagal dipertahankan setelah kalah 0-2 dari Sporting Lisbon di kandang sendiri, sebelum kembali menelan kekalahan 0-3 saat bertandang ke markas Club Brugge. Tim asuhan Yannick Cahuzac itu baru mengumpulkan tiga poin dan masih berada di luar zona 24 besar klasemen sementara.
Situasi semakin sulit setelah Lens kalah dari rival lokal Lille dalam Derby du Nord pada Jumat lalu. Gol Olivier Giroud pada menit-menit akhir memastikan kemenangan Lille sekaligus membuat Lens tertahan di posisi kesembilan klasemen Ligue 1. Dengan lima pertandingan fase liga tersisa, Lens membutuhkan setidaknya dua kemenangan tambahan untuk menjaga peluang melangkah ke babak berikutnya.
Como Datang dengan Tren Positif
Di kubu seberang, Como justru tengah menikmati periode terbaiknya. Kemenangan 4-1 atas Manchester United menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah klub, terlebih mereka baru kembali ke kasta tertinggi sepak bola Italia dua tahun lalu dan masih bermain di Serie D pada 2019.
Di bawah arahan Fabregas, Como menunjukkan perkembangan luar biasa. Mereka telah mencetak 10 gol dalam tiga pertandingan pertama Liga Champions, menjadi catatan terbaik bagi tim debutan di kompetisi elite Eropa sejak 1973. Seluruh gol tersebut bahkan tercipta melalui permainan terbuka.
Baca juga:Como datang ke laga ini dengan modal enam poin dari tiga pertandingan, termasuk kemenangan sensasional 4-1 atas Manchester United bulan lalu. Dalam lima laga kompetitif terakhir, Como mencatat lima kemenangan tanpa hasil imbang atau kekalahan. Kemenangan 1-0 atas Venezia menjadi hasil positif terbaru mereka, setelah sebelumnya menang 3-1 di Turin dan meraih kemenangan spektakuler atas Manchester United di Liga Champions. Como mencetak 11 gol dalam lima pertandingan tersebut dan hanya kebobolan dua kali.
Sementara itu, Lens datang dengan catatan beragam: dua kemenangan, tanpa hasil imbang, dan tiga kekalahan dalam lima laga kompetitif terakhir. Penampilan teranyar mereka adalah kekalahan kandang 0-1 dari Lille di Ligue 1. Kemenangan atas Paris FC (2-1) dan Troyes (3-1 di laga tandang) sedikit memperbaiki catatan tersebut. Secara keseluruhan, Lens mencetak delapan gol dan kebobolan enam kali dalam lima pertandingan itu.
Laga lens vs como ini juga menjadi kesempatan bagi Lens untuk menghidupkan kembali peluang mereka setelah mengalami dua kekalahan beruntun di Liga Champions. Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal penting bagi tuan rumah, terutama karena catatan pertahanan mereka menjadi salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi. Menghadapi Como yang sedang berada dalam tren positif jelas bukan tugas mudah.
Bagi Como, pertandingan ini menjadi pembuktian bahwa kesuksesan mereka sejauh ini bukan sekadar kejutan. Sebagai debutan, klub Italia tersebut berpeluang menunjukkan kualitasnya di laga tandang yang penuh tekanan. Duel lens vs como diprediksi berjalan menarik, dengan Lens yang berambisi memanfaatkan dukungan suporter dan Como yang ingin melanjutkan momentum positif mereka di Liga Champions.












