Gol Penalti Lucas Da Cunha Bawa Como Kalahkan Venezia 1-0

Gol Penalti Lucas Da Cunha Bawa Como Kalahkan Venezia 1-0
Gol Penalti Lucas Da Cunha Bawa Como Kalahkan Venezia 1-0

Sorothari – 06 November 2026 | Gol penalti Lucas Da Cunha pada menit ke-43 menjadi penentu kemenangan tipis Como 1907 atas Venezia 1-0 dalam laga lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Minggu (1/11/2026) malam WIB. Kemenangan ini memperkokoh posisi Como di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 20 poin, sekaligus melanjutkan tren positif setelah mengalahkan Torino 3-1 pada pertengahan pekan. Bagi Venezia, kekalahan ini semakin membenamkan mereka di dasar klasemen dengan baru mengoleksi tiga poin dari seluruh laga yang telah dijalani.

Dalam pertandingan tersebut, pelatih Como Cesc Fabregas tidak dapat menurunkan sejumlah pilar utama akibat cedera, termasuk Moise Kean yang diperkirakan absen lima minggu, serta Assane Diao, Jesus Rodriguez, Trevoh Chalobah, dan Addai. Meski demikian, tim tuan rumah langsung mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal dengan mencatatkan hingga 76 persen penguasaan bola di 18 menit pertama. Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Como sempat tertahan oleh penampilan gemilang kiper Venezia, Filip Stankovic, yang berkali-kali menggagalkan peluang emas dari Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, hingga Martin Baturina.

Baca juga:
Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27: PSG Pimpin, Madrid Buntuti, Como Melonjak

Venezia sempat mendapatkan peluang ketika wasit menunjuk titik putih akibat dugaan handball Luis Milla. Namun, keputusan itu dibatalkan setelah wasit meninjau VAR. Kebuntuan Como akhirnya pecah pada menit ke-43 setelah Tasos Douvikas dijatuhkan Juan Jesus di dalam kotak penalti. Lucas Da Cunha yang maju sebagai eksekutor sukses mengonversi penalti melalui sepakan kaki kiri ke sudut kiri atas gawang tanpa bisa dijangkau Stankovic, menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Venezia Davide Nicola melakukan sejumlah penyegaran dengan memasukkan Kike Perez, John Yeboah, Toma Basic, dan Richie Sagrado untuk mengejar ketertinggalan. Namun, Como tetap mendominasi permainan. Nico Paz dan kawan-kawan terus menekan, meski tak banyak peluang tercipta pada babak kedua. Pertandingan pun berakhir 1-0 untuk kemenangan Como. Secara statistik, Como unggul segalanya atas Venezia dengan penguasaan bola 66% berbanding 34%, serta melepaskan total 19 tembakan dengan 4 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Venezia hanya melepaskan 7 tembakan dengan satu di antaranya mengarah ke gawang.

Usai laga, Fabregas mengakui bahwa timnya beruntung karena terhindar dari penalti. Ia menyebut keputusan awal untuk memberikan penalti kepada Venezia dalam insiden yang melibatkan Luis Milla dibatalkan oleh perangkat pertandingan. “Saat melihatnya, menurut saya itu tampak seperti penalti yang jelas. Sebelum datang ke sini, saya bertanya apakah itu penalti atau bukan. Bukan saya yang mengatakan ini, tetapi saya diberi tahu bahwa itu bukan penalti karena Luis tidak menggerakkan lengannya dan berusaha menjauhkannya dari bola,” kata Fabregas kepada TuttoMercatoWeb. “Menurut saya itu tampak seperti penalti. Kami beruntung, tetapi orang-orang yang lebih memahaminya daripada saya, para profesional, mengatakan itu bukan penalti. Penalti untuk kami? Itu lebih jelas. Jika bola sampai kepada Tasos dan dia tidak disentuh dari belakang, itu akan menjadi gol. Ini sulit, dan saya mengatakannya dengan jujur.”

Fabregas juga menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang memengaruhi performa skuadnya. “Tidak ada yang mudah di lapangan, dan hari ini kami melihat betapa berharganya kemenangan ini. Kami sudah memainkan banyak laga tandang. Saya sangat menghargai apa yang kami lakukan, dan itu bukan hal sepele. Menang dalam sepakbola sangat sulit. Saya melihatnya setiap pekan, dan pertandingan hari ini sangat penting. Venezia hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran. Kami tidak memberi mereka peluang apa pun, sementara para pemain belum terbiasa dengan jadwal seperti ini, bermain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Kami praktis tidak berlatih, tetapi kami harus terus menjaga mentalitas ini,” jelasnya.

Baca juga:
Statistik Liga Champions UEFA: Verdonk Cetak Sejarah, Bayern Ungguli Atletico

Tugas Fabregas semakin berat akibat bertambahnya daftar pemain cedera, khususnya di sektor sayap, dengan Assane Diao dan Jesus Rodriguez masih menepi. Ia mengakui absennya pemain sayap murni membuat timnya lebih sulit membongkar pertahanan lawan yang bermain dengan garis rendah. “Ada berjuta-juta pelatih, suporter, dan direktur, dan saya rasa kita semua bisa mengatakan bahwa ketika menghadapi tim yang bertahan dengan garis rendah, pemain sayap yang mampu melewati lawan dalam duel satu lawan satu sangat penting. Saat ini kami tidak memiliki mereka, dan saya tidak pernah membicarakan pemain yang absen kepada para pemain. Cara pemain membaca situasi menjadi sangat penting. Kami tidak boleh mencari alasan. Kami harus menemukan solusi tambahan. Namun, saya ingin punya lebih banyak pilihan. Hari ini Nico kelelahan, sementara Da Cunha telah bermain di setiap pertandingan. Mereka selalu berusaha melakukan apa yang kami inginkan, dan kami selalu berusaha bermain dengan cara yang kami inginkan,” ujar Fabregas.

Fabregas juga melontarkan pujian khusus kepada gelandang Samuele Ricci. Menurutnya, Ricci tampil brilian dan memiliki potensi besar. “Saya sangat senang dengan Ricci. Saya melihat Samu yang saya kenal di Torino dan Milan. Dia bermain brilian, seperti Totti dan Pirlo. Pemain yang hebat, dengan mentalitas yang hebat. Jika kami memberinya sedikit lebih banyak, dia bisa menjadi pemain yang sangat tangguh di Italia. Teknik dan kemampuan fisiknya sangat bagus. Pada Rabu kami akan memiliki 16 pemain, dan kami semua harus siap untuk Liga Champions. Sekarang kami akan beristirahat, lalu mempersiapkan diri dalam waktu yang sangat singkat untuk pertandingan penting dalam perjalanan kami. Kami harus mencari energi dari mana pun dan dengan cara apa pun agar momentum ini terus berlanjut,” tuturnya.

Kemenangan atas Venezia menjaga peluang Como untuk merebut tempat di kompetisi Eropa. Mereka kini hanya terpaut dua poin dari Inter di posisi kedua dan lima poin dari pemuncak klasemen Lazio. Como tengah menjalani periode berat musim ini. Mereka akan bertandang menghadapi Lens di Liga Champions pada Rabu, dengan posisi saat ini di peringkat kesembilan klasemen berkat enam poin dari tiga pertandingan, sebelum menghadapi laga penting di kompetisi domestik melawan Inter pada Minggu depan.

Bagi Lucas Da Cunha, gol ke gawang Venezia menjadi bukti konsistensinya bersama Como. Pemain kelahiran 9 Juni 2001 tersebut merupakan kapten tim dan telah menjadi pilar penting di bawah asuhan Fabregas. Bergabung dari Nice pada Januari 2023 dengan harga sekitar 700.000 euro, Da Cunha awalnya didatangkan sebagai winger/gelandang serang. Namun, Fabregas mengubah posisinya menjadi gelandang, mula-mula sebagai mezzala dalam formasi 4-3-3, lalu sebagai playmaker di depan lini pertahanan dalam 4-2-3-1. Perubahan peran itu membuat kariernya melesat. Musim panas lalu, ia sempat diminati Napoli dan Atalanta, tetapi memilih bertahan dan memperpanjang kontrak hingga 2031.

Baca juga:
Madrid Tempel Ketat PSG di Puncak Klasemen Liga Champions Usai Tekuk AEK Athens

Performa impresifnya bersama Como mengantarkan Da Cunha ke timnas Prancis. Pada jeda internasional September-Oktober 2026, ia mendapat panggilan pertama dari pelatih Zinedine Zidane. Debutnya terjadi pada 28 September dalam kemenangan 1-0 atas Belgia, di mana ia hampir bermain penuh sebelum digantikan Manu Kone pada menit ke-90. Setelah itu, ia juga terlibat dalam dua pertandingan pemungkas Les Bleus, yakni imbang 1-1 kontra Italia pada 2 Oktober dan kemenangan 4-1 atas Belgia tiga hari berselang. Menariknya, Da Cunha sempat membuat blunder saat seri dengan Italia, tetapi mampu menyumbang satu asis ketika menaklukkan Belgia. Umpan pendeknya diselesaikan Desire Doue dengan tembakan kaki kiri pada menit ke-77.

Kisah Da Cunha menjadi salah satu contoh bagaimana kepercayaan pelatih dapat mengubah karier seorang pemain. Dari pemain yang nyaris tersisih di Nice menjadi starter di timnas Prancis, ia kini menjadi sosok tak tergantikan di Como. Fabregas sendiri pernah menjelaskan intuisi di balik perubahan posisi Da Cunha: “Ketika Anda punya kemampuan sepak bola sebesar itu untuk diberikan, peran menjadi relatif.” Kini, dengan gol penalti ke gawang Venezia, Da Cunha terus membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu gelandang terbaik di level Eropa.

Como akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa pekan ke depan. Setelah laga melawan Lens di Liga Champions, mereka akan menghadapi Inter di Serie A pada Minggu depan. Fabregas berharap momentum kemenangan atas Venezia dapat terus terjaga. “Kami harus mencari energi dari mana pun dan dengan cara apa pun agar momentum ini terus berlanjut,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *