Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27: PSG Pimpin, Madrid Buntuti, Como Melonjak

Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27: PSG Pimpin, Madrid Buntuti, Como Melonjak
Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27: PSG Pimpin, Madrid Buntuti, Como Melonjak

Sorothari – 06 November 2026 | Klasemen Liga Champions UEFA 2026/27 usai matchday keempat fase liga menempatkan Paris Saint-Germain (PSG) di puncak dengan 12 poin, diikuti Real Madrid yang mengoleksi poin sama tetapi kalah selisih gol. Arsenal berada di posisi ketiga dengan 10 poin, sementara Como 1907 melonjak ke peringkat keempat berkat kemenangan telak 9-1 atas Lens. Persaingan di fase liga baru ini semakin ketat karena setiap pertandingan berpengaruh langsung terhadap peluang tim untuk lolos otomatis ke babak 16 besar atau harus melalui play-off.

PSG memastikan posisi teratas setelah menghancurkan Villarreal 6-0 di Estadio de la Cerámica. Ousmane Dembélé mencetak dua gol, sedangkan empat gol lainnya disumbangkan Gonçalo Ramos, Bradley Barcola, Warren Zaïre-Emery, dan Senny Mayulu. Kemenangan ini membuat PSG mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan, dengan rincian empat kemenangan tanpa sekali pun kehilangan poin.

Baca juga:
Sergio Ramos: Dari Lapangan Hijau ke Bisnis Properti dan Kancah Politik

Real Madrid menempel ketat setelah menang dramatis 3-2 atas AEK Athena di Stadion OPAP Arena, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Los Merengues juga mengoleksi 12 poin, tetapi harus puas di posisi kedua karena kalah selisih gol dari PSG. Kemenangan ini penting bagi Madrid untuk menjaga momentum dan memastikan posisi di zona unggulan, mengingat format liga tunggal menuntut konsistensi tinggi.

Arsenal menguntit di posisi ketiga dengan 10 poin. Tim asuhan Mikel Arteta meraih tambahan tiga poin setelah mengalahkan Slavia Praha 2-1 di Stadion Eden Arena. Hasil ini membuat Arsenal tetap tak terkalahkan dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Kejutan besar datang dari Como 1907. Tim debutan asal Italia itu membantai tuan rumah Lens 9-1 di Stadion Bollaert-Delelis. Kemenangan dengan selisih delapan gol ini menjadi salah satu kemenangan terbesar sepanjang era Liga Champions modern sejak kompetisi menggunakan nama UEFA Champions League pada 1992. Como juga menjadi tim Italia pertama yang mencetak setidaknya tujuh gol dalam pertandingan tandang Liga Champions.

Penyerang asal Yunani, Anastasios Douvikas, menjadi bintang dengan hattrick, sementara enam gol lainnya disumbangkan Nico Paz, Lucas da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli. Douvikas membuka pesta gol pada menit ketujuh, lalu menggandakan keunggulan pada menit ke-32, dan Paz menambah gol ketiga delapan menit berselang. Hasil ini membawa Como ke peringkat keempat dengan sembilan poin dari empat laga, dengan catatan tiga kemenangan dan satu kekalahan.

Baca juga:
Elena Rybakina Tundukkan Coco Gauff di Semifinal US Open dan Rebut Peringkat Satu Dunia

Di pertandingan lain, Liverpool harus menelan kekalahan 2-3 dari Fenerbahçe di kandang lawan. Liverpool sempat unggul dua kali melalui Trey Nyoni dan Alexander Isak, tetapi Fenerbahçe membalikkan keadaan lewat gol Mason Greenwood, Archie Brown, dan Vedat Muriqi. Kekalahan ini membuat Liverpool gagal mempertahankan rekor sempurna dan turun ke peringkat kedelapan dengan sembilan poin.

Manchester City mengalahkan RB Leipzig 3-2, Barcelona menang 3-0 atas Aston Villa, dan Bayern Muenchen menaklukkan Atletico Madrid 2-0. Sementara itu, Manchester United berada di papan tengah dengan enam poin dari empat laga setelah sebelumnya kalah dari Como dan menang atas lawan lainnya. Slovan Bratislava menjadi juru kunci tanpa poin dari empat pertandingan, sedangkan Lille baru mengoleksi satu poin.

Hingga matchday keempat, terdapat sembilan tim yang sama-sama mengoleksi sembilan poin. Como berada di posisi keempat dengan selisih gol plus 13, diikuti Barcelona, Aston Villa, Manchester City, Liverpool, Club Brugge, Sporting CP, Real Betis, dan Borussia Dortmund yang menempati peringkat ke-12. Persaingan di klasemen Liga Champions UEFA semakin memanas karena selisih gol dan perolehan poin akan sangat menentukan nasib tim di fase berikutnya.

Format liga tunggal yang diterapkan UEFA musim ini menuntut setiap klub untuk tampil konsisten. Tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan fatal karena setiap gol dapat mengubah peta persaingan di papan klasemen. Tim-tim yang finis di posisi teratas akan otomatis lolos ke babak 16 besar, sementara tim di posisi berikutnya harus melalui babak play-off yang penuh risiko.

Baca juga:
Krisis Manchester United: Gullit Minta Kesabaran, Martinez Minta Maaf Usai Kritik Manajemen

Matchday kelima akan menjadi ajang pembuktian bagi tim-tim papan atas untuk mempertahankan posisi mereka, sekaligus kesempatan bagi tim papan tengah untuk mendekat ke zona unggulan. Klasemen Liga Champions UEFA masih akan dinamis hingga pertandingan terakhir fase liga, dan setiap poin akan sangat berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *