Pelicans Tumbangkan Jazz 120-113 Lewat Overtime, Zion Williamson Bersinar di Babak Kedua

Pelicans Tumbangkan Jazz 120-113 Lewat Overtime, Zion Williamson Bersinar di Babak Kedua
Pelicans Tumbangkan Jazz 120-113 Lewat Overtime, Zion Williamson Bersinar di Babak Kedua

Sorothari – 07 November 2026 | Laga pelicans vs jazz di Smoothie King Center, New Orleans, Rabu (4/11/2026) malam waktu setempat, berakhir dramatis. New Orleans Pelicans bangkit dari ketertinggalan 13 poin pada akhir kuarter ketiga dan menundukkan Utah Jazz 120-113 melalui babak tambahan waktu. Kemenangan ini menjadi yang keempat beruntun bagi Pelicans setelah sebelumnya menelan empat kekalahan beruntun di awal musim, sekaligus membalas kekalahan dari Jazz di Utah pada pertemuan sebelumnya.

Zion Williamson menjadi motor kebangkitan tuan rumah dengan mencetak 23 poin, seluruhnya di babak kedua. Saddiq Bey menutup pertandingan dengan performa 22 poin, termasuk enam poin beruntun di menit-menit akhir overtime yang memastikan kemenangan. Dejounte Murray, yang kembali setelah absen tiga laga karena kelahiran anaknya, menyumbang 20 poin. Derik Queen juga tampil impresif dengan 20 poin, 14 di antaranya dicetak pada kuarter keempat.

Baca juga:
Real Madrid Cetak Rekor Pendapatan Rp25 Triliun, Bukti Los Blancos Makin Perkasa di Bursa Transfer

Pelicans bermain tanpa Trey Murphy III yang absen karena nyeri lutut. Meski demikian, kedalaman skuad asuhan pelatih ini mampu menutupi kekurangan tersebut. Sementara itu, Jazz masih belum menemukan konsistensi dan menelan kekalahan keenam secara beruntun. Satu-satunya kemenangan Utah musim ini justru diraih saat menjamu New Orleans di Delta Center pada 23 Oktober lalu.

Keyonte George Moncer, Jazz Tetap Takluk

Keyonte George menjadi ancaman utama bagi pertahanan Pelicans dengan torehan 39 poin, menjadikannya sebagai pencetak angka terbanyak dalam pertandingan ini. George kini telah mengoleksi lima pertandingan dengan minimal 20 poin musim ini. Ia membuka overtime dengan dua tembakan tiga angka beruntun yang membawa Jazz unggul 110-104. Namun, Pelicans tidak menyerah dan membalas melalui rentetan 14-3 yang diakhiri tembakan off-balance Bey dari jarak 15 kaki yang berputar di bibir ring sebelum masuk, membuat skor menjadi 116-112 dengan 39 detik tersisa.

Lauri Markkanen menambahkan 21 poin dan 10 rebound bagi Jazz. Ia sempat mencetak dua tembakan tiga angka di akhir waktu regulasi, yang kedua memberi Utah keunggulan 104-100 dengan 39 detik tersisa. Namun, Williamson dengan layup drive dan dua free throw Murray menyamakan kedudukan menjadi 104-104 dengan 6,4 detik tersisa, memaksa pertandingan berlanjut ke overtime. Sebelum itu, George sempat mencetak pull-up jumper melewati Williamson, tetapi wasit memutuskan tembakan itu dilepas setelah waktu habis.

Insiden lain terjadi di overtime ketika wasit Courtney Kirkland meninggalkan lapangan karena cedera kaki kiri yang tampak serius. Pertandingan pun dilanjutkan dengan dua wasit hingga selesai.

Baca juga:
Persaingan Ketat Deportivo Pasto Menghadapi Deportivo Pereira di Liga Primera A

Jazz Terpuruk di Dasar Klasemen

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Utah Jazz menjadi 1-6. Mereka rata-rata hanya mencetak 107,0 poin per pertandingan (peringkat 26 liga) dengan persentase tembakan lapangan 42,8 persen. Dari garis tiga angka, Jazz hanya mengonversi 33,1 persen (82 dari 248 percobaan) dan 77,3 persen dari free throw. Tim asuhan pelatih ini juga tercatat mengumpulkan 46,3 rebound per laga, 173 assist (peringkat 22), serta melakukan 16,7 turnover dan 22,7 pelanggaran pribadi setiap pertandingan.

Dalam pertandingan melawan Pelicans, Jazz tampil tanpa beberapa pemain kunci. Trey Alexander (G League two-way), Harrison Ingram (G League two-way), dan Jusuf Nurkic (robekan plantar plate kanan) dipastikan absen. Tony Bradley diragukan karena cedera otot paha kiri. Sementara itu, Pelicans tidak melaporkan adanya pemain cedera untuk laga ini, kecuali Murphy yang absen karena nyeri lutut.

Bagi Pelicans, kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum melakoni jadwal padat. Setelah dua laga tandang melawan Jazz dan Denver Nuggets, mereka akan kembali ke Louisiana untuk menjalani tiga pertandingan kandang berturut-turut melawan Denver, Sacramento, dan Atlanta. Laga kedelapan musim ini juga akan mempertemukan Pelicans dengan Jazz pada 4 November mendatang, yang berarti kedua tim akan kembali bersua dalam waktu dekat.

Pelatih Pelicans menegaskan pentingnya kemenangan ini bagi kepercayaan diri tim. “Saya suka permainan ini. Saya suka melatih. Saya suka membantu,” ujarnya saat menjelaskan pendekatannya dalam memberikan instruksi langsung kepada pemain. Meski demikian, ia enggan berpuas diri dan menekankan bahwa timnya harus terus memperbaiki diri, terutama dalam menjaga konsistensi di sepanjang pertandingan.

Baca juga:
Marc Márquez di Ambang Gelar MotoGP 2026: Peluang Pertama di GP Qatar

Dengan hasil ini, Pelicans untuk sementara mengangkat rekor mereka menjadi 3-4, sementara Jazz semakin terbenam di dasar klasemen Wilayah Barat. Pertemuan berikutnya antara kedua tim dijadwalkan pada 4 November 2026 di Smoothie King Center, dan menjadi kesempatan bagi Jazz untuk membalas kekalahan sekaligus mengakhiri tren negatif mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *